Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 67,32 poin atau 1,1% ke level 6.173,53 pada Jumat, 17 Juli 2026, saat mayoritas bursa Asia-Pasifik tertekan tajam.
Aliran dana asing mencatat net buy Rp638,6 miliar dengan saham perbankan menjadi incaran utama; pertanyaan Bursa Asia Kebakaran, IHSG Dapat Untung? kembali mengemuka di pasar.
IHSG ditutup menguat 1,1% di tengah pelemahan bursa
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 363 emiten menguat, 274 melemah, dan 328 bergerak stagnan. Aktivitas perdagangan terpantau ramai dengan nilai transaksi Rp16,32 triliun.
Volume mencapai 24,04 miliar saham dalam 1,99 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar meningkat menjadi Rp10.749 triliun, menurut pantauan Optimaise News dari data penutupan hari itu.
Nikkei anjlok 4%, aksi jual chip menjalar ke Eropa

Aksi jual di pasar Asia-Pasifik dipimpin pelemahan saham semikonduktor dan teknologi. Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup anjlok 4%, S&P/ASX 200 Australia turun 0,5%, dan CSI 300 China merosot 3,6%.
Bursa Korea Selatan tutup karena hari libur nasional. Tekanan serupa menjalar ke Eropa: ASML, ASMI, STMicroelectronics, Infineon, dan BE Semiconductor kompak terkoreksi tajam di awal perdagangan, mencerminkan pelemahan sentimen terhadap sektor AI dan chip global.
Asing net buy Rp638,6 miliar, bank jadi pusat perhatian

Penguatan IHSG ditopang aliran dana asing di seluruh pasar dengan net buy Rp638,6 miliar. Saham-saham perbankan menjadi pusat perhatian investor sepanjang sesi.
Konteks pemulihan juga relevan: indeks sempat menyentuh level terendah sekitar 5.300-an pada Juni 2026 setelah all-time high di awal tahun, sehingga rebound Juli ini menarik perhatian pelaku pasar domestik.
Bursa Asia Kebakaran, IHSG Dapat Untung? Kata analis
Analis Panin Sekuritas Elandry Pratama menilai belum dapat disimpulkan bahwa telah terjadi rotasi dana asing dari Jepang maupun Korea Selatan ke Indonesia. Pelemahan di kedua negara, menurutnya, lebih banyak dipicu tekanan sektor teknologi global.
Secara global tetap ada peluang portfolio rebalancing ke pasar dengan valuasi lebih menarik, termasuk Indonesia. “Walaupun demikian, secara global memang ada potensi portfolio rebalancing ke pasar yang valuasinya lebih menarik,” ujar Elandry kepada CNBC Indonesia.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai perpindahan dana ke Indonesia tetap memungkinkan. Ekspektasi kenaikan suku bunga di Korea Selatan berpotensi menjadi sentimen negatif bagi pasar saham negara itu yang sepanjang tahun ini sudah mencatatkan kinerja kuat.
“Of course bisa aja. Korea Selatan kan pelaku ekonominya mau naikin suku bunga, akan jadi sentimen buruk ke pasar saham mereka yang memang sudah jagoan di tahun ini,” kata Liza.
Optimaise News mencatat, perbedaan arah IHSG versus bursa tetangga pada sesi Jumat lebih mencerminkan seleksi aset dan aliran asing ke perbankan, bukan bukti tunggal rotasi massal dari Jepang atau Korea.






