Dewan Pengurus Pusat Persatuan Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) mengesahkan 10 peraturan organisasi dalam Rapat Pleno di kawasan FX Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2026). Langkah DPP Perbasi Benahi Tata Kelola Lewat 10 Peraturan Organisasi itu dipimpin Ketua Umum Budisatrio Djiwandono dan diikuti jajaran pengurus secara hybrid.
Penguatan regulasi digarisbawahi sebagai fondasi kelembagaan agar bola basket nasional tak lagi berjalan semata dari kebiasaan. Optimaise News mencatat paket aturan ini mencakup etik, disiplin, struktur, kompetisi, hingga keuangan dan audit.
Delapan aturan baru, dua penyempurnaan
Ketua Badan Legal, Etik, dan Disiplin DPP Perbasi Fritz Siregar merinci cakupan 10 peraturan yang disahkan. Materi itu mengatur etik, disiplin, struktur organisasi, musyawarah dan rapat-rapat, penyelenggaraan bola basket 5on5, tenaga keolahragaan 5on5, minibasket, kegiatan dan tenaga 3×3, perpindahan olahragawan, serta pengelolaan keuangan dan sistem audit.
Fritz menjelaskan dua peraturan merupakan penyempurnaan aturan lama, sementara delapan lainnya produk baru. Aturan baru antara lain menyentuh penyelenggaraan 5on5, tenaga keolahragaan 5on5, minibasket, pengelolaan 3×3, dan perpindahan olahragawan.
Etik dan disiplin dipisah demi penanganan kasus

Salah satu penyempurnaan memisahkan peraturan lama etik dan disiplin menjadi dua peraturan yang berdiri sendiri. Pemisahan itu dimaksudkan agar penelaahan dugaan pelanggaran kode etik maupun kode disiplin lebih spesifik dan terarah.
Baca juga: Moto3: Veda Ega Ungkap Aspek yang Harus Ditingkatkan Motor · MotoGP 2027 Lebih Lambat Pakai Motor 850cc? Ini Kata Marquez
Menurut Fritz, paket peraturan organisasi Perbasi menjadi instrumen agar organisasi bergerak berdasarkan norma, prosedur, dan standar yang dapat dipertanggungjawabkan. “Paket peraturan organisasi Perbasi ini sebelumnya telah dibahas bersama. Kami berpandangan bahwa peraturan ini merupakan instrumen kelembagaan untuk memastikan Perbasi bergerak tidak semata-mata berdasarkan kebiasaan, tetapi berdasarkan norma, prosedur, dan standar tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Tiga rumpun: kelembagaan, kompetisi, dan norma

Secara umum materi paket peraturan terbagi ke dalam tiga rumpun besar. Rumpun itu meliputi tata kelola kelembagaan, kegiatan dan kompetisi, serta perilaku dan norma.
“Pembagian ini menunjukkan bahwa peraturan organisasi tidak hanya berbicara mengenai struktur, tetapi juga bagaimana kegiatan dilaksanakan, bagaimana standar sumber daya manusia ditetapkan, serta bagaimana standar etik dan disiplin dijaga,” kata Fritz. Pembagian rumpun ini memberi kerangka agar dpp perbasi benahi fondasi, bukan hanya struktur formal.
Komitmen fondasi kelembagaan dari Ketua Umum
Budisatrio Djiwandono menekankan penguatan regulasi sebagai bagian penting membangun tata kelola bola basket Indonesia yang lebih baik. “Kita paham bahwa dalam penyelenggaraan apa pun, masih banyak perbaikan yang harus terus kita lakukan sebagai induk organisasi. Rapat Pleno ini menjadi kesempatan penting, sekaligus momen bersejarah sebagai komitmen bersama untuk membesarkan organisasi dan memajukan cabang olahraga bola basket,” ujarnya dalam keterangan Jumat (3/7/2026).
Ia menambahkan kemajuan cabang olahraga ini tak terlepas dari fondasi Perbasi sebagai rumah besar nasional. “Pondasi yang kuat berawal dari filosofi dan aturan tata kelola yang kokoh. Karena itu, DPP Perbasi melalui bidang Organisasi, dengan dukungan Sekretaris Jenderal dan tim, telah merumuskan dan merampungkan aturan-aturan organisasi yang nantinya menjadi pedoman pelaksanaan tata kelola bola basket Indonesia ke depan,” jelasnya.
Dalam ringkasan Optimaise News, paket aturan yang dirampungkan bidang Organisasi bersama Sekjen dan tim itu diposisikan sebagai pedoman operasional ke depan. Fokusnya menjangkau standar SDM, tata laksana kompetisi, hingga akuntabilitas keuangan agar tata kelola lewat peraturan organisasi lebih terukur.






