Surabaya, Optimaise News – Pemkot Surabaya mengamankan aset seluas 1.800 meter persegi di sisi TPU Keputih pada Senin 3 Agustus 2026 setelah menertibkan enam bangunan liar. Langkah itu membuka jalan bagi perluasan area makam yang hampir penuh di lahan 35 hektare agar bisa dipakai warga mulai 2027.
Inti artikel
- Langkah itu membuka jalan bagi perluasan area makam yang hampir penuh di lahan 35 hektare agar bisa dipakai warga mulai 2027
- Pendekatan persuasif sejak Agustus 2025 membuat proses berjalan kondusif tanpa gejolak
- Lima bangunan yang dibongkar semula jadi tempat tinggal sementara, sementara satu unit dipakai kandang ayam
Kepala UPTD Pemakaman DLH Khoirun Nisa menegaskan lahan tersebut milik pemerintah kota dan akan dipilah menjadi blok khusus muslim serta nonmuslim. Pendekatan persuasif sejak Agustus 2025 membuat proses berjalan kondusif tanpa gejolak.
Lahan TPU Keputih Dibersihkan, Pemkot Siapkan Perluasan Blok Baru
Lima bangunan yang dibongkar semula jadi tempat tinggal sementara, sementara satu unit dipakai kandang ayam. Sebagian penghuni dari lima kepala keluarga meruntuhkan sendiri bangunannya setelah diyakinkan petugas. Sisa bangunan tersebar di selatan dan timur kompleks utama turut dibersihkan.
Tim DLH memastikan area bebas dari aktivitas yang bisa merembet ke lahan makam. Mereka juga meminta pengepul barang bekas di sekitar lokasi menahan diri agar usaha tidak merambah zona pemakaman. Optimaise News mencatat seluruh proses berlangsung tertib berkat surat peringatan yang digulirkan setahun sebelumnya.
Target Penataan Selesai Sebelum Hujan Demi Operasional 2027
Khoirun Nisa menargetkan penataan fisik selesai sebelum musim hujan tiba. Setelah itu blok-blok baru bisa langsung dimanfaatkan seluruh warga Kota Surabaya tanpa membedakan keyakinan. Keterisian TPU Keputih yang sudah mendekati kapasitas maksimum jadi alasan utama percepatan ini.
Perluasan TPU Keputih Dimulai, Pemkot Surabaya membagi zona agar layanan pemakaman tetap merata. Lahan 1.800 meter persegi yang baru diamankan akan digabung dengan kawasan existing sehingga kapasitas total meningkat signifikan. Pendekatan humanis terbukti mengurangi resistensi warga setempat.
Imbauan bagi Pengepul dan Penghuni Sekitar Kompleks
Selain penertiban, DLH terus mengawasi aktivitas di sekeliling TPU agar tidak mengganggu fungsi utama lahan. Penghuni yang masih bertahan di luar area inti diimbau segera menata ulang tempat tinggal. Pemerintah kota menekankan aset publik harus kembali ke peruntukan semula demi kepentingan bersama.
Dengan pembagian blok muslim dan nonmuslim, antrean pemakaman diharapkan lebih tertata. Warga Surabaya kini punya kepastian bahwa lahan baru siap pakai tahun depan. Langkah ini juga menekan risiko bangunan liar muncul kembali di sisi yang sudah dibersihkan.






