28 Mahasiswa UIN Walisongo KKN Haramain 36 Hari

28 Mahasiswa UIN Walisongo KKN ke Arab Saudi 36 hari pelajari manajemen haji umrah di SILN, KJRI & Haramain. Pendaftar MHU naik hingga 200. Liputan Optimaise.

Author Image

Nurul

28 Mahasiswa UIN Walisongo KKN Haramain 36 Hari

– Program KKN internasional UIN Walisongo Semarang mengirim 28 mahasiswanya ke Arab Saudi untuk memperdalam praktik manajemen haji dan umrah. Kegiatan ini berlangsung 36 hari mulai 22 Juli hingga 26 Agustus 2026 di berbagai lokasi strategis.

Inti artikel

  • Program KKN internasional UIN Walisongo Semarang mengirim 28 mahasiswanya ke Arab Saudi untuk memperdalam praktik manajemen haji dan umrah
  • Kegiatan ini berlangsung 36 hari mulai 22 Juli hingga 26 Agustus 2026 di berbagai lokasi strategis
  • Mayoritas peserta berasal dari prodi Manajemen Haji dan Umrah

Mayoritas peserta berasal dari prodi Manajemen Haji dan Umrah. Mereka akan bekerja di SILN, Kantor Urusan Haji, KJRI Jeddah, serta lingkungan dua masjid suci sambil menjalankan ibadah. Agenda mencakup pendampingan siswa, layanan badal umrah, dan promosi budaya Indonesia.

Komposisi Tim Mahasiswa dan Penempatan Kerja

Sebanyak 21 mahasiswa mewakili prodi Manajemen Haji dan Umrah sebagai tulang punggung tim. Tiga mahasiswa datang dari Pendidikan Bahasa Arab, dua dari Komunikasi dan Penyiaran Islam, serta dua lagi dari prodi Manajemen. Komposisi ini mencerminkan fokus utama pada pengelolaan jemaah.

Penempatan kerja mencakup SILN untuk mendukung pendidikan anak-anak Indonesia di luar negeri. Kantor Urusan Haji dan KJRI Jeddah menjadi titik administrasi penting. Di sisi spiritual, peserta beroperasi di lingkungan Masjidil Haram Mekah dan Masjid Nabawi Madinah.

Lokasi-lokasi tersebut memberi kesempatan melihat alur pelayanan jemaah secara utuh. Dari administrasi hingga fasilitas di sekitar masjid, mahasiswa memperoleh gambaran nyata yang sulit digantikan simulasi kampus. Pengalaman lapangan ini membekali mereka dengan kepekaan terhadap kebutuhan jemaah yang beragam.

Kegiatan Inti Selama 36 Hari di Arab Saudi

Kegiatan Inti Selama 36 Hari di Arab Saudi
Ilustrasi Kegiatan Inti Selama 36 Hari di Arab Saudi.

Fokus utama program adalah mendampingi siswa SILN agar proses pendidikan tetap stabil. Mahasiswa juga membantu layanan badal umrah bagi warga Indonesia yang meminta perwakilan ibadah di tanah suci.

Selain tugas teknis, tim bertugas memperkenalkan budaya Indonesia. Aktivitas ini memperkuat soft power melalui jalur mahasiswa dan mempererat persaudaraan sesama muslim lintas negara.

Durasi 36 hari memungkinkan perputaran tugas yang terencana. Mereka bisa bergantian fokus di Jeddah, Mekah, dan Madinah sambil menyeimbangkan ibadah pribadi dengan tanggung jawab akademik. Ritme kerja ini melatih kedisiplinan sekaligus kepekaan sosial.

Pengalaman langsung di Haramain diyakini membentuk karakter profesional. Lulusan nanti lebih siap saat masuk industri travel haji umrah atau lembaga penyelenggara ibadah yang banyak digeluti UMKM Indonesia. Pasokan SDM yang sudah terpapar operasional nyata sangat dibutuhkan pelaku usaha skala menengah di sektor ini.

Sikap Dekan FDK dan Rektor terhadap Program

Sikap Dekan FDK dan Rektor terhadap Program
Ilustrasi Sikap Dekan FDK dan Rektor terhadap Program.

Nasihun Amin yang menjabat dekan di FDK menyebut program sebagai momentum peribadatan sekaligus pengalaman internasional. Baginya, kesempatan ini menyatukan dimensi spiritual dan pembelajaran praktis di luar negeri.

Rektor Prof. Musahadi menilai inisiatif tersebut sebagai terobosan. Program menggabungkan aspek akademik, jejaring internasional, dan ibadah yang bermakna dalam satu rangkaian KKN.

Prof. Musahadi berpesan agar mahasiswa merawat citra baik kampus UIN Walisongo. Setiap sikap dan kinerja di Arab Saudi akan menjadi cerminan almamater di mata mitra luar negeri.

Pernyataan pimpinan itu menegaskan bahwa KKN bukan sekadar pemenuhan SKS. Ada dimensi reputasi institusi dan pembentukan generasi yang mampu bersaing di kancah global layanan keagamaan. Mahasiswa dituntut menjaga profesionalisme di setiap titik penugasan.

Dampak Program terhadap Minat Masuk Prodi MHU

Kepala Prodi MHU Abdul Rozaq mencatat bahwa program di Haramain mendorong minat mahasiswa baru. Pendaftar Prodi MHU naik hingga 200 seiring popularitas pengalaman internasional ini.

Kenaikan tersebut menjadi indikasi bahwa calon mahasiswa mencari prodi yang menawarkan praktik nyata. Bukan hanya teori di kelas, tapi juga paparan langsung di pusat haji dunia.

Optimaise News melihat pola serupa di banyak kampus yang mengintegrasikan KKN internasional. Bagi sektor umrah yang melibatkan ratusan travel dan KBIH skala UMKM, pasokan lulusan berpengalaman lapangan sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas layanan.

Dengan begitu, program KKN UIN Walisongo tidak hanya membekali individu, tetapi juga menyumbang pada ekosistem jasa haji dan umrah nasional jangka panjang. Integrasi akademik dan praktik lapangan menjadi daya saing tersendiri bagi lulusan.

Tanya Jawab Seputar KKN Internasional UIN Walisongo

Berapa lama dan kapan tepatnya KKN di Arab Saudi?
Kegiatan berlangsung 36 hari, dari 22 Juli sampai 26 Agustus 2026.

Berapa rincian prodi yang ikut serta?
Ada 21 mahasiswa Manajemen Haji dan Umrah, tiga Pendidikan Bahasa Arab, dua Komunikasi dan Penyiaran Islam, serta dua Manajemen.

Apa fokus kegiatan di lokasi penugasan?
Mahasiswa mendampingi siswa SILN, membantu layanan badal umrah warga Indonesia, dan memperkenalkan budaya Indonesia kepada lingkungan setempat.

Apa yang dikatakan pimpinan tentang program ini?
Dekan melihatnya sebagai peribadatan plus pengalaman internasional. Rektor menyebut terobosan yang memadukan akademik, jejaring, dan ibadah bermakna sambil mengingatkan pentingnya merawat citra kampus.

Nurul
Redaktur Teknologi

Nurul adalah redaktur teknologi Optimaise News. Meliput gadget, laptop, handphone, spesifikasi, dan harga perangkat untuk pembaca yang banding-banding sebelum beli. Fokus pada fakta spek, rentang harga, dan konteks pemakaian (kerja, kuliah, gaming ringan).