Saham Bank Dorong IHSG Naik 1,32% ke Level 6.188

Indeks Harga Saham Gabungan berbalik ke zona hijau pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2026, setelah

Author Image

Dyah

Saham Bank Dorong IHSG Naik 1,32% ke Level 6.188

Indeks Harga Saham Gabungan berbalik ke zona hijau pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2026, setelah sesi pagi sempat merana. Mengacu data Refinitiv, indeks membuka sesi II dengan kenaikan 1,32 persen atau sekitar 80 poin ke level 6.188,33.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menguat 3,94 persen, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 3,85 persen, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) bertambah 2,29 persen. Gabungan emiten bank besar itu menyumbang lebih dari 50 poin pada pergerakan indeks siang hari.

Isyarat moneter di forum investasi menggerakkan asing

Sudut yang menonjol di luar pergerakan harga harian adalah respons investor terhadap penegasan pejabat Bank Indonesia. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti berbicara di forum investasi yang digelar Rabu, 15 Juli 2026, di Main Hall BEI.

Liza Camelia Suryanata dari Kiwoom Sekuritas Indonesia menempatkan penegasan itu sebagai pemicu kejernihan bagi pelaku asing. Menurutnya, mereka akhirnya mendengar langsung jaminan soal beban skema stabilisasi rupiah.

“Gara-gara acara CNBC Invesment Forum kemarin itu! Finally investor asing mendengar senior deputy governor berbicara sendiri tentang menjamin bank-bank Indonesia tidak menanggung kerugian BI dalam skema stabilisasi rupiah,” ungkap Liza.

Destry menjelaskan otoritas moneter sudah aktif di pasar NDF luar negeri sejak April 2026. Operasi digelar 24 jam enam hari seminggu lewat jaringan kantor wilayah di luar negeri, antara lain di Singapura, Hong Kong, dan New York.

“Sejak April, BI terobosan BI masuk di pasar NDF 24 jam 6 hari. Kami menggunakan kanwil di luar untuk masuk monitor NDF,” kata Destry. Ia menegaskan kembali: “Kami menggunakan kanwil di luar untuk masuk monitor NDF.”

Akumulasi big cap usai fase tekanan

Akumulasi big cap usai fase tekanan

Analis Panin Sekuritas Elandry Pratama memandang lonjakan belakangan sebagai hasil perpaduan beberapa pendorong. Setelah fase tekanan yang cukup dalam, investor mulai kembali mengakumulasi emiten bank besar yang likuid dan fundamentalnya solid.

Arus keluar dana asing juga terlihat lebih mereda dibanding periode sebelumnya. Ruang itu membuka peluang masuk kembali ke kapitalisasi besar di sektor keuangan.

Dari sisi bisnis, Elandry menyinggung harapan membaiknya kondisi likuiditas, prospek pertumbuhan penyaluran kredit, serta level valuasi yang semakin kompetitif. Kebijakan High Shareholding Concentration (HSC) ikut membentuk persepsi positif soal transparansi pasar modal domestik.

“Meski demikian, investor tetap perlu mencermati faktor eksternal seperti arah suku bunga global, pergerakan rupiah, dan keberlanjutan capital flow asing untuk melihat apakah penguatan sektor perbankan dapat berlanjut,” kata Elandry, Jumat (17/7/2026).

Menurut pantauan Optimaise News, perpaduan sinyal moneter dan akumulasi di emiten bank menjadi penopang utama balik arah indeks siang itu. Sektor keuangan bersama energi menopang laju IHSG.

Kelonggaran NDF dan instrumen valas baru

Kelonggaran NDF dan instrumen valas baru

Selain masuk ke NDF lepas pantai, otoritas moneter memberi kelonggaran tertentu bagi dealer utama Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA) yang memenuhi syarat. Mereka dapat melakukan transaksi jual NDF di pasar luar negeri dalam kerangka stabilisasi moneter.

Skema itu bersifat sukarela dan tak diperbolehkan menutup posisi lewat beli cover di DNDF. Langkah ini diarahkan untuk mendukung stabilitas kurs sekaligus pendalaman pasar keuangan dalam negeri.

“Dalam rangka stabilisasi moneter bisa jual NDF tidak boleh beli cover di DNDF itu sifatnya voluntary, Kenapa primary dealers karena ada hubungan ke BI dan banyak juga terkait LCT dan sebagainya,” papar Destry.

Instrumen operasi moneter valas juga diperluas dengan spot dan swap dalam pasangan CNH terhadap rupiah. Optimaise News mencatat rangkaian langkah itu memberi konteks mengapa emiten bank mendapat angin segar di sesi siang 17 Juli, bukan sekadar pantulan harga semata.

FAQ

Berapa penguatan IHSG dan bank besar pada 17 Juli 2026?

IHSG membuka sesi II naik 1,32 persen atau sekitar 80 poin ke 6.188,33. BMRI +3,94 persen, BBRI +3,85 persen, dan BBNI +2,29 persen, dengan kontribusi gabungan di atas 50 poin.

Apa yang disampaikan Destry Damayanti soal NDF?

BI aktif di pasar NDF lepas pantai sejak April 2026, beroperasi 24 jam enam hari lewat kantor wilayah luar negeri. Dealer utama PUVA tertentu mendapat kelonggaran jual NDF di offshore dalam kerangka stabilisasi moneter.

Faktor apa yang diingatkan analis agar investor waspada?

Elandry Pratama menyoroti arah suku bunga global, pergerakan rupiah, dan keberlanjutan aliran modal asing sebagai penentu apakah penguatan sektor perbankan bisa berlanjut.

Mengapa sentimen asing disebut membaik?

Liza Camelia Suryanata menilai penegasan di forum investasi mid-Juli memberi kejernihan bahwa bank domestik tidak menanggung kerugian BI dalam skema stabilisasi rupiah, sehingga pelaku asing merespons lebih tenang.

Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.