Bitcoin Anjlok 1,5% ke US$63.903 Imbas Ketidakpastian Selat Hormuz

Bitcoin anjlok 1,5% ke US$63.903 Selasa 11/8/2026. Tekanan Selat Hormuz dan pelemahan ETH, BNB, serta kapitalisasi global jadi sorotan.

Author Image

Dyah

Bitcoin Anjlok 1,5% ke US$63.903 Imbas Ketidakpastian Selat Hormuz

– Harga Bitcoin tercatat turun 1,5 persen menjadi US$63.903 per koin pada data CoinMarketCap pukul 06.50 WIB Selasa 11 Agustus 2026. Nilai tersebut setara sekitar Rp1,13 miliar dengan acuan kurs Rp17.795 per dolar AS, sementara investor global mencermati tekanan geopolitik di jalur minyak strategis.

Inti artikel

  • Harga Bitcoin tercatat turun 1,5 persen menjadi US$63.903 per koin pada data CoinMarketCap pukul 06.50 WIB Selasa 11 Agustus 2026
  • Data TradingView menunjukkan pasangan BTC/USD sempat menyentuh US$64.447 di Bitstamp, level terendah sejak Jumat sebelumnya
  • Penurunan ini sejalan dengan pelemahan aset digital lain dan indeks yang diikuti trader harian

Gerak turun itu berlanjut setelah sesi Wall Street dibuka Senin 10 Agustus 2026, saat BTC sempat berada di bawah US$64.500 menurut kutipan CoinTelegraph. Pasar kripto ikut merespons pernyataan pejabat Iran terkait Selat Hormuz yang memperpanjang ketidakpastian kesepakatan Iran, Amerika Serikat.

Harga Bitcoin (BTC) Anjlok 1% Lebih, Ketidakpastian Selat Picu Koreksi

Data TradingView menunjukkan pasangan BTC/USD sempat menyentuh US$64.447 di Bitstamp, level terendah sejak Jumat sebelumnya. Penurunan ini sejalan dengan pelemahan aset digital lain dan indeks yang diikuti trader harian.

Kapitalisasi pasar kripto global menyusut 1,19 persen dalam 24 jam terakhir menjadi US$2,18 triliun. Ethereum ambles 2 persen menjadi US$1.871, Binance Coin melemah 0,56 persen menjadi US$598, dan Indeks CoinDesk 20 turun 1,5 persen.

Optimaise News mencatat bahwa koreksi serentak tersebut memperlihatkan sensitivitas pasar digital terhadap kabar geopolitik, bukan hanya sentimen teknologi semata. Investor ritel di Asia, termasuk Indonesia, biasanya menyesuaikan posisi saat harga spot menyentuh level support pendek seperti US$64.000-an.

Harga Bitcoin (BTC) Malah Berdarah Saat Selat Hormuz Jadi Sorotan

Harga Bitcoin (BTC) Malah Berdarah Saat Selat Hormuz Jadi Sorotan
Ilustrasi harga Bitcoin (BTC) Malah Berdarah Saat Selat Hormuz Jadi Sorotan.

Deputy Speaker Parlemen Iran Ali Nikzad menekankan bahwa pembukaan Selat Hormuz tidak punya solusi militer. Pernyataan itu muncul di tengah ketidakpastian kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat, sehingga spekulasi jalur minyak tetap menggelantung di pasar.

Traders mengaitkan pelemahan Bitcoin dengan aliran risk-off yang juga terasa di bursa saham AS usai sesi dibuka. Ketika isu Selat Hormuz kembali mengemuka, aset berisiko tinggi cenderung ditinggalkan sementara sebelum ada kejelasan diplomasi.

Struktur pergerakan yang terlihat di data Senin menuju Selasa mengindikasikan aksi jual bertahap, bukan panik massal. Level Bitstamp di US$64.447 menjadi penanda teknis singkat, sementara penutupan pagi di US$63.903 menandai lanjutan tekanan di sesi Asia.

Aset / Indikator Perubahan Level (USD)
Bitcoin (BTC) -1,5% 63.903
Ethereum (ETH) -2% 1.871
Binance Coin (BNB) -0,56% 598
Indeks CoinDesk 20 -1,5% ,
Kapitalisasi kripto global -1,19% 2,18 triliun
BTC/USD Bitstamp (intraday) terendah sejak Jumat 64.447

Nilai Bitcoin setara Rp1,13 miliar per koin menjadi rujukan cepat bagi investor domestik yang menghitung eksposur dalam rupiah. Kurs acuan Rp17.795 per dolar AS digunakan sebagai konversi sederhana tanpa menyesuaikan biaya perdagangan bursa lokal.

Di sisi lain, pelemahan Ethereum yang lebih dalam dari Bitcoin menegaskan rotasi modal keluar dari altcoin utama. BNB yang hanya turun tipis relatif lebih resisten, namun masih sejalan dengan arah pasar yang dominan negatif dalam 24 jam.

Reaksi Pasar dan Bacaan Teknis Singkat

Setelah perdagangan Wall Street dibuka, Bitcoin meluncur di bawah US$64.500 dan mempertahankan tekanan hingga pagi hari berikutnya. Kombinasi data CoinMarketCap, TradingView, dan kutipan CoinTelegraph memberi gambaran konsisten bahwa support dekat US$64.000, 64.500 digerus.

Ketidakpastian di Selat Hormuz menambah beban psikologis karena rute tersebut krusial bagi pasokan energi global. Ketika pejabat Iran menyatakan tidak ada opsi militer untuk membuka jalur, spekulasi diplomatik tetap menguasai narasi tanpa kepastian timeline.

Bagi pembaca Optimaise News, angka-angka di atas mencerminkan sesi penyesuaian risiko, bukan crash struktural. Volume atau data ETF tidak disajikan dalam fact-sheet ini, sehingga penafsiran terbatas pada harga spot, kapitalisasi, dan pernyataan pejabat yang sudah disebutkan.

Pola harian menunjukkan Bitcoin lebih dahulu menembus US$64.447 lalu ditutup di US$63.903. Ethereum dan BNB ikut turun, sementara Indeks CoinDesk 20 mencatat koreksi serupa 1,5 persen, menegaskan lebarnya pelemahan di basket aset digital utama.

FAQ seputar koreksi Bitcoin dan Selat Hormuz
Berapa besar penurunan Bitcoin pada Selasa pagi 11 Agustus 2026?
Bitcoin turun 1,5 persen ke US$63.903 per koin menurut CoinMarketCap pukul 06.50 WIB, setara sekitar Rp1,13 miliar dengan kurs Rp17.795 per dolar AS.
Apa yang dikatakan pejabat Iran tentang Selat Hormuz?
Deputy Speaker Parlemen Iran Ali Nikzad mengatakan pembukaan Selat Hormuz tidak memiliki solusi militer, di tengah ketidakpastian kesepakatan Iran, Amerika Serikat.
Bagaimana aset kripto lain bergerak bersamaan?
Kapitalisasi global turun 1,19 persen ke US$2,18 triliun, Ethereum ambles 2 persen ke US$1.871, BNB melemah 0,56 persen ke US$598, dan Indeks CoinDesk 20 turun 1,5 persen.
Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.