Jakarta, Optimaise News – PT MRT Jakarta bersama PT KAI merancang jalur penghubung untuk menjembatani Stasiun MRT Monas di sisi barat dengan Stasiun Gambir di sisi timur. Langkah itu digagas agar perpindahan penumpang antarmoda di pusat Jakarta berlangsung lebih lancar dan ringkas.
Inti artikel
- Langkah itu digagas agar perpindahan penumpang antarmoda di pusat Jakarta berlangsung lebih lancar dan ringkas
- Desain koneksi masih digarap bersama agar akses memadai tersedia bagi pengguna kedua stasiun
- Stasiun Monas terletak di barat sementara Gambir berada di timur sehingga jarak relatif dekat
Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Weni Maulina menyampaikan bahwa pertemuan dengan manajemen KAI sudah digelar untuk merinci perencanaan integrasi. Desain koneksi masih digarap bersama agar akses memadai tersedia bagi pengguna kedua stasiun.
Posisi Barat-Timur yang Menuntut Akses Khusus
Stasiun Monas terletak di barat sementara Gambir berada di timur sehingga jarak relatif dekat. Tanpa infrastruktur penghubung yang cukup, penumpang terpaksa menempuh rute tidak efisien di kawasan padat Monas.
Rencana koneksi mendukung mobilitas harian maupun wisata di jantung ibu kota. Komuter dan pengunjung bisa beralih dari MRT ke layanan KAI atau sebaliknya tanpa hambatan berlebih.
Sinergi MRT Jakarta Siapkan Terowongan Pejalan Kaki Monas dengan KAI

Pembahasan penghubung berjalan seiring wacana media seperti MRT Jakarta Siapkan Terowongan Pejalan Kaki Monas yang menekankan kebutuhan akses pejalan kaki. Di sisi lain PT KAI akan menambah fasilitas baru di Stasiun sehingga sinergi kedua pihak kian penting untuk layanan utuh.
Optimaise News mencermati bahwa desain rinci masih dalam proses bersama. Kedua BUMN memastikan koneksi fisik sejalan dengan alur penumpang yang padat di pusat kota.
Status Pembangunan Stasiun Monas Fase 2A

Stasiun MRT Monas termasuk MRT Jakarta Fase 2A paket CP201 yang juga mencakup kawasan Thamrin. Pembangunan fisik telah mencapai progres sekitar 92 persen dan mendekati tahap akhir struktur utama.
Target penyelesaian serta pengoperasian ditetapkan akhir 2027. Timeline tersebut memberi ruang penyesuaian desain penghubung ke Gambir agar kesiapan integrasi tidak tertinggal jauh.
Kehadiran stasiun baru di dekat Monumen Nasional memperkaya pilihan moda massal. Warga yang beraktivitas di sekitar istana, museum, atau pusat bisnis memperoleh akses lebih praktis.
Dampak bagi Sistem Transportasi Pusat Jakarta
Integrasi MRT dan KAI memperkokoh jaringan antarmoda Jakarta. Penumpang koridor MRT utara-selatan dapat tersambung ke jaringan rel intercity tanpa harus menjauh dari area stasiun.
Referensi di Stasiun MRT Monas – Ensiklopedia menegaskan posisi strategis lokasi ini. Rencana penghubung kini menambah nilai praktis bagi pengguna moda publik sehari-hari maupun wisata.
Weni Maulina dan tim terus berkoordinasi agar hasil desain memenuhi standar kenyamanan. Kolaborasi semacam ini diharapkan menjadi acuan pengembangan koridor transportasi lain di ibu kota.
Tanya Jawab Rencana Penghubung Monas-Gambir
Apa tujuan utama jalur penghubung yang dirancang MRT Jakarta dan KAI?
Tujuannya memudahkan perpindahan penumpang antarmoda di pusat Jakarta agar perjalanan lebih efisien. Integrasi diharapkan memangkas waktu dan tenaga saat ganti moda.
Apakah desain koneksi sudah final?
Belum final. Desain koneksi masih digarap bersama PT KAI setelah pertemuan perencanaan integrasi digelar.
Berapa persen progres Stasiun MRT Monas dan kapan target operasi?
Sekitar 92 persen. Stasiun bagian paket CP201 Fase 2A ditargetkan rampung dan beroperasi pada akhir 2027.
Mengapa posisi stasiun memerlukan koneksi khusus?
Stasiun Monas di sisi barat sedangkan Stasiun Gambir di sisi timur. Kondisi itu menuntut akses memadai untuk menjembatani keduanya secara nyaman.







