Salat bisa batal bila muslim abaikan 13 rukun salat yang menjadi fondasi sahnya ibadah. Setiap gerakan dan bacaan wajib ini harus dilengkapi secara berurutan tanpa ada yang terlewat.
Inti artikel
- Salat bisa batal bila muslim abaikan 13 rukun salat yang menjadi fondasi sahnya ibadah
- Setiap gerakan dan bacaan wajib ini harus dilengkapi secara berurutan tanpa ada yang terlewat
- Umat Islam di mana pun perlu menguasainya agar pahala salat fardu maupun sunnah diterima Allah SWT
Umat Islam di mana pun perlu menguasainya agar pahala salat fardu maupun sunnah diterima Allah SWT. Optimaise News menyajikan rincian lengkap supaya mudah diingat dan dipraktikkan sehari-hari di tengah kesibukan.
Niat hingga Al-Fatihah sebagai Pembuka 13 Rukun Salat
Rukun pertama adalah niat di dalam hati saat memulai salat. Niat menentukan jenis salat yang dikerjakan seperti zuhur atau ashar. Tanpa niat yang jelas salat dianggap tidak sah menurut fikih.
Berikutnya berdiri tegak bagi yang mampu melakukannya. Orang yang sakit boleh duduk atau berbaring sesuai kemampuan tubuhnya. Syarat ini menjaga agar ibadah tetap nyaman tapi memenuhi standar.
Takbiratul ihram menyusul dengan mengangkat tangan dan mengucap Allahu Akbar. Gerakan ini menandai masuknya seseorang ke dalam salat secara resmi. Bacaan harus jelas dan tidak diganti dengan kata lain.
Membaca surah Al-Fatihah lengkap menjadi rukun keempat yang tak boleh dilewatkan. Bacaan ini wajib di setiap rakaat tanpa terkecuali. Kesalahan di bagian ini sering bikin salat perlu diulang.
Ruku I’tidal dan Sujud sebagai Inti Gerakan

Ruku dilakukan dengan membungkuk hingga punggung rata dan tangan memegang lutut. Tuma’ninah atau diam sejenak wajib di sini agar gerakan sempurna. Banyak orang buru-buru sehingga rukun ini cacat.
I’tidal berarti bangkit berdiri tegak setelah ruku sambil mengucap bacaan tertentu. Posisi tubuh harus lurus kembali sebelum lanjut ke sujud. Rukun ini menjaga keseimbangan seluruh gerakan salat.
Sujud dilakukan dua kali di setiap rakaat dengan tujuh anggota tubuh menyentuh lantai. Dahi, hidung, kedua tangan, lutut, dan ujung jari kaki harus menempel. Tuma’ninah lagi-lagi jadi kunci keabsahan sujud.
Duduk di antara dua sujud menyusul sebagai rukun kedelapan. Posisi duduk iftirasy atau yang sederhana cukup dilakukan. Bacaan doa boleh ditambahkan tapi bukan termasuk rukun.
Tasyahud Akhir Salam serta Tertib Penutup
Duduk untuk tasyahud akhir dilakukan di rakaat terakhir salat. Posisi biasanya tawarruk dengan kaki kiri di bawah. Ini membedakan dari duduk di tengah rakaat.
Membaca tasyahud akhir lengkap wajib diucapkan dengan jelas. Isinya kesaksian keesaan Allah dan kerasulan Muhammad SAW. Tidak boleh diganti atau dipotong sembarangan.
Shalawat atas Nabi Muhammad SAW menyusul setelah tasyahud. Bacaan minimal Allahumma shalli ala Muhammad sudah mencukupi. Rukun ini menegaskan penghormatan kepada Rasulullah.
Salam pertama ke kanan dengan ucapan assalamu’alaikum warahmatullah menutup gerakan utama. Salam kedua ke kiri bersifat sunah. Tertib atau urutan seluruh rukun harus dijaga ketat supaya salat tidak acak dan batal.
Kesalahan Umum yang Sering Membatalkan Salat
Salah satu kesalahan paling sering adalah lupa niat atau niat yang rancu di hati. Banyak yang hanya mengucap di lidah tanpa kesadaran penuh. Akibatnya salat perlu diulang dari awal lagi.
Tuma’ninah yang terburu-buru juga rawan membatalkan rukun. Ruku atau sujud yang sekejap tanpa diam sejenak dianggap belum sempurna. Umat Islam disarankan melatih ketenangan di setiap gerakan salat.
Melewatkan Al-Fatihah atau mengucap salah urutan gerakan juga berbahaya. Tertib dilanggar bila ruku dulu baru baca fatihah misalnya. Periksa ulang gerakan agar sesuai panduan fikih yang benar.







