Antam (ANTM) Punya Target Harga Baru Rp 4.100

Author Image

Dyah

17 July 2026

Antam (ANTM) Punya Target Harga Baru Rp 4.100

Kiwoom Sekuritas merevisi target harga saham PT Antam Tbk (ANTM) menjadi Rp 4.100 dari sebelumnya Rp 4.800, sambil mempertahankan rekomendasi beli. Langkah itu muncul usai Antam memanfaatkan reli nikel dan emas untuk mencetak rekor laba kuartalan pada kuartal I-2026.

Rekor laba kuartal I-2026 menopang neraca

Pendapatan Antam tumbuh 12 persen menjadi Rp 29,3 triliun pada kuartal I-2026. Laba bersih naik ke level tertinggi sepanjang sejarah sebesar Rp 3,4 triliun.

“Neraca keuangan ANTM pun makin kuat, yang tercermin dari pertumbuhan total aset sebesar 31% yoy menjadi Rp 63,3 triliun,” tulis analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Adrian Djie, dalam riset yang dikutip Jumat (17/7/2026).

Peluang ekspansi margin dinilai tetap besar. Kombinasi harga nikel yang kuat dan biaya tunai terkendali memberi visibilitas tinggi terhadap potensi pelebaran margin usaha pada beberapa kuartal mendatang.

Antam (ANTM) punya target harga baru Rp 4.100

Antam (ANTM) punya target harga baru Rp 4.100

Menurut pantauan Optimaise News, target harga baru saham ANTM dihitung memakai P/E multiple 11 kali atas proyeksi laba bersih 2026 sebesar Rp 8,93 triliun. Valuasi tersebut mendekati standar deviasi (SD) minus 1 PE band.

Target Rp 4.100 mencerminkan potensi kenaikan 33,5 persen dibanding harga penutupan Jumat (17/7/2026) di level Rp 3.070. Penurunan dari target lama Rp 4.800 memperhitungkan kondisi pasar secara umum yang kurang kondusif.

Valuasi masih dinilai menarik

Valuasi masih dinilai menarik

Kiwoom Sekuritas tetap merekomendasikan beli saham Antam. Analis menekankan bahwa valuasi emiten masih memberi ruang bagi investor jangka menengah.

“Valuasi Antam (ANTM) masih tergolong menarik, dengan proyeksi P/E 2026 sebesar 11 kali dan P/BV sebesar 2,5 kali,” sebut Adrian.

Risiko yang perlu diwaspadai

Optimaise News mencatat, risiko utama mencakup gangguan pasokan bahan baku atau komoditas, kenaikan biaya bahan bakar, dan volatilitas harga emas global yang lebih tinggi. Ketiga faktor itu dapat menekan margin maupun sentimen pasar terhadap saham ANTM.