Jakarta, Optimaise News – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL) mencatatkan skor risiko ESG 18,6 kategori low risk pada 2026. Angka ini membaik dari 18,8 di 2025 dan menempatkannya sebagai entitas dengan profil risiko ESG terbaik di antara perusahaan menara serta telekomunikasi.
Inti artikel
- PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL) mencatatkan skor risiko ESG 18,6 kategori low risk pada 2026
- Pada 2022 perusahaan masih berada di kategori high risk dengan skor 34,5
- Setahun kemudian skor turun ke 22,4 dan masuk medium risk
Pencapaian itu juga mengantar Mitratel ke peringkat ke-28 global sektor telekomunikasi versi Morningstar Sustainalytics, peringkat 12 ESG Score for Listed Companies in Indonesia, serta masuk Indeks IDX ESG Leaders. Bagi investor dan pelaku UMKM yang bergantung pada infrastruktur digital, tren penurunan risiko ini memberi sinyal stabilitas jangka panjang pada saham MTEL.
Mitratel Turunkan Skor Risiko ESG Bertahap Sejak 2022
Pada 2022 perusahaan masih berada di kategori high risk dengan skor 34,5. Setahun kemudian skor turun ke 22,4 dan masuk medium risk. Lonjakan perbaikan berlanjut di 2024 saat skor menyentuh 19,3 low risk, lalu 18,8 di 2025, dan akhirnya 18,6 di 2026.
Pergerakan continuous dari high risk menuju low risk mencerminkan perbaikan tata kelola, pengelolaan lingkungan, serta aspek sosial yang konsisten. Optimaise News mencatat bahwa tren lima tahun ini jarang terjadi serentak di industri infrastruktur menara Indonesia.
Peringkat terbaik di antara pemain menara dan telekomunikasi memperkuat posisi Mitratel sebagai acuan ESG di dalam negeri. Status low risk juga membuka ruang preferensi bagi manajer investasi yang memegang mandat dana ESG.
Posisi Global ke-28 dan Jejaring Indeks Domestik
Morningstar Sustainalytics menempatkan Mitratel di urutan ke-28 dunia untuk sektor telekomunikasi. Di pasar lokal, peringkat 12 ESG Score for Listed Companies in Indonesia serta keanggotaan Indeks IDX ESG Leaders menambah kredibilitas di mata pemodal institusi.
Inklusi ke indeks ESG leaders biasanya meningkatkan visibilitas saham di radar reksa dana dan dana pensiun yang memprioritaskan kriteria keberlanjutan. Bagi pemegang saham ritel, posisi tersebut sering menjadi penanda bahwa fundamental nonkeuangan perusahaan sedang dalam jalur perbaikan terukur.
Kombinasi skor low risk dan ranking global memberi narasi bahwa risiko operasional terkait lingkungan dan tata kelola relatif terkendali. Narasi itu relevan bagi UMKM yang menggunakan menara Mitratel sebagai tulang punggung konektivitas usaha.
Imbas Praktik ESG terhadap Persepsi Saham MTEL
Mitratel Terapkan ESG Terbaik di Industri, Ini Imbasnya ke Saham terlihat dari tiga jalur utama. Pertama, penurunan skor risiko berturut-turut mengurangi premi risiko yang diminta investor. Kedua, masuk indeks ESG leaders memperluas basis pembeli potensial. Ketiga, ranking global ke-28 memberi justifikasi valuasi yang lebih kokoh di mata analis yang memasukkan faktor nonfinansial.
Meski harga saham ditentukan banyak variabel pasar, profil low risk yang stabil membantu menahan tekanan jual ketika sentimen sektor telekomunikasi bergejolak. Investor jangka menengah cenderung melihat Mitratel sebagai emiten yang sudah melewati fase perbaikan ESG paling berat.
Bagi pelaku usaha kecil yang menyewa slot menara, kestabilan operator dengan skor ESG baik berarti komitmen pemeliharaan infrastruktur yang lebih terjamin. Hal itu mendukung kelangsungan layanan digital yang mereka andalkan sehari-hari.







