IHSG Anjlok 1,53% Meski Asing Mulai Masuk di 11 Agustus

IHSG ditutup 6.267 meski investor asing mulai masuk, Rupiah Rp17.830 per dolar. Sentimen Closing Bell CNBC Indonesia garap kenapa pasar tetap tegang.

Author Image

Dyah

IHSG Anjlok 1,53% Meski Asing Mulai Masuk di 11 Agustus

– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa 11 Agustus 2026 di zona merah dengan anjlok 1,53 persen ke level 6.267. Rupiah pun terdepresiasi 0,45 persen ke Rp17.830 per dolar Amerika Serikat. Kontradiksi ini muncul padahal arus modal asing mulai masuk, sementara Optimaise News merangkum sentimen yang memengaruhi pasar.

Inti artikel

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa 11 Agustus 2026 di zona merah dengan anjlok 1,53 persen ke level 6.267
  • Rupiah pun terdepresiasi 0,45 persen ke Rp17.830 per dolar Amerika Serikat
  • Kontradiksi ini muncul padahal arus modal asing mulai masuk, sementara Optimaise News merangkum sentimen yang memengaruhi pasar

Video Closing Bell CNBC Indonesia mengulas ketegangan tersebut melalui diskusi mendalam dengan Shafinaz Nachiar dan Serliana Salsabila. Pelaku pasar perlu waspada karena data ini menunjukkan sentimen global yang membebani pergerakan lokal.

Angka Penutupan IHSG dan Rupiah pada Selasa 11 Agustus

IHSG berakhir di level 6.267 setelah melemah hampir 1,5 persen sepanjang sesi perdagangan. Nilai tukar rupiah juga tercatat melemah ke posisi Rp17.830 per dolar. Angka ini mencerminkan tekanan pasar yang masih kuat meski volumnya terus turun.

Asing Mulai Masuk Tapi Pasar Tetap Tegang

Terlepas dari masuknya investor asing, IHSG tetap ditutup merah karena sentimen global yang memengaruhi. Kondisi ini mirip dengan pola pelemahan sebelumnya yang disebabkan fluktuasi di selat Hormuz dan rebalancing MSCI. Optimaise News mencatat bahwa tekanan ini belum mereda meski terjadi alih-alih dorongan masuk modal asing.

Sentimen dari Ulasan Closing Bell CNBC Indonesia

Diskusi Closing Bell membahas berbagai faktor yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan Indonesia saat ini. Shafinaz Nachiar dan Serliana Salsabila menyoroti bagaimana data internal dan eksternal saling bertabrakan di tengah arus modal yang mulai bergeser. Kolaborasi keduanya membantu pemirsa memahami rumitnya situasi pasar hari itu.

Konteks Tekanan Sebelumnya dan Cara Menengok

Pasar sempat mencatat pelemahan lebih tajam pada sesi sebelumnya, dengan IHSG menyentuh level intraday terendah dan investor asing melakukan penjualan bersih yang signifikan. Arus dana keluar selama ini telah menekan likuiditas serta menyebabkan konversi dolar yang mempercepat depresiasi rupiah. Sentimen jangka panjang masih didukung fundamental domestik yang lebih kuat.

Apa yang Perlu Dicermati Investor Esok

Investor disarankan memantau perkembangan indeks oil dan faktor geopolitik yang memengaruhi harga energi global. Optimaise News merangkum bahwa momentum pergerakan berikutnya tergantung pada data APBN 2027 dan respons pelaku pasar terhadap calon gubernur baru. Dengan demikian, pembaca dapat lebih siap menghadapi volatilitas yang mungkin berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.