Surabaya, Optimaise News – Pemkot Surabaya mencatat Surabaya Great Expo 2026 menghasilkan nilai transaksi Rp7,75 miliar setelah digelar 5 hingga 9 Agustus 2026 di Exhibition Hall Grand City Surabaya. Acara yang merayakan Hari Jadi Kota Surabaya ke-733 sekaligus HUT RI ke-81 ini menarik 48.022 pengunjung.
Inti artikel
- Acara yang merayakan Hari Jadi Kota Surabaya ke-733 sekaligus HUT RI ke-81 ini menarik 48.022 pengunjung
- Rinciannya mencakup transaksi langsung Rp5,05 miliar plus potensi lanjutan Rp2,701 miliar
- Angka Rp7,75 miliar mencerminkan daya beli yang aktif di arena pameran
Rinciannya mencakup transaksi langsung Rp5,05 miliar plus potensi lanjutan Rp2,701 miliar. Optimaise News merangkum bahwa pameran lima hari tersebut memadukan ruang UMKM, layanan publik, dan program edukasi agar pelaku usaha terus bertransaksi usai penutupan.
Rincian Rp7,75 Miliar dan Daya Tarik Pengunjung
Angka Rp7,75 miliar mencerminkan daya beli yang aktif di arena pameran. Komponen langsung Rp5,05 miliar sudah dibayar di tempat, sementara Rp2,701 miliar dinilai masih berpeluang diselesaikan setelah peserta saling menghubungi.
Dengan 48.022 orang hadir, antrean di booth produk lokal dan zona layanan terlihat padat hampir setiap sesi. Volume pengunjung memberi ruang bagi UKM untuk menampilkan stok sekaligus merekam kontak calon pembeli yang belum final di hari yang sama.
Penyelenggara menekankan momentum ulang tahun kota dan kemerdekaan nasional sebagai alasan banyak keluarga dan komunitas menyempatkan datang. Hal itu membantu menjaga arus orang di Grand City tanpa mengandalkan promosi tunggal.
Program Acara dan Zona Layanan Publik

Rangkaian kegiatan di dalam hall mencakup pentas seni-tarian, sesi talkshow, pelatihan singkat, peragaan busana, hiburan panggung, lomba komunitas, serta program bersama pihak pendidikan. Variasi itu membuat pengunjung tidak hanya belanja, tetapi juga ikut workshop atau menonton showcase.
Selain area dagang, dibuka counter layanan publik. Ada fasilitas keimigrasian, konsultasi BPOM, pengurusan merek, proses sertifikasi halal, info jalur ekspor, hingga pos kesehatan. Integrasi ini memudahkan pelaku usaha mengurus dokumen sambil memantau stand dagang mereka.
Mia Santi Dewi, pejabat yang memimpin dinas koperasi usaha mikro serta perdagangan Surabaya, menegaskan acara bukan semata etalase produk. Menurutnya, penutupan pameran tidak memutus rantai kerja sama; pelaku UKM didorong melanjutkan negosiasi dan transaksi di luar hall.
Dampak Pasca SGE bagi UKM Naik Kelas

Setelah lima hari berakhir, ekspektasi Pemkot terfokus pada transaksi tambahan, kolaborasi baru, dan perluasan basis pelanggan. Targetnya, lebih banyak unit usaha mikro kecil yang naik kelas lewat jaringan yang terbentuk selama expo.
Konteks historis dari liputan serupa di sejumlah portal menunjukkan SGE kerap dipakai sebagai motor penggerak UMKM. Tahun-tahun sebelumnya sempat muncul target transaksi di kisaran miliaran, sementara rekam jejak multi tahun disebut mencapai puluhan miliar kumulatif. Data 2026 ini menempatkan edisi terbaru dalam tren pertumbuhan yang sama, meski fokus liputan Optimaise News tetap pada angka resmi Rp7,75 miliar dan 48.022 pengunjung.
Pelaku yang ikut pameran diminta menjaga momentum: follow-up order, jaga stok, dan manfaatkan layanan sertifikasi atau ekspor yang sudah dicoba di lokasi. Dengan demikian, nilai lanjutan Rp2,701 miliar berpeluang terealisasi tanpa menunggu edisi berikutnya.







