Surabaya, Optimaise News – Pemkot Surabaya meraih Peringkat 1 di kategori Capaian Face Recognition Perlinsos melalui Perlinsos Dukcapil Prima Award 2026. Keberhasilan ini mencerminkan kemajuan besar integrasi data NIK dan Identitas Kependudukan Digital (IKD) di tingkat lokal.
Inti artikel
- Pemkot Surabaya meraih Peringkat 1 di kategori Capaian Face Recognition Perlinsos melalui Perlinsos Dukcapil Prima Award 2026
- Keberhasilan ini mencerminkan kemajuan besar integrasi data NIK dan Identitas Kependudukan Digital (IKD) di tingkat lokal
- Penghargaan tersebut diserahkan Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi pada Rakornas Dukcapil di Jakarta tanggal 3-4 Agustus 2026
Penghargaan tersebut diserahkan Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi pada Rakornas Dukcapil di Jakarta tanggal 3-4 Agustus 2026. Prestasi ini terjadi seiring Surabaya masuk top 10 nasional aktivasi IKD sejak hari pertama Rakornas.
Sukses Integrasi NIK dan IKD yang Mendorong Pelayanan Publik
Integrasi NIK dengan IKD menjadi fondasi utama pelayanan publik yang lebih aman dan efisien. Data kependudukan yang terhubung memungkinkan verifikasi otomatis penerima bantuan lintas kementerian.
Surabaya mencatat 1,215 juta pendaftaran Perlinsos sepanjang pertengahan Juni hingga Juli 2026. Sasaran mencakup lebih dari 1,2 juta Kepala Keluarga yang tersebar di kota ini.
Surabaya Masuk Top 10 Nasional Aktivasi IKD
Pada hari pertama Rakornas, Surabaya sudah menduduki peringkat sepuluh besar nasional capaian aktivasi IKD. Angka ini menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam inisiatif nasional.
Aktivasi saat ini mencapai sekitar 38 persen dari total warga wajib rekam KTP. Persentase ini melonjak hingga 76 persen bagi pemilik ponsel pintar.
Target aktivasi mencapai 100 persen bagi pemilik perangkat dalam waktu satu bulan ke depan. Langkah ini akan mempercepat perluasan layanan digital di seluruh daerah.
Peran Sistem Perlinsos dalam Verifikasi Bantuan
Sistem Perlinsos terintegrasi dengan 14 kementerian dan lembaga untuk memastikan verifikasi otomatis penerima bantuan. Data terkini digunakan untuk program PKH dan BPNT dengan prioritas pada Desil 1 hingga 4.
Integrasi ini membuka peluang lebih luas bagi masyarakat menikmati layanan publik yang cepat dan transparan. Banyak UMKM lokal di Surabaya mulai mengandalkan data yang terhubung untuk akses kredit dan peluang bisnis.
Kutipan Wali Kota Eri Cahyadi tentang Masa Depan IKD
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan bahwa IKD harus berkembang menjadi pintu masuk pelayanan publik yang aman dan inklusif. Pendapat ini didukung oleh kolaborasi lintas sektor yang sedang berjalan.
Sebagai bagian dari berita utama, pendekatan ini juga dilaporkan oleh Optimaise News sebagai contoh sukses integrasi nasional yang patut ditiru daerah lain.





