RupiahCepat Genjot Budaya Data Aman Usai 609 Juta Serangan Siber

RupiahCepat gelar training ISO 27001 & 27701 Agustus 2026. Hadapi 609,39 juta serangan siber BSSN dan risk 241 hari deteksi IBM untuk jaga data pengguna.

Author Image

Dyah

RupiahCepat Genjot Budaya Data Aman Usai 609 Juta Serangan Siber

– PT Kredit Utama Fintech Indonesia atau RupiahCepat menggelar rangkaian awareness training standar ISO pada 4 dan 6 Agustus 2026. Langkah itu diambil saat Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat sekitar 609,39 juta serangan siber di Indonesia sepanjang 2024, dengan sektor keuangan termasuk fintech sebagai sasaran utama.

Inti artikel

  • PT Kredit Utama Fintech Indonesia atau RupiahCepat menggelar rangkaian awareness training standar ISO pada 4 dan 6 Agustus 2026
  • Direktur RupiahCepat Anna Maria Chosani menegaskan keamanan data menjadi fondasi kepercayaan layanan keuangan digital
  • Ia menempatkan kesadaran seluruh karyawan sejajar dengan teknologi andal agar risiko kebocoran dapat dikenali lebih dini

Direktur RupiahCepat Anna Maria Chosani menegaskan keamanan data menjadi fondasi kepercayaan layanan keuangan digital. Ia menempatkan kesadaran seluruh karyawan sejajar dengan teknologi andal agar risiko kebocoran dapat dikenali lebih dini.

RupiahCepat Perkuat Keamanan Data Pengguna di Tengah Ancaman Siber lewat dua sesi ISO

Pada 4 Agustus 2026 perusahaan menyelenggarakan Awareness Training ISO/IEC 27001:2022. Dua hari kemudian, 6 Agustus 2026, dilanjutkan Training Keamanan Data dan Awareness ISO/IEC 27701:2025. Kedua sesi diarahkan agar staf memahami peran menjaga kerahasiaan data nasabah dan mengenali ancaman sejak tahap awal.

Anna Maria Chosani menekankan bahwa data yang dipercayakan masyarakat wajib dikelola secara aman, bertanggung jawab, dan sesuai standar berlaku. Menurutnya, budaya keamanan informasi sama pentingnya dengan infrastruktur teknologi yang handal.

Program awareness itu menjadi bukti komitmen meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Fokusnya bukan sekadar raih sertifikasi, melainkan perubahan perilaku harian di seluruh lini operasional pinjaman daring.

Laporan global 241 hari deteksi perkuat urgensi budaya internal

Laporan global 241 hari deteksi perkuat urgensi budaya internal
Laporan global 241 hari deteksi perkuat urgensi budaya internal.

Laporan IBM Cost of a Data Breach 2025 menunjukkan rata-rata organisasi membutuhkan 241 hari untuk mendeteksi sekaligus mengendalikan kebocoran data. Angka itu menjelaskan mengapa pelatihan rutin dinilai krusial bagi perusahaan fintech yang mengelola data pribadi dalam volume besar.

Founder PT Aktuator Cipta Cendekia Anton Dewantoro menambahkan bahwa budaya keamanan merupakan elemen penting sistem manajemen keamanan informasi. Ia menekankan keamanan informasi harus tertanam di seluruh karyawan, bukan hanya di perangkat lunak atau dokumen sertifikasi.

Dengan menempatkan orang sebagai lapisan pertahanan pertama, RupiahCepat berharap gap waktu deteksi dapat dipangkas. Setiap staf diharapkan mampu melaporkan indikasi anomali sebelum berkembang menjadi insiden besar.

Dampak praktis bagi UMKM dan peminjam daring

Bagi pelaku UMKM yang menggunakan layanan pinjaman digital, rangkaian pelatihan ini memberi sinyal bahwa mitra financing sedang memperkuat kontrol internal. Nasabah dapat meminta penjelasan ringkas soal prosedur akses data dan kanal pelaporan jika menemukan kejanggalan.

Optimaise News mencatat pendekatan berbasis budaya lebih murah dibanding pemulihan pasca-kebocoran yang bisa berlangsung berbulan-bulan. Perusahaan yang mengandalkan data nasabah sehari-hari perlu menyelaraskan SOP teknis dengan edukasi berulang agar risiko residual menurun.

Anton Dewantoro mengingatkan sistem manajemen keamanan informasi hanya efektif bila seluruh unit bisnis mempraktikkannya. RupiahCepat merespons dengan menempatkan pelatihan ISO 27001 dan 27701 sebagai fondasi, bukan formalitas tahunan semata.

Ke depan, penegakan budaya yang sama di tingkat cabang dan mitra channel akan menentukan apakah kepercayaan publik tetap terjaga. Angka 609,39 juta serangan di 2024 menjadi pengingat bahwa ancaman terus bergerak, sementara waktu deteksi rata-rata masih lama.

Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.