Surabaya, Optimaise News – Surabaya, 10 Agustus 2026, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup memberikan imbalan sebesar Rp 300.000 bagi warga yang melaporkan aksi pencurian fasilitas umum dengan bukti foto jelas pelaku sedang melakukan tindakan. Peristiwa ini menjadi bagian dari program sayembara khusus yang bertujuan menjaga keamanan ruang publik serta meningkatkan daya tarik kota sebagai destinasi wisata.
Inti artikel
- Kepala DLH menjelaskan bahwa tujuannya adalah menjaga fasilitas publik tetap layak untuk dinikmati sehari-hari
- Hal ini diharapkan turut mendongkrak jumlah wisatawan yang datang sehingga sektor pariwisata Surabaya semakin berkembang
- Beberapa jenis fasilitas di kota ini sudah umum dilaporkan hilang
Optimaise News mencatat bahwa program ini bukan sekadar insentif biasa. Bahkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Surabaya M. Fikser menegaskan bahwa pelaporan wajib dilengkapi bukti konkret agar benar-benar mendapat perhatian. Semua laporan dapat diajukan melalui akun resmi Instagram Dinas Lingkungan Hidup Surabaya, setelah itu tim respon serta transfer dana Rp 300.000.
Tujuan Pemkot Surabaya Jalankan Sayembara Ini
Bayaran yang ditawarkan bertujuan tidak hanya memotivasi warga melaporkan kejadian, tetapi juga mendorong masyarakat lebih aktif menjaga lingkungan sekitar. Kepala DLH menjelaskan bahwa tujuannya adalah menjaga fasilitas publik tetap layak untuk dinikmati sehari-hari. Hal ini diharapkan turut mendongkrak jumlah wisatawan yang datang sehingga sektor pariwisata Surabaya semakin berkembang.
Jenis Fasilitas Umum yang Paling Sering Dicuri
Beberapa jenis fasilitas di kota ini sudah umum dilaporkan hilang. Kursi besi yang dipasang di taman kota misalnya sering dibawa, karena bahan krom baja membuatnya bernilai hampir Rp 3 juta. Bahkan setelah DLH memasang rantai kunci pada kakinya serta baut tambahan dan las perkuat, barang tersebut masih dilaporkan hilang.
Tanaman hias dan bunga di sekitar pohon taman kota hingga pinggir sungai juga sering mendapat kunjungan pencuri. Kabel lampu pada tiang taman kota yang berpotongan panjang bisa dibawa dalam hitungan menit. M. Fikser mengira pencurian kabel semacam ini mungkin dilakukan oleh lebih dari satu orang atau kelompok, karena sulit dijangkau oleh satu orang saja.
Bukti Pelaporan Harus Betul-Betul Lengkap
Berdasarkan peraturan DLH, bukti yang dikirim harus menunjukkan pelaku dengan jelas dan tidak memaksa lagi. Hanya laporan yang memenuhi syarat tersebut yang akan diproses dan dikonfirmasi oleh tim. Semua proses dilakukan melalui jalur resmi agar tidak terjadi penyalahgunaan.
Langkah Masyarakat untuk Awasi Fasilitas di Sekitar
Warga disarankan secara rutin memeriksa area kebun bawah rumah atau halaman hingga tempat umum sekitar. Cek pula barang yang dipasang di tempat wisata atau taman agar tidak cepat dirampas. Jika dilakukan kolektif, keberadaan fasilitas publik akan lebih aman dan menarik lebih banyak orang.
F.A.Q Laporan Pencuri Fasilitas Umum di Surabaya
Apa syarat agar mendapatkan imbalan Rp 300.000?
Harus menyertakan foto terbaru pelaku saat beraksi dan melalui akun Instagram resmi DLH Surabaya.
Berapa lama respons laporan biasanya?
Tim akan balas dan proses pembayaran dalam waktu singkat setelah bukti lengkap diterima.
Fasilitas mana yang paling rentan dicuri di Surabaya?
Fasilitas besi seperti kursi taman, tanaman hias, serta kabel lampu di area taman dan pinggir sungai.
Apakah ada batas maksimal berapa banyak laporan yang diterima?
Tidak ada batas ketat, tetapi setiap laporan harus memenuhi standar bukti foto jelas agar sah.
Program ini terus dipantau agar pelapor mendapat penghargaan tepat waktu sesuai jadwal terakhir pelaporan pada 10 Agustus 2026.







