Laurens Serahkan Diri ke Polrestabes Surabaya

Laurens Lekatompessy alias Pace menyerahkan diri ke Polrestabes Surabaya usai pembacokan valet Ambyar. Kejadian 25 Juli 2026 di Jalan Basuki Rahmat.

Author Image

Adel

Laurens Serahkan Diri ke Polrestabes Surabaya

Pembacokan Valet Ambyar Jadi Korban Penyerahan Diri

Pelaku pembacokan valet Feri dan Didik di tempat parkir Ambyar Surabaya, Laurens Lekatompessy alias Pace, akhirnya menyerahkan diri pada Minggu malam 9 Agustus 2026. Kejadian ini terjadi di lokasi Jalan Basuki Rahmat dan berdampak serius pada dua korban yang mengalami luka bakar kepala serta sakit mata.

Inti artikel

  • Kejadian ini terjadi di lokasi Jalan Basuki Rahmat dan berdampak serius pada dua korban yang mengalami luka bakar kepala serta sakit mata
  • Kejadian bermula saat debt collector mencoba mengambil mobil Suzuki Karimun Wagon R milik pengguna parkir pada 25 Juli 2026
  • Percakapan yang dimulai secara damai berubah menjadi perkelahian hebat, hingga salah seorang valet jatuh pingsan akibat luka serius

Kejadian bermula saat debt collector mencoba mengambil mobil Suzuki Karimun Wagon R milik pengguna parkir pada 25 Juli 2026. Percakapan yang dimulai secara damai berubah menjadi perkelahian hebat, hingga salah seorang valet jatuh pingsan akibat luka serius.

Fakta Tambahan: Penangkapan dan Kondisi Korban

Fakta Tambahan: Penangkapan dan Kondisi Korban
Ilustrasi Fakta Tambahan: Penangkapan dan Kondisi Korban.

Laurens yang berbadan sedang dengan tinggi 165-170 cm dan rambut pendek ikal hitam beserta kulit sawo matang kini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Satreskrim Polrestabes Surabaya sejak insiden tersebut terjadi. Pada 5 Agustus 2026 polisi menerima perintah dari Kapolrestabes Luthfie Sulistiawan untuk segera buru dan menangkap pelaku.

Setelah menghubungi pengurus M1R pelaku berkomunitas tersebut, Laurens dijemput dan menyerahkan diri kepada pihak berwenang. Korban Johan dilaporkan kepalanya pecah karena pengeroyokan dan matanya masih dalam kondisi nyeri. Proses pembebratan penyidik berlangsung pada Senin 10 Agustus 2026.

Kejadian pembacokan valet ini menyoroti betapa rentananya layanan parkir malam hari di kawasan ibu kota Jawa Timur. Bagi pemilik UMKM yang bergantung pada mobil mereka agar disimpan dengan aman, cerita ini menjadi pengingat untuk lebih waspada dalam memilih tempat parkir. Dengan serapan komunitas M1R, kasus dapat ditutup cepat namun meninggalkan trauma bagi para petugas.

Dampak pada Keamanan UMKM

Selain Feri dan Didik, satu petugas lain ikut terluka hebat sehingga tidak bisa melanjutkan penjagaan. Kasus ini juga menunjukkan betapa pentingnya hubungan antar komunitas dalam menjaga keamanan publik. Laurens asal Latulahat Nusaniwe Ambon yang berusia 24 tahun kini menjadi tahanan dan menjalani proses hukum sesuai perintah pimpinan polisi.

Bagi masyarakat Surabaya yang sering memarkir kendaraan di area komersial, kejadian serupa dapat mempengaruhi kepercayaan. Namun dengan penyerahan diri pelaku, diharapkan ada lebih banyak kasus pembacokan valet yang dapat dicegah di masa depan. Polrestabes Surabaya terus mengimbau masyarakat agar melaporkan kejadian serupa segera agar tidak berulang.

Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.