Jakarta, Optimaise News – Hits mellow Kesepian Kita lahir bukan dari romance semata, melainkan dari gejolak internal PAS Band saat drummer Richard Mutter memutuskan keluar. Sandy PAS Band menjelaskan, perasaan marah, sedih, dan berontak yang sempat mengguncang personel justru dialirkan menjadi karya yang masih sering diputar hingga kini.
Inti artikel
- Wawancara itu berlangsung di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Selasa, 3 Agustus 2026
- Richard Mutter bukan sekadar personel di balik drum
- Suasana di dalam band kala itu campur aduk
Wawancara itu berlangsung di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Selasa, 3 Agustus 2026. Dalam rangkuman Optimaise News, sudut cerita yang menonjol bukan sekadar duka, melainkan cara band mengubah konflik keluarga di dalam grup menjadi lagu yang kemudian memperluas basis pendengar.
Kepergian drummer yang dianggap keluarga memicu gejolak internal
Richard Mutter bukan sekadar personel di balik drum. Bagi Sandy dan rekan-rekan, PAS Band sudah dipandang sebagai rumah, sehingga keputusan Richard pergi terasa seperti kehilangan anggota keluarga.
Suasana di dalam band kala itu campur aduk. Ada rasa keberatan, amarah, sekaligus kesedihan yang sulit dipisahkan. Sandy menggambarkan pergolakan itu secara jujur, tanpa menapis nada personal yang muncul di antara mereka.
“Richard keluar, kami tuh sedih, marah, berontak dalam band kami tuh. Ngapain sih lu keluar? Gua marah karena lu keluar, tapi gua sedih karena di Pas Band itu lu bukan personil, lu adalah keluarga,” kata Sandy. Frasa itu menegaskan bahwa hubungan di dalam grup lebih dalam dari urusan kerja panggung biasa.
Dari sudut pembaca hari ini, pengakuan tersebut membingkai mengapa sebuah band rock era itu bisa menghasilkan ballad yang terasa intim. Konflik personal tidak disimpan, melainkan dijadikan bahan mentah penciptaan.
Kemasan romantis menyembunyikan protes personel PAS Band

Di telinga pendengar, Kesepian Kita terdengar mellow dan romantis. Di balik kemasan itu, Sandy menuturkan proses kreatifnya penuh rasa marah dan kecewa. Lagu digarap sebagai saluran protes sekaligus penumpahan kesedihan kolektif setelah kepergian Richard.
“Pada saat Richard keluar, kita bikin Kesepian Kita. Itu mellow romantis tapi bikin Pas Band jadi melebar fans-nya,” ujar Sandy. Menurut catatan yang dihimpun Optimaise News dari keterangan narasumber, perluasan fans justru datang dari karya yang berangkat dari luka internal, bukan dari formula hits yang dipaksakan.
Transformasi inilah yang membedakan narasi: berontak di ruang latihan berubah menjadi repertoar yang menempel lama di radio dan setlist. Kemasan lembut tidak meniadakan protes; ia justru membungkus kejujuran agar lebih mudah diterima publik luas.
Bagi banyak band Indonesia sezaman, jujur pada emosi sering kali lebih efektif daripada mengejar tren. Kesepian Kita menjadi contoh nyata bahwa ketegangan di dalam line-up bisa berbuah karya ikonik, asalkan digarap tanpa menyembunyikan rasa.
Penggalan lirik yang mengabadikan mimpi bersama
Sandy menyoroti penggalan lirik yang baginya merangkum perjalanan mereka. Penggalan itu terdengar sederhana, tetapi membawa jejak ambisi yang pernah digendong bersama Richard dan personel lain.
“Jadi, ingatlah kawan kita pernah saling memimpikan. Berlari-lari untuk wujudkan kenyataan,” tutur Sandy. Kalimat tersebut berfungsi seperti album foto lisan: mengingatkan bahwa band pernah berlari ke arah yang sama sebelum one of them memutuskan berpaling.
Dengan mengutip baris itu di depan media, Sandy menyambungkan nostalgia dengan tanggung jawab artistik. Lirik bukan ornamen; ia menjadi arsip emosional yang menjelaskan mengapa lagu tetap kuat di memori pendengar lama maupun pendengar baru.
Pembaca yang hanya mengenal Kesepian Kita sebagai balada soft rock kini mendapat konteks lebih utuh. Di balik melodi lembut tersimpan monolog singkat tentang persahabatan, rumah band, dan rasa ditinggal yang digubah ulang menjadi irama.
Prinsip berkarya langsung dari perasaan saat itu
Prinsip PAS Band, kata Sandy, sederhana: karya harus selaras dengan apa yang sedang dirasakan. Ketika Richard keluar dan seluruh personel sedih, kesedihan itu yang mengalir ke dalam Kesepian Kita.
“Pas Band itu adalah band yang karyanya sesuai dengan apa yang dirasain saat itu. Richard keluar, kita semua sedih. Bersedih, makanya lagunya Kesepian Kita,” pungkasnya. Prinsip tersebut menutup lingkaran cerita dari berontak internal menuju hits abadi.
Hingga kini lagu itu tetap menjadi salah satu repertoar yang paling banyak didengarkan. Kejujuran emosi, bukan kecanggihan arrangement semata, yang membuat karya tetap hidup di playlist publik.
Nilai tambah bagi pendengar masa kini adalah pelajaran sederhana: konflik line-up yang pahit bisa menjadi bahan mentah artistik, asalkan band berani menulis apa adanya. Sandy membingkai pengalaman itu tanpa drama berlebihan, hanya fakta perasaan yang kemudian jadi lagu.







