Jakarta, Optimaise News – Albertina Ho gugur seleksi calon hakim agung 2026 di tahap kesehatan dan kepribadian. Eks dewas KPK yang juga hakim karier ini sempat lolos tahap administrasi dan rekam jejak sebelum gagal di uji kesehatan 3-5 Juni 2026.
Inti artikel
- Albertina Ho gugur seleksi calon hakim agung 2026 di tahap kesehatan dan kepribadian
- Eks dewas KPK yang juga hakim karier ini sempat lolos tahap administrasi dan rekam jejak sebelum gagal di uji kesehatan 3-5 Juni 2026
- Perjuangan 13 tahun di KPK menjadi bekal utamanya saat menyusul 335 pendaftar calon hakim agung tahun 2026
Perjuangan 13 tahun di KPK menjadi bekal utamanya saat menyusul 335 pendaftar calon hakim agung tahun 2026. Ia berhasil lolos administrasi bersama 138 peserta lain sehingga masuk 139 nama yang mengikuti seleksi kualitas.
Tahap Administrasi dan Rekam Jejak
Seleksi administrasi April 2026 menjadi entry point yang ketat. Albertina Ho yang mantan dewas KPK berhasil lolos sehingga masuk daftar 139 calon. Penelusuran rekam jejak berlangsung hampir dua bulan hingga akhir Juli 2026. Hasil penelusuran justru ikut menentukan siapa yang akan lolos ke tahap wawancara terbuka.
Seleksi Kesehatan dan Kepribadian
Uji kesehatan dan kepribadian 3-5 Juni 2026 menjadi titik buntut. Albertina Ho tidak lolos meski sudah melalui tahap penelusuran rekam jejak. Hasil seleksi ini langsung memengaruhi jumlah peserta yang lolos ke wawancara terbuka 3-7 Agustus 2026. Hanya 39 dari 139 yang bisa lewat wawancara yang diikuti panel berasal dari Komisi Yudisial.
Wawancara dan Pengumuman Akhir
Wawancara terbuka menjadi kesempatan terakhir sebelum nama-nama final dikirim ke DPR. Pada 28 Juli 2026 disebutkan 23 peserta lolos seleksi kesehatan, kepribadian, dan rekam jejak. Sementara Komisi Yudisial kemudian mengirimkan 14 nama calon hakim agung dan ad hoc ke DPR pada 12 Agustus 2026. Berita tentang hasil uji kesehatan yang biasa diberitakan adalah 19 nama lolos uji kesehatan calon hakim agung. Albertina Ho, mantan anggota dewas KPK, jadi salah satu yang tidak masuk daftar 19 tersebut.
Konteks Lolosnya Penerima Hadiah
Proses seleksi calon hakim agung melibatkan pengawasan publik. Presiden Joko Widodo dalam beberapa kesempatan menekankan pentingnya calon hakim agung yang berintegritas dan berpengalaman. Albertina Ho yang juga berprofesi sebagai hakim karier sejak lama kini menjadi bagian dari cerita bagaimana seorang mantan penegak korupsi bisa gugur di tahap uji kesehatan.
Proses Penerusan ke DPR
Setelah serangkaian tes tertulis, studi kasus, rekam jejak, dan wawancara terbuka, Komisi Yudisial menyusun daftar akhir. Pada 12 Agustus 2026 Komisi Yudisial menyerahkan nama-nama tersebut ke DPR RI. Pasar volatilitas dan dinamika politik tetap menjadi sorotan publik setiap kali komisi yudisial mengirim calon hakim agung dan ad hoc.







