Arsenal vs Como Usai Imbang 1-1, 4-3 Adu Penalti

Arsenal vs Como imbang 1-1 di Emirates 13 Agustus 2026, lalu Arsenal menang 4-3 adu penalti. Ringkasan gol, penalti, dan jalur ke Community Shield.

Author Image

Adel

Arsenal vs Como Usai Imbang 1-1, 4-3 Adu Penalti

– Arsenal menutup pramusim di Emirates Stadium, London, Kamis 13 Agustus 2026, dengan hasil seri 1-1 lawan Como 1907 di waktu normal sebelum unggul 4-3 lewat adu penalti. Duel Arsenal vs Como jadi ujian terakhir sebelum Community Shield melawan Manchester City di Millennium Stadium, Cardiff.

Inti artikel

  • Duel Arsenal vs Como jadi ujian terakhir sebelum Community Shield melawan Manchester City di Millennium Stadium, Cardiff
  • Enam menit pertama sudah memberi alarm bagi kiper tamu
  • Tembakan Gabriel Jesus nyaris membuka skor, namun bola membentur tiang dan rebound tidak dimanfaatkan

Optimaise News merangkum bahwa gol Myles Lewis-Skelly di menit ke-33 sempat bawa The Gunners unggul, namun Martin Baturina menyamakan skor menjelang istirahat dengan sobekan yang melewati Kepa Arrizabalaga. Skor 1-1 bertahan sampai peluit panjang, lalu penalti yang menentukan.

Awal cepat Arsenal dan senjata tiang gawang

Enam menit pertama sudah memberi alarm bagi kiper tamu. Tembakan Gabriel Jesus nyaris membuka skor, namun bola membentur tiang dan rebound tidak dimanfaatkan. Arsenal terus menekan dengan tempo tinggi di sepertiga akhir lawan.

Pada menit ke-33 Lewis-Skelly mencetak gol, membuat papan skor 1-0 untuk tuan rumah. Gerakan dari lini tengah ke depan terlihat lebih terkoordinasi dibanding phase awal latihan tanding sebelumnya. Como menjawab lewat serangan cepat yang pada akhirnya menghasilkan gol Baturina sebelum turun minum.

Babak kedua padat pelanggaran, bola mati sia-sia

Adu penalti 4-3 dan siapa yang gagal
Adu penalti 4-3 dan siapa yang gagal.

Setelah istirahat, intensitas naik lewat banyak pelanggaran dan situasi bola mati. Arsenal mendapat beberapa free kick dan corner yang menjanjikan, tetapi eksekusi dan finishing kurang tajam. Como bertahan padat sambil menunggu counter, sehingga skor tetap 1-1 hingga menit 90.

Tidak ada gol tambahan di waktu normal. Kedua pelatih tampaknya lebih fokus menyempurnakan rotasi dan ketahanan fisik daripada memaksakan kemenangan di reguler time. Situasi itu membawa laga ke adu penalti sebagai penutup resmi rangkaian pramusim.

Adu penalti 4-3 dan siapa yang gagal

Di babak penalti Arsenal unggul 4-3. Noni Madueke menjadi satu-satunya pemain Arsenal yang gagal mengeksekusi. Dari sisi Como, dua penalti meleset: Alvaro Morata gagal, disusul Ivan Smolcic yang juga tidak berhasil.

Keputusan wasit dan posisi kiper menjadi penentu di momen-momen krusial tersebut. Kemenangan lewat adu penalti memberi momentum positif meski hasil 90 menit berimbang. Bagi pembaca di Indonesia yang mengikuti jadwal preseason lewat siaran tertunda, hasil ini menegaskan rotasi skuat sudah mendekati matang menjelang kompetisi resmi.

Susunan pemain dan langkah berikutnya

Di gawang Arsenal tampil Kepa Arrizabalaga. Lini belakang menampilkan Theo Julienne, Marli Salmon, Gabriel Magalhaes, serta Piero Hincapie. Myles Lewis-Skelly, Eberechi Eze, Ethan Nwaneri, dan Max Dowman mengisi ruang tengah, sementara Gabriel Jesus bersama Gabriel Martinelli jadi ancaman di depan.

Como memulai dengan Jean Butez di bawah mistar. Yan Couto, Jacobo Ramón, Marc-Oliver Kempf, dan Álex Valle berjaga di belakang. Máximo Perrone, Lucas Da Cunha, serta Mattia Liberali menopang tengah, dilengkapi Martin Baturina, Assane Diao, dan Anastasios Douvikas di lini serang.

Dengan pramusim resmi ditutup, perhatian beralih ke Community Shield kontra Manchester City di Cardiff. Optimaise News melihat duel Arsenal vs Como ini sebagai cermin kesiapan skuat jelang musim yang lebih padat, terutama soal ketahanan setelah 90 menit dan ketepatan eksekusi bola mati yang masih perlu ditingkatkan.

Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.