Jakarta, Optimaise News – Rimbun Sidahuruk resmi terpilih sebagai satu dari empat pelatih DBL Indonesia All-Star 2026. Debutnya di Kopi Good Day DBL Camp 2026 datang usai dia menolak tawaran kembali ke IBL karena jadwal bentrok.
Inti artikel
- Rimbun Sidahuruk resmi terpilih sebagai satu dari empat pelatih DBL Indonesia All-Star 2026
- Debutnya di Kopi Good Day DBL Camp 2026 datang usai dia menolak tawaran kembali ke IBL karena jadwal bentrok
- Pilihan sadar itu menempatkan komitmen DBL Camp di atas jalur profesional
Pilihan sadar itu menempatkan komitmen DBL Camp di atas jalur profesional. Skuad All-Star yang dilengkapi 24 pemain putra-putri kini bersiap program latihan dan kompetisi di Amerika Serikat.
Alasan Etis Melepas Tawaran Liga Profesional
Rimbun menolak tawaran IBL semata karena bentrok jadwal dengan DBL Camp. Dia berpegang pada prinsip sederhana bahwa DBL sudah memilihnya lebih dulu.
Menurut Rimbun, mengkhianati pihak yang lebih dulu percaya bukan opsi yang bisa diambil. Filosofi etis itu menjadi landasan keputusan yang dia sebut bukan kejutan, melainkan pilihan sadar.
Bagi pelatih muda di Indonesia, momen ini memperlihatkan tarik-menarik nyata antara gaji liga pro dan jalur development pelajar. Rimbun menempatkan pembinaan di level sekolah sebagai prioritas jangka panjang.
Keputusan itu juga mematahkan anggapan bahwa peluang profesional selalu harus didahulukan. Komitmen etis justru memperkuat citranya di komunitas pelatih DBL.
Funnel Ketat: 52 Pelatih, 16 Finalis, Empat All-Star

Seleksi DBL Camp 2026 melibatkan total 52 pelatih peserta. Mereka disaring bertahap hingga tersisa 16 finalis terbaik.
Tes penentu kemudian menetapkan empat nama All-Star. Rimbun lolos di percobaan debut, meski sempat merasa minder dibanding pelatih yang sudah mencoba berkali-kali.
Kerangka ringkasnya mudah diingat: funnel 52 ke 16 lalu 4. Materi digelar di DBL Academy Jakarta dari 27 April hingga 3 Mei 2026, termasuk sesi dari World Basketball Academy Australia.
Ritme seleksi yang ketat itu membuat label All-Star terasa lebih bermakna. Hanya empat orang yang akhirnya membawa skuad ke program internasional.
Modal IBL dan Emas PON di Balik Debut Camp

Modal Rimbun tidak datang tiba-tiba. Dia pernah menjadi asisten pelatih di IBL bersama Borneo Hornbills dan Bogor Hornbills pada musim 2023-2024.
Dia juga meraih medali emas PON DKI Jakarta pada 2021 dan 2024. Jalur kariernya berurutan dari Labschool 2023 dengan fantastic four, lalu IBL dan PON, kemudian SMA Pangudi Luhur.
Musim ini Rimbun membawa Pangudi Luhur ke final DBL Jakarta South. Prestasi itu menjadi bukti kapasitas konkret sebelum namanya muncul di All-Star.
Timeline terpadu Labschool-Hornbills-PON-Pangudi Luhur-debut Camp All-Star-AS jarang dirangkai utuh. Optimaise News memandang rangkaian itu sebagai fondasi yang membedakan debutannya dari sekadar nama baru.
Skuad 4 Pelatih plus 24 Pemain Siap Program ke AS
Skuad All-Star dilengkapi 24 pemain putra dan putri. Empat pelatihnya adalah Rimbun Sidahuruk, May Putridiana dari SMAN 3 Malang, Daniel Tedjo Seputro dari SMAN 11 Semarang, serta Gian Gumilar dari SMAN 9 Bandung.
Mereka akan menjalani program latihan dan kompetisi di Amerika Serikat. Persiapan intensif di DBL Academy Jakarta menjadi fondasi sebelum keberangkatan.
Label All-Star diharapkan membuka peluang lebih lebar ke depan. Termasuk tawaran gaji yang lebih kompetitif setelah pengalaman internasional.
Kerangka siap-scan sudah jelas: empat pelatih, 24 pemain, jendela camp 27 April-3 Mei, destinasi AS. Semua elemen itu tersusun rapi untuk satu tujuan development.
Peluang Pro Diyakini Tetap Terbuka Setelah Amerika
Rimbun yakin peluang profesional tetap terbuka setelah program di Amerika. Pengalaman bersama skuad All-Star dinilai memberi nilai plus di mata klub IBL.
Dia tidak menutup pintu kembali ke liga pro di kemudian hari. Namun saat ini prioritas mutlak ada pada DBL Camp dan perkembangan pemain pelajar.
Keputusan etis justru memperkuat reputasinya di kalangan pelatih muda. Komitmen pada development pelajar dinilai lebih berharga daripada gaji jangka pendek yang datang dengan risiko mengkhianati kepercayaan awal.
Optimaise News melihat pilihan Rimbun sebagai contoh nyata bagi generasi pelatih baru. Jalur development dan loyalitas bisa berjalan seiring tanpa harus mengorbankan masa depan profesional.
Tanya Jawab Seputar Rimbun Sidahuruk di DBL All-Star
Mengapa Rimbun Sidahuruk menolak tawaran IBL?
Karena jadwal bentrok dengan DBL Camp. Dia memilih tidak mengkhianati pihak yang sudah memilihnya lebih dulu sebagai landasan etis.
Kapan dan di mana DBL Camp 2026 digelar?
Materi camp berlangsung di DBL Academy Jakarta dari 27 April hingga 3 Mei 2026, dengan kontribusi World Basketball Academy Australia.
Siapa saja rekan pelatih All-Star Rimbun?
May Putridiana (SMAN 3 Malang), Daniel Tedjo Seputro (SMAN 11 Semarang), dan Gian Gumilar (SMAN 9 Bandung). Mereka memimpin 24 pemain putra-putri.
Apa bukti kapasitas Rimbun musim ini sebelum All-Star?
Dia membawa SMA Pangudi Luhur ke final DBL Jakarta South. Ditambah pengalaman asisten IBL Hornbills dan dua emas PON DKI Jakarta.







