Malang, Optimaise News – Polres Malang mendorong warga menghadirkan inovasi di sektor pangan agar ketahanan pangan lokal lebih kuat dan manfaat ekonomi di desa merata. Melalui pendampingan Bhabinkamtibmas, potensi wilayah digarap lebih kreatif dan berkelanjutan, sejalan komitmen Polri pada program pangan nasional.
Inti artikel
- Kasihumas Polres Malang AKP M
- Budiono, Rabu (5/8/2026), menegaskan inovasi memberi nilai tambah produksi sekaligus kesejahteraan
- Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri memperkuat komunikasi dengan tokoh agama agar keamanan dan ketertiban masyarakat tetap stabil
Kasihumas Polres Malang AKP M. Budiono, Rabu (5/8/2026), menegaskan inovasi memberi nilai tambah produksi sekaligus kesejahteraan. Optimaise News merangkum langkah itu beriringan dengan silaturahmi Kapolres ke ulama serta praktik serupa di daerah lain yang bisa ditiru petani Malang.
Sinergi Polres Malang dengan ulama untuk kamtibmas kondusif
Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri memperkuat komunikasi dengan tokoh agama agar keamanan dan ketertiban masyarakat tetap stabil. Kunjungan meliputi KH Misno Fadhol Hija’, Ketua MUI Kabupaten Malang di Ngajum, KH Zainul Arifin di Pondok Pesantren Syarif Hidayatullah, dan KH Hamim Kholili, Ketua PCNU Kabupaten Malang di Gondanglegi.
Rulian menilai ulama berperan strategis menyampaikan pesan kamtibmas dan keteladanan. “Silaturahmi ini menjadi bagian dari upaya kami untuk membangun komunikasi dan sinergitas dengan para ulama serta tokoh agama. Kami berharap masukan dan dukungan dari para tokoh agama dapat menjadi penguat dalam menjaga kamtibmas di Kabupaten Malang,” kata AKBP Rulian, Senin (3/8/2026).
Ia menambahkan kepolisian ingin hadir tidak hanya di penegakan hukum. “Kami ingin kepolisian tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat. Para ulama dan tokoh agama memiliki peran penting dalam memberikan keteladanan dan menjaga persatuan di tengah masyarakat,” ujarnya. Kondusivitas itu menjadi fondasi agar program pangan di desa berjalan tanpa gangguan.
Inovasi teknologi masyarakat di sektor pangan
Di luar Malang, contoh teknis yang relevan bagi petani lokal mulai dari pupuk organik maggot hingga sensor peternakan. Polres Garut memanfaatkan limbah budidaya maggot menjadi pupuk kasgot untuk jagung di Agro Wanaraja. Pupuk itu kaya nitrogen, fosfor, kalium, asam amino, dan mikroba pengurai, sehingga tanah lebih subur serta lebih tahan hama dan penyakit.
Di lingkungan akademis Malang, Fakultas Bio-Industri Pertanian Universitas Brawijaya mengembangkan LENTERA, sistem peternakan ayam berbasis AI dan IoT untuk segmentasi peternak kecil. Dosen Silvi Ikawati melatih petani Desa Ngenep, Karangploso, meracik insektisida alami dari daun kemangi. Pelatihan itu selaras SDG 2 Zero Hunger, SDG 12 Responsible Consumption, dan SDG 15 Life on Land.
Telkom AI Connect Malang menempatkan CoE yang mengintegrasikan akademisi, praktisi, startup, dan industri, dengan fokus talenta riset terapan serta hilirisasi adopsi AI di pertanian. Gabungan maggot, LENTERA, dan AI memberi gambaran bahwa inovasi pangan bisa dimulai dari limbah rumah tangga hingga sensor kandang.
Pendampingan Bhabinkamtibmas dalam swasembada pangan
Polres Malang menempatkan Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak desa mandiri pangan. Petugas mendampingi kegiatan produktif pertanian, peternakan, dan perikanan agar potensi setempat berkembang optimal tanpa menunggu program besar dari luar.
AKP M. Budiono menekankan kolaborasi seluruh elemen. “Ketahanan pangan akan semakin kuat apabila seluruh elemen bergerak bersama. Polres Malang terus membangun kolaborasi dengan masyarakat agar potensi pangan di setiap wilayah dapat berkembang secara optimal,” ujarnya. Ia optimistis masyarakat makin mandiri memenuhi kebutuhan pangan sambil menaikkan kesejahteraan.
“Potensi pangan yang dikelola dengan inovasi akan memberikan manfaat yang lebih besar, baik dalam meningkatkan produksi maupun kesejahteraan masyarakat. Karena itu kami terus mendorong lahirnya berbagai inovasi di tingkat desa,” ujar AKP M. Budiono. “Polri siap mendukung berbagai langkah positif masyarakat dalam mengembangkan potensi pangan yang dimiliki,” jelasnya.
Kolaborasi akademisi dan pemerintah lokal
Sinergi Polres dengan kelompok tani, kampus, dan industri di Malang Raya membentuk rantai dari pendampingan keamanan hingga transfer teknologi. Kelompok Tani Desa Ngenep menjadi mitra utama pelatihan insektisida alami, sementara AI CoE Telkom mempercepat adopsi digital di hulu-hilir.
Catatan Optimaise News menunjukkan pola yang sama dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto pada panen raya tebu di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, 17 Juli 2026: dialog langsung dengan petani menegaskan pertanian sebagai prioritas nasional. Petani seperti Yusuf dan Khoirul Anam dari Kelompok Tani Makmur Dua menyuarakan harapan agar dukungan produksi tidak surut.
Langkah praktis bagi warga Malang mencakup memanfaatkan lahan pekarangan, mencoba pupuk organik dari limbah maggot jika ada budidaya lokal, mengikuti pelatihan insektisida nabati bersama penyuluh atau kampus, serta melapor ke Bhabinkamtibmas bila butuh mediasi akses pasar atau keamanan lahan.
Dampak inovasi terhadap ketahanan pangan nasional
Inovasi desa yang digandeng aparat mengurangi ketergantungan pasokan jauh, menekan biaya input lewat bahan lokal, dan membuka peluang ekonomi mikro. Pupuk kasgot dan insektisida kemangi menekan risiko gagal panen, sementara AI-IoT membantu peternak kecil mengatur pakan dan kesehatan hewan lebih presisi.
Bila kamtibmas stabil berkat sinergi ulama dan Polres, investasi kecil di kebun atau kolam lebih aman dilanjutkan. Dukungan Polres Malang pada inovasi masyarakat dengan demikian menjadi jembatan antara program ketahanan pangan pusat dan praktik harian di Kabupaten Malang.




