Surabaya, Optimaise News – Pemerintah Kota Surabaya merancang integrasi kegiatan MICE dan destinasi wisata setempat agar peserta tidak buru-buru pulang. Langkah itu digelar di kota perdagangan dan jasa ini dengan landasan data okupansi hotel Juni 2026 yang mencapai 53,00 persen menurut Badan Pusat Statistik.
Inti artikel
- Pemerintah Kota Surabaya merancang integrasi kegiatan MICE dan destinasi wisata setempat agar peserta tidak buru-buru pulang
- Angka tersebut naik 3,05 poin dari Mei 2026 (49,95 persen) sekaligus 14,43 poin di atas TPK Jawa Timur yang hanya 38,57 persen
- Data BPS menempatkan Surabaya di posisi lebih sehat dibanding rata-rata provinsi
Angka tersebut naik 3,05 poin dari Mei 2026 (49,95 persen) sekaligus 14,43 poin di atas TPK Jawa Timur yang hanya 38,57 persen. Durasi menginap rata-rata masih 1,38 malam atau sekitar satu hingga dua malam, sehingga ruang untuk menahan tamu lewat paket wisata menjadi fokus utama bagi pelaku hotel dan UMKM.
TPK 53 persen jadi fondasi tarik masa tinggal lebih panjang
Data BPS menempatkan Surabaya di posisi lebih sehat dibanding rata-rata provinsi. Namun angka 1,38 malam mengingatkan bahwa sebagian besar tamu masih memandang kota ini sekadar titik pertemuan bisnis.
Herry Purwadi, pejabat pimpinan dinas kebudayaan, kepemudaan, olahraga, dan pariwisata setempat, menjelaskan bahwa karakter Surabaya sebagai pusat perdagangan serta jasa sudah dilengkapi hotel dan destinasi pendukung. Meski begitu, pola lama peserta MICE cenderung sebatas rapat lalu check-out tanpa eksplorasi lebih jauh.
Optimaise News mencatat bahwa kesenjangan antara okupansi yang membaik dan lama tinggal yang pendek justru membuka celah strategi. Jika tamu bisa ditahan semalam ekstra, restoran, ojek wisata, hingga pengelola atraksi kecil ikut merasakan efek berganda.
Pemkot Surabaya integrasikan MICE dengan pariwisata lewat paket siap pakai

Pemkot menawarkan rangkaian paket wisata yang dirancang khusus agar peserta tetap berada di Surabaya setelah agenda formal selesai. Paket tersebut diposisikan sebagai tambahan yang mudah diadopsi hotel maupun biro perjalanan lokal.
Event MICE pun tak lagi dibatasi di ballroom atau restoran. Destinasi wisata boleh dijadikan venue langsung, mulai dari sesi outdoor hingga pertemuan sambil berkeliling kawasan bersejarah. Cara ini memotong jarak antara “rapat” dan “liburan singkat”.
Bagi UMKM, model paket berarti permintaan pasti terhadap transportasi kecil, pemandu, kerajinan, dan kuliner khas. Operator lokal dapat menyiapkan opsi setengah hari atau full day yang terhubung dengan agenda konfrensi tanpa harus mengubah jadwal utama tamu.
Kota Lama direvitalisasi rutin demi venue alternatif
Kawasan Kota Lama terus digarap dan dihidupkan kembali paling tidak setiap tahun atau dua tahun. Revitalisasi itu menciptakan ruang publik yang layak untuk pameran, networking outdoor, atau side event kecil.
Dengan lingkungan yang lebih rapi dan aktif, pengelola properti sekitar dapat menempatkan booth UMKM atau café sementara. Peserta yang sebelumnya langsung kembali ke daerah asal punya alasan visual dan pengalaman baru untuk menambah malam menginap.
Herry menekankan bahwa tawaran destinasi di luar hotel adalah cara praktis memotong kebiasaan “rapat-selesai-pulang”. Ketika lokasi acara sudah menyatu dengan spot wisata, transisi ke aktivitas rekreasi menjadi lebih natural.
Peluang konkret bagi hotel dan UMKM lokal
Hotel dapat menjual kamar dengan add-on paket seharga terjangkau yang mencakup transfer ke Kota Lama atau spot lain. Biaya tambahan kecil tapi dampaknya ke okupansi lanjutan jelas terasa jika rata-rata bisa digeser dari 1,38 malam menuju dua malam penuh.
Pengusaha kuliner dan kerajinan di kawasan revitalisasi bisa menyiapkan menu grup atau souvenir limited edition khusus delegasi. Kolaborasi dengan biro perjalanan mikro memungkinkan mereka masuk ke rantai pasok tanpa modal promosi besar.
Pola ini juga mengurangi ketergantungan pada musim liburan sekolah. MICE yang tersebar sepanjang tahun memberi arus kunjungan lebih stabil, terutama jika venue digeser ke destinasi yang ingin dipromosikan Pemkot.







