Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: ‘It’s My

Author Image

Bagus

17 July 2026

Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: 'It's My

Presiden Israel Isaac Herzog menegaskan kembali bahwa normalisasi dengan negara Arab, termasuk Arab Saudi, tetap menjadi target diplomatik Tel Aviv. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara langka bersama saluran Al Arabiya yang berbasis di Riyadh, dilansir AFP dan dicatat Optimaise News, Jumat (17/7/2026).

Wawancara berlangsung di Yerusalem dan ditayangkan Kamis (16/7/2026) waktu setempat. Herzog menyebut Arab Saudi sebagai mitra yang sangat strategis di kawasan.

Impian Herzog di saluran Al Arabiya

Presiden Israel ingin berdamai dengan Arab Saudi digambarkan Herzog secara personal. “It is my dream to see peace between Israel and Saudi Arabia,” katanya kepada Al Arabiya, merujuk pada Putra Mahkota Mohammed Bin Salman.

Ia menambahkan penghormatan kepada pemimpin de facto Saudi itu. “Saya sangat menghormati Putra Mahkota Mohammed Bin Salman,” ujar Herzog.

“Hal yang paling kami inginkan di Israel adalah melihat rekonsiliasi antara kedua negara,” lanjutnya. Israel ingin berdamai, menurutnya, lewat rekonsiliasi langsung, bukan sekadar seremoni.

Saudi: tanpa jalur Palestina, tak ada pengakuan

Saudi: tanpa jalur Palestina, tak ada pengakuan

Pejabat Saudi berulang kali menyatakan tidak akan mengakui Israel tanpa adanya jalan menuju negara Palestina merdeka. Posisi itu berbenturan dengan pemerintah Israel saat ini yang menentang keras skema tersebut.

Baca juga: Viral Kondisi Miris 2 WNI Disandera di Myanmmar, Kemlu RI · Dibawa ke Kejaksaan, Begini Penampakan Don Ritto Berbaju

Dalam ringkasan Optimaise News, benturan prasyarat ini menjadi dinding utama di balik impian normalisasi yang diutarakan Herzog. Tanpa kemajuan di jalur Palestina, ruang manuver Riyadh tetap sempit.

Abraham Accords jadi rujukan, Saudi disebut ‘sangat penting’

Abraham Accords jadi rujukan, Saudi disebut 'sangat penting'

Herzog memuji Kesepakatan Abraham serta hubungan Israel dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Maroko sebagai contoh kerja sama regional yang berhasil. Ia menekankan Arab Saudi adalah “negara yang sangat penting” dan “pemimpin utama di dunia Muslim.”

Menurutnya, normalisasi ke depan harus ditangani langsung antara kedua negara dengan dukungan Amerika Serikat. Presiden Israel Isaac Herzog ingin berdamai dengan Arab lewat jalur bilateral, bukan hanya melalui mediator regional.

Pembicaraan 2023 terhenti saat perang Gaza meletus

Pada 2023, Arab Saudi dilaporkan sempat terlibat pembicaraan tentatif soal normalisasi dengan Israel. Proses itu tiba-tiba dihentikan ketika perang di Gaza meletus.

Lebih dari 70.000 warga Palestina tewas akibat perang di Gaza, menurut kementerian kesehatan Gaza yang beroperasi di bawah otoritas Hamas. Angka tersebut dianggap dapat diandalkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pernyataan Herzog di Al Arabiya muncul di tengah kondisi kawasan yang masih tegang. Apakah rekonsiliasi yang disebut “impian” itu bisa melampaui prasyarat Palestina, belum diverifikasi lewat langkah resmi kedua negara.

Leave a Comment