Padang, Optimaise News – Tim penanggulangan bencana Sumatera Barat memusatkan penyelamatan warga di Kota Padang, Padang Pariaman, dan Tanjung Mutiara di Kabupaten Agam setelah hujan lebat sejak Senin (3/8) siang memicu genangan hingga 2,5 meter. Optimaise News merangkum bahwa proses evakuasi masih berjalan di 15 titik kota, sementara pejabat BPBD Sumbar menekankan fokus utama masih pada penyelematan jiwa sebelum pendataan kerusakan.
Inti artikel
- Ilham Wahab dari BPBD Provinsi Sumatera Barat menjelaskan rangkaian kejadian mencakup pohon tumbang hingga genangan di tiga wilayah itu
- Kondisi serupa dilaporkan menyebar ke Kecamatan Kuranji, Nanggalo, Pauh, dan Bungus Teluk Kabung
- Data BPBD Kota Padang mencatat 60 jiwa berhasil dievakuasi dan sekitar 400 kepala keluarga mengungsi ke lokasi lebih tinggi
Ilham Wahab dari BPBD Provinsi Sumatera Barat menjelaskan rangkaian kejadian mencakup pohon tumbang hingga genangan di tiga wilayah itu. Menurutnya, hitungan rumah terdampak dan kerusakan lain belum dilakukan karena petugas masih memprioritaskan penyelamatan.
Titik padat di Kuranji hingga Bungus dan data evakuasi kota
Di kawasan Guo Kuranji, petugas menggendong warga lanjut usia serta anak kecil menyeberangi arus kencang setelah air merembes ke dalam hunian. Kondisi serupa dilaporkan menyebar ke Kecamatan Kuranji, Nanggalo, Pauh, dan Bungus Teluk Kabung.
Data BPBD Kota Padang mencatat 60 jiwa berhasil dievakuasi dan sekitar 400 kepala keluarga mengungsi ke lokasi lebih tinggi. Sedikitnya 25 unit rumah terendam. Angka ini memberi gambaran skala penanganan di pusat kota, meski data agregat provinsi masih dalam proses.
Pola sebaran banjir di Padang hingga Agam: ratusan dievakuasi, rumah sakit terendam, menuntut koordinasi lintas kabupaten-kota. UMKM dan pedagang kecil di jalur rawan disarankan memindahkan stok ke lantai atas atau gudang darurat agar kerugian stok minimal.
Layanan kesehatan terganggu di dua fasilitas Padang

Air masuk ke area Rumah Sakit Islam Siti Rahmah di jalur By Pass serta RSUD Rasyidin di Padang. Genangan mengganggu aktivitas perawatan pasien dan memaksa penyesuaian alur layanan di dalam kompleks.
Situasi di fasilitas kesehatan menambah beban logistik karena ambulan dan staf medis harus menyesuaikan rute akses. Warga yang membutuhkan perawatan non-darurat diminta menunda kunjungan bila lokasi masih tergenang.
Cuaca buruk berlanjut, kesiapsiagaan warga dan usaha kecil
Prakiraan cuaca buruk dalam beberapa hari ke depan mendorong himbauan kewaspadaan di jalur sungai dan dataran rendah. Warga diminta memantau informasi resmi BPBD setempat dan menghindari melintas genangan dalam.
Bagi pelaku usaha mikro di Padang Pariaman dan Agam, menyiapkan jalur komunikasi dengan tetangga serta cadangan listrik sederhana bisa mempercepat pemulihan operasional setelah air surut. Optimaise News menekankan langkah praktis ini tanpa menggantikan instruksi resmi petugas lapangan.
Ilham Wahab menegaskan bahwa perhitungan kerusakan menyeluruh baru menyusul setelah fase penyelamatan mereda. Sementara itu, pendataan 15 titik evakuasi di Kota Padang terus diperbarui seiring pergerakan air.
Ringkasnya, hujan deras Senin (3/8/2026) memicu banjir multiwilayah dengan ketinggian hingga 2,5 meter, ratusan warga dipindahkan, dan dua rumah sakit di Padang mengalami gangguan layanan. Koordinasi BPBD dan kesiapan warga menjadi penentu mitigasi risiko lanjutan.






