Probolinggo, Optimaise News – Tim gabungan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, menghadapi perluasan kebakaran hutan dan lahan hingga 742 hektare per data malam 10 Agustus 2026. Titik api yang muncul sejak Senin 3 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB kini mengarah ke zona pemukiman warga di P30 dan lembah Dingklik.
Inti artikel
- Titik api yang muncul sejak Senin 3 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB kini mengarah ke zona pemukiman warga di P30 dan lembah Dingklik
- Operasi water bombing dipusatkan di area P30 wilayah Dingklik, Kabupaten Pasuruan, sambil memantau titik berpotensi lain
- Cuaca disertai angin timur hingga tenggara berkecepatan di bawah 5 km/jam plus kabut tebal memperlambat visualisasi dari udara
Operasi water bombing dipusatkan di area P30 wilayah Dingklik, Kabupaten Pasuruan, sambil memantau titik berpotensi lain. Cuaca disertai angin timur hingga tenggara berkecepatan di bawah 5 km/jam plus kabut tebal memperlambat visualisasi dari udara.
Water bombing dipusatkan di Dingklik Pasuruan
BNPB mengerahkan dua helikopter air bombing. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menambah satu unit serupa sehingga total dukungan udara menjadi lebih kuat. Di darat, tiga helikopter, satu drone, delapan unit pemadam kebakaran, serta delapan tim dari Damkar Surabaya, BPBD Mojokerto, BPBD Pasuruan, BPBD Probolinggo, BPBD Lumajang, BPBD Malang, dan BPBD provinsi bekerja serentak.
Gabungan TNI, Polri, BB TNBTS, dan relawan memperkuat barisan di lapangan. Fokus utama tetap water bombing di P30 Dingklik agar nyala tidak merembet lebih jauh ke arah rumah warga. Kabut tebal memaksa pilot berhati-hati saat menjatuhkan air.
Vegetasi yang terbakar meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar. Jenis vegetasi kering ini memudahkan api merayap cepat di lereng berbatu. Kondisi angin yang relatif pelan justru menyulitkan arah sebaran asap, sehingga deteksi dini di malam hari jadi lebih rumit.
Akses wisata ditutup total sejak 8 Agustus
Semua jalur wisata Gunung Bromo ditutup sementara mulai Sabtu 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB. Kebijakan ini melindungi pengunjung sekaligus memberi ruang gerak penuh bagi petugas. Optimaise News mencatat penutupan langsung menekan arus kunjungan harian di sekitar Tengger.
Pelaku usaha lokal seperti penyewa jeep, penginapan, dan penjaja makanan di kawasan sekitar merasakan sepi mendadak. Banyak UMKM yang bergantung pada wisata harian harus menyesuaikan stok dan jadwal layanan. Informasi penutupan yang konsisten membantu mereka merencanakan ulang operasional tanpa spekulasi berlebih.
Pemadaman masih berlangsung dengan sinergi multi-instansi. Heli air bombing dan drone diprioritaskan di zona yang paling dekat pemukiman. Angin ringan dan kabut tebal tetap menjadi kendala utama untuk menjangkau seluruh titik api dalam sekali putaran.
Data luasan 742 hektare merupakan angka resmi malam 10 Agustus 2026. Petugas terus memperbarui peta sebaran setiap shift. Warga di sekitar P30 dan lembah Dingklik diminta waspada serta mengikuti arahan evakuasi jika kondisi memburuk.
Sinergi TNI-Polri-BB TNBTS-relawan dinilai penting agar saluran komunikasi darat dan udara tetap sinkron. Optimaise News akan memantau perkembangan water bombing di Dingklik serta status penutupan wisata. Masyarakat diimbau tidak memasuki zona larangan demi keselamatan bersama.







