Relokasi PT DI-Kertajati, Husein Jadi Kawasan Ekonomi Terpadu

Reaktivasi Husein Agustus 2026 dibarengi usulan konversi lahan idle PT DI jadi hotel, logistik, dan sambungan tol Pasteur agar kawasan utara terpadu.

Author Image

Robbi Cahya Yudha

Relokasi PT DI-Kertajati, Husein Jadi Kawasan Ekonomi Terpadu

– Pengelola Bandara Internasional Husein Sastranegara terus mempercepat aktivasi dan mematangkan rute luar negeri, sementara wajah kawasan di utara landasan masih terpecah antara militer, pabrik PT Dirgantara Indonesia, dan perumahan elit. Menurut rangkuman Optimaise News dari opini Totok Siswantara (14 Agustus 2026) serta berita pemerintah, pusat dan daerah sudah sepakat merelokasi fasilitas produksi PT DI serta sebagian aset TNI AU ke Bandara Kertajati, Majalengka, agar lahan menganggur di Bandung bisa disatukan sebagai kawasan ekonomi semacam kawasan ekonomi khusus.

Inti artikel

  • Penerbangan perdana ke Lampung dan Palembang sudah terbang 6 dan 7 Agustus 2026
  • Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai rute keluar Pulau Jawa sebagai tahap penting reaktivasi
  • Selama ini tiga fungsi berdiri berdampingan tanpa integrasi: pangkalan militer, kawasan industri pesawat, dan hunian elit

Penerbangan perdana ke Lampung dan Palembang sudah terbang 6 dan 7 Agustus 2026. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai rute keluar Pulau Jawa sebagai tahap penting reaktivasi. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memajukan operasional ke Agustus 2026 dari target September, menyiapkan izin 20 hingga 24 rute domestik, dan menyerahkan pengelolaan kembali kepada PT Angkasa Pura (InJourney).

Segmentasi ego sektoral di utara landasan

Selama ini tiga fungsi berdiri berdampingan tanpa integrasi: pangkalan militer, kawasan industri pesawat, dan hunian elit. Ego sektoral itu membuat akses, parkir, logistik, dan wajah kota tidak berbicara dalam satu rencana. Pembaca yang keluar terminal tidak merasakan satu gerbang kemakmuran, melainkan potongan lahan yang masing-masing menjaga pagarnya sendiri.

Usulan kawasan terpadu justru lahir dari pecahan itu. Tanpa menyatukan peruntukan, bandara hanya menambah slot penerbangan, bukan pendapatan daerah yang mengalir ke perdagangan, pariwisata, pameran, olahraga, kampus, dan pertemuan ilmiah di Bandung Raya. Pintu, kata opini tersebut, harus dibuka bertahap sampai benar-benar lebar.

Konversi hanggar dan gedung mangkrak PT DI

Tol Pasteur-Husein melintasi lahan produksi
Ilustrasi Tol Pasteur-Husein melintasi lahan produksi.

Lahan PT DI di utara bandara dinilai terlalu luas untuk kapasitas order yang sepi. Hanggar, gedung manajemen, mesin produksi, perkantoran karyawan, gudang material, hingga rumah sakit atau poliklinik semakin kosong. Upaya direksi menyewakan fasilitas ke swasta belum berhasil.

Usulan konkret yang membedakan liputan ini: Gedung Pusat Manajemen yang megah diarahkan menjadi hotel bandara. Hanggar material yang menganggur diusulkan menjadi pusat usaha logistik. Alih fungsi itu mengubah aset idle menjadi fasilitas yang menempel langsung pada operasi Husein, bukan sekadar menyewakan bangunan ke penyewa acak.

Tol Pasteur-Husein melintasi lahan produksi

Sambungan jalan tol dari pintu Tol Pasteur ke bandara dianggap dekat secara spasial, tetapi terhalang lajur produksi yang menganggur. Pembangunan akses yang menembus kawasan PT DI dipandang mendesak agar wisatawan dan kargo tidak berputar di jalan kota yang sudah padat.

Farhan menekankan tugas Pemkot ada di luar pagar bandara: memperbaiki akses, menjaga kebersihan, dan merapikan keindahan. Rencana fisik tematik meliputi Gerbang Husein serta penyesuaian wajah kawasan Gerbang Tol Pasteur. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta trotoar bersih, lampu jalan menyala, dan permukaan jalan rata agar kesan pertama penumpang tidak rusak.

Dampak penerbangan perdana 6-7 Agustus 2026

Sukses rute Lampung dan Palembang menjadi bukti operasional, bukan akhir cerita. Delapan rute domestik diproyeksikan menyusul: Denpasar, Balikpapan, Medan, Pontianak, Makassar, Batam, Padang, dan Pekanbaru. Tiga rute internasional yang dibahas meliputi Singapura, Kuala Lumpur, dan Johor Bahru. Enam maskapai menyatakan minat membuka penerbangan berjadwal jet dari Bandung.

Dewan Perniagaan dan Perindustrian Malaysia (MCCI) mendukung pembukaan kembali. Surat resmi kepada Farhan ditandatangani Sekretaris Jenderal Zaha Izrin Zahari pada 25 Juli 2025. Zaha menilai konektivitas langsung Bandung-Malaysia memperkuat perdagangan, UKM, pariwisata halal, dan pendidikan. AirAsia pernah menjadikan Bandung tujuan internasional pertamanya di Indonesia pada 2004, dengan rute Kuala Lumpur-Bandung seminggu sekali. Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, dukungan itu menempel pada janji rute, bukan pada peta lahan utara yang masih tercecer.

Langkah relokasi TNI AU ke Majalengka

Relokasi fasilitas produksi PT DI dan sebagian fasilitas militer TNI AU ke Kertajati adalah prasyarat, bukan catatan kaki. Selama hanggar dan apron masih terikat fungsi lama, hotel bandara, logistik, dan tol tidak punya ruang legal yang bersih. Sinergi pusat-daerah sudah ada di atas kertas; yang tertinggal adalah jadwal pindah yang sinkron dengan inspeksi keselamatan InJourney.

Tanpa pindah itu, reaktivasi hanya mengisi jadwal pesawat di landasan yang masih dikelilingi gedung kosong. Dengan pindah, utara Husein bisa dibaca sebagai satu peta: sisi udara oleh operator bandara, sisi darat oleh Pemkot, sisi idle industri diubah menjadi hotel dan logistik, sisi militer bergeser ke Majalengka.

FAQ
Apa usulan inti di utara Bandara Husein?
Menggabungkan lahan yang tersegmentasi menjadi kawasan terpadu, termasuk mengubah gedung manajemen PT DI menjadi hotel bandara dan hanggar material menjadi pusat logistik, plus akses tol dari Pasteur.
Kapan operasional dipercepat dan siapa pengelolanya?
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut Agustus 2026, maju dari September. Bandara dikelola kembali PT Angkasa Pura (InJourney), dengan izin 20-24 rute domestik.
Rute apa yang sudah dan akan dilayani?
Perdana ke Lampung dan Palembang pada 6-7 Agustus 2026. Proyeksi delapan rute domestik lain serta pembahasan Singapura, Kuala Lumpur, dan Johor Bahru, dengan enam maskapai berminat jet berjadwal.
Robbi Cahya Yudha
Head of Editorial

Robbi Cahya Yudha adalah Head of Editorial (kepala redaksi) Optimaise News. Latar SEO Specialist / digital marketing, termasuk pengalaman di KATADATA (Business dan Partnership). LinkedIn: https://id.linkedin.com/in/robbi-cahya-yudha-593a6b20b