Matthew Ivander Tembus 24 All-Star DBL Usai Yo-Yo 2120m

Matthew Ivander Setiawan siswa Raffles Christian School tembus 24 DBL All-Star 2026 lewat Road to Camp usai yo-yo 2120 meter level 19 tertinggi dari 270.

Author Image

Dwi

Matthew Ivander Tembus 24 All-Star DBL Usai Yo-Yo 2120m

Matthew Ivander Setiawan dari SMA Raffles Christian School Jakarta resmi masuk jajaran 24 pemain DBL Indonesia All-Star 2026. Ia menembus seleksi lewat jalur tambahan Road to DBL Camp yang digelar 30 Januari hingga 1 Februari di Ancol Hoops, Jakarta Pusat, bukan lewat first team atau second team.

Inti artikel

  • Matthew Ivander Setiawan dari SMA Raffles Christian School Jakarta resmi masuk jajaran 24 pemain DBL Indonesia All-Star 2026
  • Sejak hari pertama, Matthew mendominasi tes fisik dengan skor yo-yo test 2120 meter level 19 tertinggi
  • Dari 270 peserta Kopi Good Day DBL Camp 2026, ia lolos ke All-Star setelah partisipasi perdana

Sejak hari pertama, Matthew mendominasi tes fisik dengan skor yo-yo test 2120 meter level 19 tertinggi. Dari 270 peserta Kopi Good Day DBL Camp 2026, ia lolos ke All-Star setelah partisipasi perdana. Optimaise News menyoroti bagaimana student athlete ini mengubah rasa minder jadi kebanggaan keluarga.

Masuk lewat Road to DBL Camp, Bukan Slot First Team

Matthew Ivander Setiawan bergabung dengan DBL Camp melalui Road to DBL Camp. Event ini berlangsung di Ancol Hoops Jakarta Pusat selama tiga hari akhir Januari hingga awal Februari. Ia terpilih bersama 11 atlet pelajar lainnya dari berbagai sekolah.

Jalur ini berbeda dari rekrutmen first team dan second team yang biasanya sudah punya slot tetap. Bagi banyak pelajar, Road to DBL Camp jadi pintu masuk alternatif. Matthew memanfaatkan kesempatan itu dengan baik sejak awal.

Proses seleksi di Ancol Hoops menuntut kesiapan fisik dan skill basket. Matthew yang debut di DBL Camp menunjukkan komitmen tinggi. Prestasinya di kemudian hari membuktikan jalur non reguler bisa menghasilkan bintang.

Rasa Minder Saat Berhadapan dengan Eks Timnas

Rasa Minder Saat Berhadapan dengan Eks Timnas
Ilustrasi Rasa Minder Saat Berhadapan dengan Eks Timnas.

Sempat Minder Bersaing di DBL Camp, Kini Matthew Ivander Setiawan – Campers berhasil membuktikan kapasitasnya. Awalnya ia merasa minder menghadapi pemain terbaik daerah. Lawan-lawan itu termasuk eks timnas dan mantan All-Star yang pengalamannya jauh lebih kaya.

Rasa kurang percaya diri muncul wajar di tengah kompetisi ketat. Matthew sadar level lawan tinggi. Namun ia pilih fokus pada latihan dan tes daripada tenggelam dalam keraguan.

Perasaan minder itu justru jadi bahan bakar. Ia pakai momen itu untuk mendorong performa. Hasilnya terlihat jelas di hari-hari berikutnya di camp.

Hari Pertama Camp: Yo-Yo 2120 Meter Level 19

Hari Pertama Camp: Yo-Yo 2120 Meter Level 19
Ilustrasi Hari Pertama Camp: Yo-Yo 2120 Meter Level 19.

Di hari pertama Kopi Good Day DBL Camp 2026, Matthew langsung mencuri perhatian. Skor yo-yo test-nya mencapai 2120 meter di level 19. Angka itu jadi yang tertinggi di antara seluruh peserta.

Tes yo-yo mengukur kemampuan aerobik dan pemulihan cepat. Level 19 menandakan daya tahan luar biasa bagi atlet pelajar. Pencapaian Matthew memberi sinyal kuat soal kesiapan fisiknya.

Dominasi di tes fisik hari pertama membedakannya dari ratusan camper lain. Dari situ, peluang lolos ke tahap elit terbuka lebar. Ia buktikan kerja keras di lapangan membuahkan hasil objektif.

Dari 270 Peserta Camp ke 24 All-Star 2026

Total 270 atlet pelajar mengikuti Kopi Good Day DBL Camp 2026. Seleksi ketat hanya menyisakan 24 pemain untuk All-Star. Matthew Ivander Setiawan termasuk yang terpilih di jajaran itu.

Status DBL Indonesia All-Star 2026 menempatkan namanya di panggung tertinggi basket pelajar nasional. Bagi debutan lewat jalur Road to Camp, ini lompatan fantastis. Ia bergabung dengan elite student basketball Indonesia.

Pemilihan 24 All-Star mempertimbangkan performa keseluruhan di camp. Dominasi yo-yo plus kontribusi di sesi lain jadi penentu. Matthew layak mendapat tempat itu berkat konsistensi.

Apa Artinya Prestasi Ini bagi Student Athlete

Prestasi Matthew memberi inspirasi nyata bagi student athlete di seluruh Indonesia. Banyak pelajar tanpa slot first team atau second team sering merasa tertutup. Jalur seperti Road to DBL Camp membuktikan kesempatan masih terbuka lebar.

Ia tunjukkan bahwa rasa minder bisa diubah jadi motivasi. Fokus pada tes fisik dan mental kuat membawa hasil. Sekolah seperti Raffles Christian School Jakarta juga bisa bangga punya atlet seperti ini.

Bagi keluarga, keberhasilan Matthew jadi sumber kebanggaan besar. Bagi rekan student athlete, ini contoh bahwa kerja keras di jalur alternatif bisa tembus puncak. Optimaise News melihat narasi ini sebagai bukti sistem DBL yang inklusif.

Tanya Jawab Prestasi Matthew Ivander Setiawan

Siapa Matthew Ivander Setiawan dan dari mana asalnya?

Matthew Ivander Setiawan adalah siswa SMA Raffles Christian School Jakarta. Ia atlet basket pelajar yang baru pertama kali ikut DBL Camp 2026 dan langsung tembus All-Star.

Apa yang membuat Matthew menonjol di DBL Camp?

Skor yo-yo test 2120 meter level 19 di hari pertama jadi yang tertinggi. Ia juga lolos lewat Road to DBL Camp bersama 11 atlet pelajar lain dari total 270 peserta.

Bagaimana jalur Road to DBL Camp bekerja untuk Matthew?

Road to DBL Camp digelar 30 Januari sampai 1 Februari di Ancol Hoops, Jakarta Pusat. Jalur ini memberi akses tambahan di luar first dan second team hingga ia terpilih ke 24 All-Star.

Dwi
Redaktur Olahraga

Dwi adalah redaktur olahraga Optimaise News. Meliput sepak bola, basket, dan kompetisi internasional: skor, jadwal siaran, transfer, dan analisis pertandingan untuk pembaca Indonesia. Tulisan mengacu sumber pertandingan dan rilis resmi, disusun agar cepat dibaca di beranda dan Google Discover.