Jakarta, Optimaise News – Hitungan jam terus berdetak menuju penentuan skuad. Sebanyak 30 finalis putra dan putri Kopi Good Day DBL Camp 2026 menunggu pengumuman 12 pemain All-Star pada Minggu 3 Mei 2026 pukul 18.00 WIB di Grand Atrium Mall Kota Kasablanka, Jakarta Pusat.
Inti artikel
- Hitungan jam terus berdetak menuju penentuan skuad
- Edisi tahun ini menonjol lewat funnel seleksi ketat, jalur wildcard, dan kurikulum multi-lokasi
- Proses bermula 27 April 2026 ketika 135 peserta tiba di DBL Academy Jakarta
Edisi tahun ini menonjol lewat funnel seleksi ketat, jalur wildcard, dan kurikulum multi-lokasi. Dari 135 peserta first serta second team di 30 kota dan 22 provinsi, ditambah Road to DBL Camp dan voting DBL Play, hanya segelintir yang bertahan hingga sesi penilaian terakhir.
Funnel Ketat: 135 Peserta Menyusut Jadi 30 Finalis
Proses bermula 27 April 2026 ketika 135 peserta tiba di DBL Academy Jakarta. Mereka menjalani kedatangan, pengukuran tubuh, tes medis, dan penilaian dasar yang menyusutkan jumlah ke Top 50.
Kamis 30 April 2026, panitia menetapkan Top 24. Penerima wildcard mendapat kesempatan kedua sehingga total finalis mencapai 30 orang putra-putri. Dari kelompok ini hanya 12 yang akan dinobatkan sebagai pemain DBL All-Star 2026.
Sintesis utuh funnel, dari 135 ke Top 50, Top 24 ditambah wildcard menjadi 30 finalis, lalu 12 terpilih, memberi gambaran jelas betapa ketatnya persaingan tingkat pelajar nasional. Setiap fase menuntut konsistensi agar tak tersingkir di ujung.
Tiga Lokasi, Dua Jalur Tambahan, dan 52 Pelatih

DBL Camp 2026 digelar di tiga lokasi sekaligus untuk pertama kalinya. Fase awal 27 hingga 30 April berlangsung di DBL Academy Jakarta. Setelah penentuan Top 24, kegiatan pindah ke GOR Soemantri Brodjonegoro.
Scrimmage dan penilaian akhir digelar 1-3 Mei di Grand Atrium Mall Kota Kasablanka. Dua jalur tambahan, Road to DBL Camp dan voting lewat DBL Play, memperluas akses di luar first dan second team reguler dari 30 kota.
Sebanyak 52 pelatih terlibat penuh di seluruh fase. Jumlah besar ini memastikan perhatian merata di tiap lokasi dan sesi latihan intensif yang padat.
Materi Harian: Fisik, 2v2-3v3, hingga Shell Drill Defensif

Kurikulum harian dibuka dengan tes fisik dan ketangkasan. Peserta diuji daya tahan, kecepatan, serta kelincahan sebagai dasar evaluasi awal.
Latihan dilanjutkan format 2v2 dan 3v3. Format mini memaksa pemain beradaptasi cepat, mengambil keputusan di ruang sempit, dan membangun chemistry tim.
Sesi defensif memakai shell drill. Drill berbentuk cangkang itu melatih posisi bertahan, rotasi, dan komunikasi antar pemain. Materi multi-lokasi ini memberi dimensi baru dibanding edisi sebelumnya.
Scrimmage di Kasablanka Jelang Pengumuman Pukul 18.00
Scrimmage digelar 1 hingga 3 Mei 2026 di Grand Atrium Mall Kota Kasablanka. Laga publik ini menjadi panggung terakhir bagi 30 finalis untuk menunjukkan kemampuan di hadapan pelatih dan penonton.
Bagi atlet pelajar, sesi tersebut punya arti penting. Mereka belajar tampil di bawah sorotan, mengelola tekanan, dan memaksimalkan kesempatan terakhir sebelum pengumuman pukul 18.00 WIB.
Setelah 12 nama diumumkan, langkah berikutnya adalah persiapan menuju panggung All-Star. Pengalaman scrimmage di mall menjadi bekal mental dan taktik yang berharga bagi mereka yang terpilih.
Peran Pelatih WBA Australia dan Staf DBL Academy
World Basketball Academy Australia mengirim jajaran pelatih berpengalaman. Mereka adalah Shane Froling, Andrew Vlahov, Rob Beveridge, Jason Cuperus, Donna Cuperus, dan Keagan Crawford yang membawa standar internasional.
Dari sisi DBL Academy, Dimaz Muharri, Madya Firman Anugerahadi, serta Ibnu Zakaria Dwinanda mendampingi penuh. Kombinasi pelatih internasional dan lokal ini mengangkat kualitas pembinaan di seluruh fase kamp.
Dengan total 52 pelatih, setiap finalis mendapat umpan balik detail di tiga lokasi. Pendekatan itu membedakan DBL Camp 2026 dan mempersiapkan 12 terpilih secara matang untuk tantangan berikutnya.







