Jakarta, Optimaise News – Media Iran mengklaim tujuh personel Angkatan Laut AS tewas dalam kekerasan antar-awak di kapal induk USS Abraham Lincoln. Laporan Tasnim yang dikutip Press TV dan Mehr News Agency pada Rabu, 12 Agustus 2026, menyebut insiden itu menyusul kunjungan penasihat Komandan CENTCOM Brad Cooper.
Inti artikel
- Media Iran mengklaim tujuh personel Angkatan Laut AS tewas dalam kekerasan antar-awak di kapal induk USS Abraham Lincoln
- Beberapa personel lain dilaporkan luka-luka
- Angkatan Laut AS, CENTCOM, dan Gedung Putih belum merilis tanggapan langsung
Beberapa personel lain dilaporkan luka-luka. Angkatan Laut AS, CENTCOM, dan Gedung Putih belum merilis tanggapan langsung. Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, klaim itu muncul setelah ratusan kerabat di San Diego memprotes masa tugas yang diperpanjang tanpa tanggal pulang.
Klaim Tasnim vs senyap resmi Washington
Tasnim, dikutip Press TV, merujuk sumber militer yang disebut mengetahui peristiwa di kapal induk USS tersebut. CNN merangkum versi serupa dengan frasa tujuh personel “saling bunuh”, diduga karena tugas berkepanjangan.
AFU.id menekankan klaim tujuh tewas belum dikonfirmasi independen oleh Angkatan Laut AS maupun media militer Amerika. Kabar24 dan Republika mencatat hal yang sama: hingga laporan disusun, tidak ada pernyataan resmi Pentagon.
Kerangka verifikasi sederhana memisahkan dua lapis. Lapis pertama adalah narasi Tasnim/Mehr soal pisau dan korban jiwa. Lapis kedua adalah keluhan keluarga AS yang sudah ada sebelum berita Iran, soal kelelahan dan tanggal kepulangan.
Dari lemparan botol ke senjata tajam: urutan versi sumber Iran
Menurut Tasnim, Cooper naik ke kapal merespons keluhan awak yang memuncak setelah keluarga memprotes lama penugasan. Ia berbicara di hadapan personel yang berkumpul.
“Penasihat tersebut disoraki dan dilempari botol air saat berbicara di depan sekelompok personel,” kata sumber militer seperti dilaporkan Tasnim. Situasi lalu disebut berubah cepat menjadi kekerasan fisik.
“Konfrontasi kemudian berkembang menjadi perkelahian di antara anggota kru yang melibatkan pisau dan senjata tajam lainnya, menyebabkan tujuh personel tewas dan beberapa lainnya luka-luka,” ujar sumber tersebut. Suasana di atas kapal dilaporkan masih tegang dan tidak menentu.
263 hari dan 208 hari tanpa henti di Samudra Hindia
USS Abraham Lincoln menjalani pengerahan 263 hari. Kapal beroperasi di Samudra Hindia dengan misi utama menegakkan blokade Washington terhadap pelabuhan Iran.
Ia sudah berada di laut 208 hari berturut-turut, disebut masa pengerahan tanpa henti terlama bagi sebuah kapal induk AS di era modern. Singgah ke darat hanya sebentar di Oman pada Juli.
Kabar24, merujuk Military Times, menulis pengerahan semestinya berhenti pada Mei 2026, lalu diperpanjang. CNN menambahkan kapal dikerahkan ke Timur Tengah setelah keterlibatan terkait Venezuela, lalu terlibat serangan AS-Israel ke Iran akhir Februari.
200 kerabat hadang pejabat Angkatan Laut di San Diego
Pekan lalu di San Diego, sekitar 200 kerabat mengonfrontasi Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut Hung Cao. Mereka menuntut kejelasan tanggal pulang, kesehatan mental, dan keselamatan kerja.
AFU merujuk Stars and Stripes soal pengumuman di kapal bahwa seorang personel dicegah melompat. Annabelle Loma, istri seorang awak, mengatakan suaminya pernah mencoba melompat dan kini berstatus medical hold. Maria Rodriguez menceritakan suaminya menarik rekan yang bersiap terjun ke laut.
Republika, dari keluhan keluarga, juga mencatat fasilitas binatu tak beroperasi dua minggu dan jamur di kamar mandi. Optimaise News mencatat dari keterangan narasumber bahwa angka operasional 263 hari, 208 hari, dan sekitar 5.000 awak berdiri berdampingan dengan permintaan tanggal pulang yang masih ditolak atas alasan keamanan operasional.
5.000 awak, blokade pelabuhan Iran, dan suasana masih tegang
Sekitar 5.000 pelaut dan Marinir AS berada di kapal. Keluarga menyuarakan kelelahan, tekanan psikologis, dan dampak pengerahan panjang terhadap kemampuan bertugas dengan aman.
Kapal induk meninggalkan San Diego pada 21 November 2025 untuk misi yang semula dirancang berakhir Mei 2026. Pemimpin militer, menurut CNN, sudah menyarankan pemerintahan Donald Trump agar tidak memperpanjang perang, tetapi konflik belum menunjukkan tanda berakhir.
Pencarian “kapal induk wikipedia” atau “Kapal Induk Gambar dan Stok Foto” hanya memberi konteks visual kapal induk gambar di ensiklopedia. Tren pencarian hari ini justru tertarik pada klaim kekerasan dan tekanan misi, bukan definisi kapal induk wikipedia semata. Analogi kebakaran 12 Maret 2026 di USS Gerald R. Ford, dengan sekitar 200 terluka, sempat dipakai Republika untuk membandingkan risiko kapal induk USS di laut, tanpa menyamakan mekanisme kejadian.







