Serang, Optimaise News – Gubernur Banten Andra Soni merespons cepat video viral PMI Atilah. Ia menggelar rapat multi-instansi di Serang. Tujuannya memverifikasi kondisi dan mempercepat pemulangan warga yang mengaku disekap majikan di Arab Saudi.
Inti artikel
- Gubernur Banten Andra Soni merespons cepat video viral PMI Atilah
- Ia menggelar rapat multi-instansi di Serang
- Tujuannya memverifikasi kondisi dan mempercepat pemulangan warga yang mengaku disekap majikan di Arab Saudi
Atilah adalah PMI asal Ketileng Teritih Kota Serang. Dia mengaku tidak diizinkan pulang setelah 2 tahun 7 bulan bekerja di sana. Gajinya ditahan majikan, sementara sakit kelenjar kambuh tanpa bantuan. Lewat video itu, dia memohon bantuan langsung kepada Andra Soni.
Rapat Koordinasi Multi-Instansi di KP3B Curug Serang
Rapat digelar di KP3B Curug Serang. Andra Soni mengundang BP3MI Banten, Disnakertrans, serta analis hukum. Mereka membahas penanganan kasus Atilah secara rinci dan terkoordinasi.
Fokus utama pada verifikasi data sebelum aksi lanjutan. Semua instansi diminta bergerak serempak agar proses tidak berlarut. Andra Soni menekankan kecepatan penanganan sebagai prioritas.
Kepala BP3MI Banten Wirawan Negara Harahap menyatakan siap mengawal. Dia berkomitmen pengawalan dilakukan hingga Atilah tiba di tanah air. Koordinasi internal jadi kunci utama.
Kunjungan Tim BP3MI ke Keluarga di Walantaka

Tim BP3MI Banten segera mengunjungi keluarga Atilah di Walantaka. Mereka bertemu langsung untuk mengumpulkan data dan konfirmasi. Informasi keluarga memperkuat laporan awal dari Atilah.
Keluarga menyampaikan kekhawatiran atas kondisi terkini. Tim menjelaskan prosedur yang sedang dijalankan. Kunjungan ini juga menenangkan kerabat di tanah air.
Data yang terkumpul diolah untuk langkah berikutnya. Verifikasi di tingkat keluarga jadi fondasi penting. Semua dilakukan hati-hati agar hasil akurat.
Komunikasi WhatsApp dan Dugaan Lokasi Perbatasan

Tim berhasil menghubungi Atilah lewat WhatsApp. Dari percakapan, lokasi terakhir diduga di perbatasan Arab Saudi dan Kuwait. Informasi ini masih diverifikasi lebih lanjut.
Atilah sempat menyampaikan kondisinya yang memprihatinkan. Dia tetap berharap bisa segera pulang. Komunikasi ini membuka jalan bantuan lanjutan.
Pihak terkait menunda hubungi KBRI sampai lokasi pasti. Verifikasi dulu agar permintaan ke perwakilan RI tepat sasaran. Langkah ini menghindari kesalahan data.
Keluhan Sakit Kelenjar serta Gaji yang Ditahan
Atilah mengaku sakit kelenjarnya kambuh hebat. Majikan tidak memberi bantuan medis atau obat sama sekali. Kondisi kesehatan jadi alasan kuat dia ingin pulang.
Selain itu, gaji selama masa kerja ditahan sepenuhnya. Dia tak diizinkan meninggalkan tempat kerja meski sudah berulang meminta. Tekanan itu membuatnya putus asa.
Video viral yang dia buat berisi keluhan lengkap. Video menyebar hingga menarik perhatian pejabat. Permintaan bantuan kepada Andra Soni jadi titik balik kasus ini.
Komitmen Kawal Penuh hingga Koordinasi KBRI
Wirawan Negara Harahap berkomitmen mengawal kasus Atilah secara penuh. Pengawalan mencakup verifikasi hingga kepulangan di tanah air. Dia pastikan tidak ada yang terlewat.
Setelah lokasi terkonfirmasi, koordinasi dengan KBRI segera dijalankan. KBRI berperan penting dalam penjemputan di Arab Saudi. Kerja sama lintas negara ini krusial.
Andra Soni menegaskan dukungan penuh pemerintah provinsi. Kasus PMI seperti Atilah harus ditangani cepat dan tuntas. Perlindungan warga Banten di luar negeri jadi perhatian serius.
Proses masih berlanjut dengan pantauan ketat. Semua instansi diminta terus berkoordinasi. Harapannya Atilah bisa segera kembali dalam kondisi aman.







