Brian Madjo menjalani debut kompetitif Aston Villa dengan cara yang sulit dilupakan. Di Red Bull Arena, Salzburg, Kamis dini hari 13 Agustus 2026 WIB, striker yang baru gabung Januari 2026 itu mencetak gol penyama 1-1 lawan juara Liga Champions Paris Saint-Germain di final Piala Super Eropa.
Inti artikel
- Brian Madjo menjalani debut kompetitif Aston Villa dengan cara yang sulit dilupakan
- Hasil akhir 1-2 untuk PSG lewat penentu Desire Doue tidak menghapus sorotan pada pemain muda berpostur 193 cm itu
- Brian Madjo lahir di Enfield Januari 2009 dengan darah Kamerun dan meniti junior di Luksemburg sebelum pindah ke Metz
Hasil akhir 1-2 untuk PSG lewat penentu Desire Doue tidak menghapus sorotan pada pemain muda berpostur 193 cm itu. Transfernya sempat digoyang isu eligibilitas FIFA sebelum proses ke CAS selesai, sehingga laga resmi musim panas ini baru membuka pintu debutnya.
Jejak karier awal Brian Madjo dari Académie de Metz ke Premier League
Brian Madjo lahir di Enfield Januari 2009 dengan darah Kamerun dan meniti junior di Luksemburg sebelum pindah ke Metz. Di klub Prancis itu ia merampungkan jalur akademi, debut Ligue 1, lalu meneken kontrak profesional.
Aston Villa merekrutnya 12 Januari 2026 dengan nilai sekitar 12 juta euro. Profil fisik kuat dan sentuhan teknis membuatnya sering disandingkan dengan tipe Romelu Lukaku di lini depan. Di level nasional ia sempat main untuk Luksemburg senior sebelum memilih Inggris U-17.
Dalam rangkuman Optimaise News, langkah ke Premier League justru sempat tertunda di lapangan resmi karena sengketa usia dan kelayakan FIFA. Baru setelah jalur CAS beres, Unai Emery bisa menurunkan Madjo di partai kompetitif.
Debut kompetitif yang penuh tantangan di laga Super Eropa

Emery memilih Madjo di depan, bukan Ollie Watkins, saat Villa menghadapi PSG. Lawan langsungnya pasangan bek William Pacho dan Marquinhos. Laga itu juga jadi debut kompetitif setelah transfer dari Metz.
PSG unggul lewat Khvicha Kvaratskhelia di menit ke-20. Menjelang istirahat, Madjo merampungkan umpan John McGinn dan menyamakan skor 1-1. Ia main 72 menit sebelum diganti, dengan empat peluang tambahan di babak kedua yang belum termanfaatkan menjadi gol.
Sofascore mencatat enam peluang total, satu tembakan tepat sasaran yang berbuah gol. Tingginya 193 cm membuat duet bek Paris kesulitan mengamankan bola udara dan jalur transisi.
Rekor langka usia 18 tahun yang mematahkan catatan Kluivert
Gol ke gawang Matvey Safonov mengantar Brian Madjo sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah UEFA Super Cup, melewati patokan Patrick Kluivert yang berusia 19 tahun 220 hari saat beraksi 1996. Beberapa liputan juga mencatat status starter termuda di final ajang yang sama.
Sumber lain membandingkan rekor dengan catatan Jimmy Greaves di era Piala Fairs. Intinya sama: remaja yang baru diizinkan turun resmi langsung menulis nama di buku sejarah kompetisi antarklub Eropa.
Bagi pembaca yang mengikuti tracking wonderkid, momen ini memperkuat narasi bahwa debut senior di final super cup memberi bekal psikis beda dibanding laga pramusim semata.
Ulasan performa dan tanggapan Unai Emery pasca laga
Emery menekankan kerja keras Madjo sepanjang pramusim sebagai alasan starter. “Pengalaman mereka dan momen-momen seperti hari ini sangat penting,” kata Emery, dilansir ESPN. “Brian diturunkan hari ini karena selama pramusim ia telah menunjukkan kemampuannya untuk bekerja keras.”
Pelatih Spanyol itu menambah, yang terpenting tetap konsisten di level yang sama. Kepada TNT Sports, ia memuji cara anak asuh terus belajar usai kerja keras, dan menyebut pengalaman laga besar krusial bagi perkembangan mereka.
Optimaise News mencatat dari keterangan narasumber bahwa legenda Villa Gabriel Agbonlahor menyoroti ketenangan penyelesaian akhir Madjo dan penempatannya sebagai penyerang tunggal, bukan hanya headline usia gol.
Perbandingan dengan pemain muda Aston Villa di Piala Super Eropa
George Hemmings, 19 tahun, juga mendapat pujian. Hampir saja ia menjebol Safonov di babak kedua, mengumpulkan enam recovery, dan 14 umpan di sepertiga akhir, hanya kalah dari Emiliano Buendia yang 16 umpan.
Emery tidak merayakan kekalahan 1-2, tetapi bangga pada keberanian unit muda. Rotasi lima pemain muda setelah beban Piala Dunia memberi ruang, dan Madjo sekaligus diposisikan sebagai opsi depan saat Tammy Abraham belum penuh bugar.
Sebelum final, Madjo sudah mencetak gol pramusim ke gawang Indonesia All-Stars di GBK. Sintesis rekor usia, 72 menit bermain, enam peluang, dan kutipan Emery membentuk satu cerita: debut kompetitif lawan juara Eropa adalah ujian yang mengunci legitimasi di skuad Villa, bukan sekadar glow momen viral.







