Suami-Istri Hidup Mewah Kantongi Rp87 M

Pejabat bank Escompto A.M. Sonneveld gelapkan 122 ribu gulden setara 73 kg emas atau Rp87 miliar. Kabur lewat Meester Cornelis–Bandung–Surabaya ke Hong Kong

Author Image

Dyah

Suami-Istri Hidup Mewah Kantongi Rp87 M

Jejak pelarian pejabat bank kolonial Batavia yang menggelapkan 122 ribu gulden—setara 73 kilogram emas—menyingkap jalur kereta Meester Cornelis–Bandung–Surabaya pada 1913. Nilai itu, dihitung ulang dengan harga emas masa kini, mendekati Rp87 miliar.

A.M. Sonneveld dan istrinya sempat menikmati kemewahan di kota itu sebelum kabur, lalu tertangkap di Hong Kong dan diekstradisi. Catatan Optimaise News menelusuri audit internal, rute kabur berantai, hingga vonis pengadilan Hindia Belanda.

Latar belakang mantan perwira KNIL di bank swasta terbesar Hindia Belanda

A.M. Sonneveld berusia 45 tahun ketika skandalnya meledak di surat kabar kolonial. Sebelum menjadi pejabat di Nederlandsch-Indie Escompto Maatschappij, bank swasta terbesar di Hindia Belanda, ia sempat berdinas sebagai perwira KNIL.

Jabatan dan status sosialnya membuat sumber kekayaan pasangan itu jarang digugat. Hampir tak ada yang menduga dana nasabah ikut membiayai pesta dan gaya hidup mewah mereka di Batavia, nama lama Jakarta.

Temuan audit yang bongkar transaksi tidak wajar senilai 122 ribu gulden

Temuan audit yang bongkar transaksi tidak wajar senilai 122 ribu gulden

Pemeriksaan internal Escompto menemukan transaksi yang tidak wajar. Penelusuran lanjutan menempatkan Sonneveld sebagai pelaku utama penggelapan dana nasabah berskala besar.

Awal September 1913, mayoritas koran di Hindia Belanda memberitakan skandal pegawai bank di Batavia. Deli Courant edisi 5 September 1913 mencatat pria berusia 45 tahun itu terbukti mengambil 122 ribu gulden milik nasabah setelah bank menelusuri transaksi mencurigakan; dari situ ia diketahui menjalankan “permainan kotor.”

Hitung nilai: dari gulden 1913 ke 73 kg emas hingga setara Rp87 miliar kini

Hitung nilai: dari gulden 1913 ke 73 kg emas hingga setara Rp87 miliar kini

Pada 1913, harga emas tercatat sekitar 1,67 gulden per gram. Dengan patokan itu, 122 ribu gulden cukup untuk membeli 73 kilogram emas.

Jika 73 kilogram emas dinilai ulang dengan acuan sekitar Rp1,2 juta per gram, totalnya mendekati Rp87 miliar. Perbandingan gulden–emas–rupiah modern inilah yang membuat kasus lama itu kembali dibaca sebagai penggelapan raksasa era kolonial.

Optimaise News mencatat, angka konversi tersebut membantu pembaca memahami skala hasrat kemewahan yang dibiayai uang nasabah.

Ciri fisik buronan yang disebar polisi lewat koran kolonial

Polisi menetapkan pasangan itu sebagai buronan dan menyebar deskripsi fisik lewat koran serta tempat umum. De Sumatra Post (6 September 1913) merinci ciri Sonneveld: kulit coklat dan berdarah Belanda, bekas luka di pipi kanan serta lutut, usia 45 tahun.

Penyebaran identitas itu mempercepat penelusuran jalur kabur. Informasi saksi kemudian mengarah ke rute kereta ke selatan pulau Jawa.

Rute kabur berantai: kereta dari Meester Cornelis, hotel Bandung, lanjut Surabaya

Sonneveld dan istrinya meninggalkan Batavia jauh sebelum status tersangka formal. Mereka naik kereta dari Meester Cornelis—kini Jatinegara—menuju Bandung.

“Polisi mendeteksi dia menyewa mobil dari Meester Cornelis dan pergi ke hotel di Bandung,” tulis pewarta Deli Courant. Dari Bandung, perjalanan dilanjutkan dengan kereta ke Surabaya.

Bataviaasch Nieuwsblad (7 September 1913) melaporkan Sonneveld bertemu seorang kenalan di dalam kereta. Kepada kenalan itu ia mengaku akan studi banding ke cabang Escompto di Hong Kong begitu tiba di Surabaya.

Kenalan tersebut menilai cerita itu dusta belaka lalu melapor ke polisi. Kepolisian Hindia Belanda segera menghubungi otoritas Hong Kong.

Belum lama mendarat di Hong Kong, keduanya ditangkap dan diekstradisi. Tas berisi sisa uang hasil penggelapan turut disita.

Di pengadilan, Sonneveld mengakui mencuri demi hasrat hidup mewah; istrinya mengetahui perbuatan itu dan ikut menutupi. Ia dihukum lima tahun penjara, sementara istrinya mendapat tiga bulan di hotel prodeo. Kasus ini tercatat sebagai pencurian terbesar dekade 1910-an di wilayah itu.

FAQ

Berapa nilai uang yang digelapkan Sonneveld?

Audit bank menemukan 122 ribu gulden dana nasabah. Dengan harga emas 1,67 gulden per gram tahun 1913, jumlah itu setara 73 kilogram emas atau sekitar Rp87 miliar hari ini.

Siapa A.M. Sonneveld?

Ia mantan perwira KNIL yang kemudian menjadi pejabat di Nederlandsch-Indie Escompto Maatschappij, bank swasta terbesar di Hindia Belanda, dan berusia 45 tahun saat kasusnya terungkap.

Bagaimana rute pelarian pasangan itu?

Mereka naik kereta dari Meester Cornelis ke Bandung, menyewa mobil ke hotel, lalu melanjutkan kereta ke Surabaya sebelum menuju Hong Kong. Di Hong Kong keduanya langsung diciduk dan diekstradisi.

Apa hukuman yang dijatuhkan?

Sonneveld mendapat lima tahun penjara. Istrinya dihukum tiga bulan di hotel prodeo karena mengetahui dan menutupi perbuatan suaminya.

Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.