Banyuwangi, Optimaise News – Warga Banyuwangi kini punya saluran harian untuk memantau harga dan stok kebutuhan pokok di gerai Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Radio komunitas Merah Putih yang diresmikan Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menyiarkan data itu secara rutin agar pengurus dan masyarakat tetap terhubung.
Inti artikel
- Langkah ini berjalan seiring 17 unit yang sudah beroperasi di 217 desa dan kelurahan setempat
- Pengukuhan asosiasi pengurus pada momen yang sama memperkuat tata kelola lokal
- Optimaise News menyoroti manfaat langsung ini sebagai penutup celah informasi bagi warga yang gerainya masih tahap bangun
Langkah ini berjalan seiring 17 unit yang sudah beroperasi di 217 desa dan kelurahan setempat. Pengukuhan asosiasi pengurus pada momen yang sama memperkuat tata kelola lokal. Optimaise News menyoroti manfaat langsung ini sebagai penutup celah informasi bagi warga yang gerainya masih tahap bangun.
Kanal Harian untuk Harga dan Stok Kebutuhan Pokok
Radio difungsikan sebagai medium informasi dan komunikasi dua arah. Konten intinya referensi harga plus ketersediaan barang di gerai KDKMP yang diperbarui setiap hari.
Warga bisa menyimak harga beras, minyak, gula, dan stok barang bersubsidi tanpa harus datang ke lokasi. Pengurus juga memanfaatkan saluran yang sama untuk menyampaikan layanan dan promosi produk UMKM setempat.
Akses daring turut dibuka agar warga di luar jangkauan frekuensi tetap bisa mengikuti. Model ini menjawab kebutuhan praktis saat informasi harga sering terlambat sampai ke pelosok.
Peta Capaian: 17 Beroperasi, Ratusan Masih Tahap Pembangunan

Dari total 217 desa dan kelurahan di Banyuwangi, baru 17 KDKMP yang sudah beroperasi penuh. Angka itu menjadi pijakan radio untuk menyiarkan data aktual setiap hari.
Sebanyak 136 unit sudah berakta notaris namun masih dalam tahap pembangunan. Sementara 61 unit telah mencapai progres fisik 100 persen dan menunggu operasional.
Radio hadir justru untuk menutup celah informasi di wilayah yang gerainya belum aktif. Warga di area pembangunan tetap bisa mendapat acuan harga dari unit terdekat yang sudah buka. Pemkab memantau perkembangan lewat data terpadu serta pendampingan calon manajer agar unit baru segera siap melayani.
Asosiasi Dikukuhkan, Diskusi Harkopnas Tampung Aspirasi

Pengurus Asosiasi KDKMP Banyuwangi dikukuhkan dalam acara yang sama. Imam Maskun terpilih sebagai ketua untuk mengoordinasikan unit-unit se-kabupaten.
Acara digelar Rabu, 22 Juli 2026 di aula Kantor Dispendik Banyuwangi. Momen itu dirangkaikan diskusi publik peringatan Hari Koperasi Nasional agar aspirasi langsung tertampung.
Aspirasi utama yang muncul mencakup pasokan barang bersubsidi yang stabil dan percepatan pembangunan KDKMP yang masih berjalan. Paket tunggal radio plus asosiasi plus diskusi Harkopnas ini memperkuat tata kelola lokal sekaligus memberi wadah formal bagi pengurus.
Jalur Masukan ke Menkop dan Agrinas Pangan
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menerima sejumlah masukan di lokasi. Ia akan meneruskan aspirasi itu ke Menteri Koperasi serta Agrinas Pangan yang berperan di tahap awal pengadaan.
Rantai tindak lanjut ganda ini diharapkan mempercepat respons pusat terhadap kebutuhan di lapangan. Asosiasi yang baru dikukuhkan menjadi jembatan agar usulan tidak terputus di tingkat lokal.
Fokus utamanya menjaga pasokan bersubsidi tetap lancar sambil unit-unit baru segera beroperasi. Dengan jalur jelas, keluhan warga soal stok atau harga bisa naik lebih cepat ke level kebijakan.
Model Radio yang Diincar untuk Ditiru Daerah Lain
Bakom RI memandang Banyuwangi layak menjadi rujukan karena menggabungkan radio harian, asosiasi formal, dan jalur aspirasi ke pusat dalam satu paket. Kombinasi itu jarang ditemukan di daerah lain yang baru mulai membangun KDKMP.
Radio menutup celah informasi saat baru 17 dari 217 wilayah yang gerainya aktif. Warga di area pembangunan tetap punya acuan harga dan stok tanpa menunggu unit lokal selesai total.
Daerah lain bisa meniru pola sederhana ini: siarkan data harian, kukuhkan asosiasi, lalu salurkan aspirasi lewat jalur yang sudah ada. Model ringkas itu dinilai mudah direplikasi tanpa menunggu seluruh infrastruktur fisik sempurna.







