Raja Charles III menandatangani plakat yang menetapkan Cambridge Central Mosque sebagai masjid ramah lingkungan pertama di Eropa. Peristiwa itu berlangsung 20 Juli 2026 usai pelantikan Andy Burnham sebagai perdana menteri Inggris. Sang raja memuji arsitektur masjid yang memperkuat keragaman agama dan komunitas di Cambridge.
Inti artikel
- Raja Charles III menandatangani plakat yang menetapkan Cambridge Central Mosque sebagai masjid ramah lingkungan pertama di Eropa
- Peristiwa itu berlangsung 20 Juli 2026 usai pelantikan Andy Burnham sebagai perdana menteri Inggris
- Sang raja memuji arsitektur masjid yang memperkuat keragaman agama dan komunitas di Cambridge
Kunjungan monarki ini menjadi momen dukungan nyata bagi upaya pelestarian lingkungan. Ia menunjukkan perhatian pada desain yang menyatukan tradisi dan inovasi. Warga setempat menyambut kedatangannya dengan antusias di lokasi masjid.
Sambutan Warga dan Tur Arsitektur Masjid Cambridge
Warga Cambridge memberikan sambutan hangat saat Raja Charles III tiba di Cambridge Central Mosque. Mereka berkumpul di halaman untuk menyaksikan kedatangan monarki. Banyak yang menunjukkan rasa hormat dengan tepuk tangan dan senyum.
Raja lalu diajak melakukan tur arsitektur di dalam bangunan. Panduan menjelaskan fitur berkelanjutan seperti pencahayaan alami dan material hemat energi. Desain ini memadukan seni Islam dengan kebutuhan masa kini. Ia mengamati detail ukiran serta ruang terbuka dengan seksama.
Tur memperlihatkan bagaimana masjid melayani jamaah sekaligus menjaga lingkungan. Setiap sudut dirancang untuk kenyamanan dan efisiensi. Pengalaman langsung itu meninggalkan kesan positif bagi sang raja.
Dialog dengan Imam, Duta Besar Turki, serta Tokoh Muslim

Raja Charles III berdialog dengan imam masjid dan pengurus komunitas Muslim Cambridge. Percakapan membahas peran masjid dalam kehidupan warga sehari-hari. Ia mendengarkan cerita anggota komunitas tentang kegiatan sosial yang digelar.
Duta Besar Turki Osman Koray Ertas turut hadir dalam pertemuan itu. Begitu pula tokoh Muslim Abdulhakim Murad yang dihormati luas. Mereka bertukar pandangan soal kontribusi Muslim di Inggris serta pentingnya dialog antariman.
Diskusi berjalan santai namun penuh makna. Raja menegaskan keberagaman sebagai kekuatan masyarakat. Semua pihak merasa dihargai atas perhatian yang diberikan monarki.
Tiga Hadiah Simbolis yang Diserahkan kepada Raja

Komunitas menyerahkan tiga hadiah simbolis kepada Raja Charles III. Hadiah pertama berupa pemberat kertas kaca Pasabahce yang elegan. Karya kerajinan itu melambangkan keindahan dan ketelitian dari tradisi Turki.
Hadiah kedua adalah buku karya Fuat Sezgin tentang sejarah sains Islam. Yang ketiga berupa buku yang mencatat 23 penghargaan yang diterima masjid. Ketiga hadiah itu diterima raja dengan penuh apresiasi.
Penyerahan menjadi momen akrab di tengah acara resmi. Ia mengucapkan terima kasih atas keramahan yang ditunjukkan. Simbol-simbol tersebut mempererat jalinan persahabatan lintas budaya.
Pujian Desain Plus Peran Masjid bagi Masyarakat Luas
Raja Charles III memuji kualitas desain Cambridge Central Mosque yang penuh perhatian dan ketelitian. Ia menyebut arsitektur itu mencerminkan keseimbangan keindahan serta fungsi. Detail bangunan dinilai mencerminkan kerja keras para perancang.
Ia juga menyoroti peran masjid bagi masyarakat luas di luar komunitas Muslim. Tempat ini menjadi pusat kegiatan sosial dan pendidikan di Cambridge. Keberadaannya membantu mempererat hubungan antar kelompok warga.
Pujian disampaikan setelah melihat fasilitas secara langsung. Raja berharap model serupa bisa diikuti di tempat lain. Dukungan monarki menambah semangat pengurus masjid untuk terus berkarya.
Plakat Status Hijau Pertama Eropa sebagai Simbol Dukungan
Puncak kunjungan adalah penandatanganan plakat penanda status ramah lingkungan pertama di Eropa. Raja Charles III membubuhkan tanda tangan di plakat itu dengan saksama. Tindakan ini mengukuhkan pengakuan resmi atas inisiatif hijau masjid.
Plakat kini menjadi simbol dukungan kerajaan terhadap pelestarian lingkungan. Cambridge Central Mosque resmi tercatat sebagai yang pertama di benua Eropa. Keberhasilan ini diharapkan menginspirasi masjid-masjid lain di kawasan itu.
Kunjungan meninggalkan kenangan indah bagi seluruh yang hadir. Raja berpamitan dengan senyum dan ucapan selamat. Momen bersejarah ini dikenang sebagai langkah maju bagi komunitas serta lingkungan.







