Arsenal dan Como 1907 berimbang 1-1 pada waktu normal di Stadion Emirates, London, Rabu 12 Agustus 2026 waktu setempat atau Kamis dini hari WIB, sebelum The Gunners menang 4-3 lewat adu penalti. Laga pramusim itu menutup rangkaian uji coba Arsenal dan menjadi reuni emosional pelatih Como, Cesc Fabregas, saat kembali menghadapi mantan klubnya.
Inti artikel
- Bagi Fabregas, malam di Emirates bukan sekadar uji coba
- Nico Paz hadir di tribune setelah kembali lebih cepat dari liburan usai membela Argentina di Piala Dunia
- Kehadirannya menandai ambisi Como di pramusim, termasuk agenda lanjutan melawan Liverpool di Anfield
Myles Lewis-Skelly membuka skor di menit ke-33 lewat kombinasi setelah kesalahan distribusi Jean Butez, lalu Martin Baturina menyamakan di babak pertama dengan tembakan keras ke sudut atas. Bruno Guimaraes, rekrutan senilai sekitar 75 juta pound dari Newcastle United, mencatatkan debut di babak kedua; David Raya menjadi pahlawan adu penalti dengan menepis eksekusi Ivan Smolcic dan Alvaro Morata.
Reuni Cesc Fàbregas di Emirates Stadium
Bagi Fabregas, malam di Emirates bukan sekadar uji coba. Mantan gelandang Arsenal dan Chelsea itu memimpin Como yang finis keempat Serie A 2025/2026 dan lolos Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Menurut rangkuman Optimaise News dari laporan laga, sudut emosional bertemu tanggapan taktis. Como menurunkan wajah baru sejak awal, termasuk Yan Couto dan Mattia Liberali, sambil menjaga intensitas yang membuat juara bertahan Premier League harus bekerja keras di rumah sendiri.
Nico Paz hadir di tribune setelah kembali lebih cepat dari liburan usai membela Argentina di Piala Dunia. Kehadirannya menandai ambisi Como di pramusim, termasuk agenda lanjutan melawan Liverpool di Anfield.
Debut Bruno Guimaraes dan pergantian di babak kedua

Babak pertama Arsenal menekan. Gabriel Jesus nyaris unggul tapi bola mengenai tiang dan situasi dianulir karena offside. Eberechi Eze turut jadi motor serangan setelah kembali dari tugas internasional.
Usai jeda, Mikel Arteta merotasi skuad. Guimaraes masuk dan langsung terlihat aktif dengan tekel pemulihan yang disambut penonton. Riccardo Calafiori juga diperkenalkan sebagai pemain pengganti.
Absensi Jurriën Timber dan Ben White serta kapasitas rotasi membatasi penampilan full starter. Arteta menahan sejumlah pilar menjelang Community Shield empat hari kemudian di Cardiff.
Gol Baturina yang mengguncang laga
Keunggulan tuan rumah lahir dari momen fatal Butez. Bola yang salah dibuang menyentuh Lewis-Skelly, disambung kerja sama dengan Gabriel Martinelli, lalu Lewis-Skelly menceplos ke gawang kosong. Itu gol pertamanya sejak Februari 2025.
Como menjawab sebelum turun minum. Baturina menerima bola dari sisi kiri, menembus ke tengah, melewati Max Dowman dan Theo Julienne, lalu melepas tembakan keras ke sudut atas tiang dekat yang mematahkan Kepa Arrizabalaga. Skor 1-1 bertahan hingga akhir 90 menit.
Babak kedua tetap ketat dengan pelanggaran yang merusak ritme. Bola mati Arsenal kurang menghasilkan, sementara David Raya yang masuk di babak kedua menepis peluang sayap Como di menit-menit akhir.
Drama adu penalti dan penyelamatan kiper Arsenal
Tanpa gol tambahan, laga dilanjut adu penalti. Ringkasan urutan dari sumber yang dihimpun Optimaise News: Lluis Milla (Como) gol; Martin Odegaard (Arsenal) gol; Maxence Caqueret gol; Kai Havertz gol; Ivan Smolcic ditepis Raya; Bruno Guimaraes gol; Jesus Rodriguez gol; Noni Madueke gagal (tiang); Alvaro Morata ditepis Raya; Christos Tzolis memastikan 4-3 bagi Arsenal ke gawang pengganti Noel Tornqvist.
Hanya Madueke yang gagal dari barisan The Gunners. Dua kegagalan Como pada Smolcic dan Morata, ditambah aksi Raya, menentukan penutup pramusim di kandang.
Arsenal siap hadapi Community Shield
Hasil ini menutup pramusim Arsenal setelah sejumlah kemenangan uji coba, kecuali kekalahan 2-3 dari Borussia Dortmund di Emirates Cup. Selanjutnya anak asuh Arteta bertemu Manchester City di Community Shield, Millennium Stadium, Cardiff.
Como memakai duel ini sebagai simulasi menjelang Liga Champions dan laga pramusim berikutnya. Head-to-head resmi kedua klub belum pernah terjadi sebelumnya; pertemuan Emirates menandai benturan pertama dalam format persahabatan modern.
Bagi pembaca di Indonesia, skor 1-1 plus drama 4-3 AP menandai transisi musim: debut Guimaraes, reuni Fabregas, dan jam terbang rotasi sebelum kompetisi resmi digelar.







