Persib Kejar Valuasi Rp1 Triliun lewat IPO dan Aset Kota

Persib bidik valuasi Rp1 triliun jelang IPO 2026. Farhan sudah nonpemegang saham, Pemkot buka aset di luar GBLA. Brand equity ~Rp500 miliar.

Author Image

Robbi Cahya Yudha

Persib Kejar Valuasi Rp1 Triliun lewat IPO dan Aset Kota

– Persib Bersiap IPO, Pemkot Bandung Bidik Valuasi Rp 1 Triliun setelah Maung Bandung meraih gelar Liga 1 2025/2026. Langkah itu menumpuk ekuitas merek yang sudah di atas 30 juta dolar AS atau mendekati Rp500 miliar, lalu menaikkan daya tawar sebelum pencatatan di BEI.

Inti artikel

  • Persib Bersiap IPO, Pemkot Bandung Bidik Valuasi Rp 1 Triliun setelah Maung Bandung meraih gelar Liga 1 2025/2026
  • Wali Kota Bandung Farhan menekankan keputusan akhir ada di pemegang saham karena dirinya sudah bukan pemilik saham
  • Rencana go public Persib sudah dirintis pada 2011

Wali Kota Bandung Farhan menekankan keputusan akhir ada di pemegang saham karena dirinya sudah bukan pemilik saham. Ia tetap optimistis angka satu triliun rupiah bisa dikejar begitu konsolidasi aset berjalan optimal, termasuk peluang kerja sama yang kini dibuka luas oleh pemerintah kota.

Jejak IPO sejak 2011 dan jadwal awal 2026

Rencana go public Persib sudah dirintis pada 2011. Proses sempat tertunda karena penyesuaian valuasi dan baru dijadwalkan pada awal 2026.

Farhan menyatakan ia siap membeli saham perdana secara pribadi meski Pemkot Bandung tidak terlibat langsung sebagai pembeli. Pernyataan itu memperjelas pemisahan peran pemerintah daerah dan keputusan korporasi klub.

Dalam diskusi publik, Glenn Sugita menanyakan kepada Maruarar Sirait soal kemungkinan investasi Rp100 miliar untuk saham perdana IPO Persib. Pertanyaan itu menandai minat modal yang sudah muncul sebelum dokumen penawaran final beredar.

Aset di luar stadion masih menunggu nilai komersial

Kerja sama resmi saat ini terbatas pada pemakaian Gelora Bandung Lautan Api. Area parkir, lapangan latihan, dan ruang hiburan di sekelilingnya belum dikelola secara komersial.

Pemkot Bandung membuka kesempatan seluas-luasnya agar Persib memperluas cakupan pemanfaatan aset. Langkah itu dinilai Farhan sebagai jalan menaikkan valuasi sebelum masuk pasar modal.

Pemerintah kota juga mengajak Satria Muda Pertamina Bandung memanfaatkan arena bola basket Bandung Arena serta mengembangkan sarana hoki. Sinergi antarklub di kota yang sama diharapkan menambah arus pendapatan non-tiket.

Posisi angka Nilai Keterangan dari fact-sheet
Target valuasi pascakonsolidasi Rp1 triliun Optimisme Farhan setelah aset dioptimalkan
Ekuitas merek pascajuara > US$30 juta ≈ Rp500 miliar Setelah gelar Liga 1 2025/2026
Pertanyaan investasi saham perdana Rp100 miliar Glenn Sugita kepada Maruarar Sirait
Jadwal pencatatan yang dibahas Awal 2026 Setelah tertunda sejak inisiasi 2011

Persib Bersiap IPO, Pemkot Bandung Bidik Valuasi Rp 1 Triliun bagi pelaku usaha lokal

Bagi UMKM di Bandung, pembukaan lahan parkir dan zona hiburan di sekitar stadion bisa berarti kios musiman, layanan antar, atau kemitraan event. Optimaise News melihat pola itu sebagai peluang rantai pasok kecil jika kontrak pemanfaatan disusun transparan.

Farhan mengingatkan keputusan IPO tetap di tangan pemegang saham. Ia hanya mendorong konsolidasi aset agar angka valuasi tidak tertahan di kisaran ekuitas merek saat ini.

Klub basket dan pengembangan hoki menambah kalender kegiatan di fasilitas milik kota. Volume penonton lintas cabang olahraga berpotensi menaikkan hunian hotel dan UMKM kuliner pada hari pertandingan, tanpa mengubah fakta bahwa kerja sama stadion utama masih terbatas pada GBLA.

Tanya jawab singkat
Apakah Farhan masih memegang saham Persib?
Tidak. Ia menyatakan sudah bukan pemegang saham sehingga keputusan IPO ada di tangan pemegang saham saat ini.
Mengapa valuasi Rp1 triliun disebut masuk akal?
Karena juara Liga 1 2025/2026 sudah menaikkan ekuitas merek mendekati Rp500 miliar, lalu aset parkir, latihan, dan hiburan di sekitar stadion belum diuangkan.
Apakah Pemkot membeli saham IPO?
Tidak secara langsung. Farhan malah menyatakan siap membeli secara pribadi jika menawarkan diri.
Robbi Cahya Yudha
Head of Editorial

Robbi Cahya Yudha adalah Head of Editorial (kepala redaksi) Optimaise News. Latar SEO Specialist / digital marketing, termasuk pengalaman di KATADATA (Business dan Partnership). LinkedIn: https://id.linkedin.com/in/robbi-cahya-yudha-593a6b20b