Jakarta, Optimaise News – Tujuh personel Angkatan Laut Amerika Serikat tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam perkelahian internal di atas USS Abraham Lincoln pada 12 Agustus 2026, menurut Tasnim yang dikutip Press TV. Insiden itu terjadi di tengah perang AS-Iran ketika kapal induk uss itu sedang bertugas blokade di Samudra Hindia.
Inti artikel
- Insiden itu terjadi di tengah perang AS-Iran ketika kapal induk uss itu sedang bertugas blokade di Samudra Hindia
- Suasana di geladak masih tegang hingga saat ini
- Pihak militer AS maupun Gedung Putih belum mengeluarkan tanggapan resmi apa pun terkait peristiwa tersebut
Suasana di geladak masih tegang hingga saat ini. Pihak militer AS maupun Gedung Putih belum mengeluarkan tanggapan resmi apa pun terkait peristiwa tersebut.
Keluhan Awak dan Kedatangan Penasihat CENTCOM
Penasihat Komandan CENTCOM Brad Cooper naik ke kapal untuk merespons keluhan awak. Keluhan itu muncul setelah keluarga personel memprotes masa tugas yang terlampau panjang.
Cooper berbicara di hadapan personel namun disoraki dan dilempari botol air. Situasi memanas cepat dan berubah menjadi konfrontasi fisik di antara kru.
Pengerahan kapal sudah berlangsung 263 hari. Dari jumlah itu, 208 hari berturut-turut dihabiskan di laut tanpa jeda berarti.
Rekor Operasi Tanpa Henti dan Konteks Wilayah
Durasi tersebut disebut sebagai pengerahan tanpa henti terlama bagi sebuah kapal induk AS di era modern. Kapal hanya sempat singgah sebentar di Oman pada Juli lalu sebelum kembali ke area operasi.
Tugas utamanya adalah operasi di Samudra Hindia untuk memblokade pelabuhan Iran. Tekanan operasional yang terus-menerus menjadi latar belakang keresahan di kalangan awak.
Berbeda dengan entri umum di kapal induk wikipedia yang membahas definisi dan sejarah, peristiwa ini menyoroti tekanan nyata di kapal induk uss modern. Tidak ada laporan terkait upaya membakar kapal induk dalam insiden ini.
Suasana Tegang dan Absennya Respons Resmi
Setelah perkelahian yang melibatkan pisau dan senjata tajam, kondisi di kapal tetap mencekam. Belum ada pernyataan dari militer Amerika Serikat atau Gedung Putih hingga pemberitaan ini disusun.
Optimaise News mencatat bahwa laporan awal semata-mata berasal dari sumber Iran. Verifikasi independen dari pihak AS masih dinantikan.
Keluarga yang sebelumnya menyuarakan protes kini menunggu kejelasan nasib kerabat mereka. Ketegangan di laut lepas menambah kompleksitas konflik yang sedang berlangsung.







