14 Bus Trans Jatim Malang-Kepanjen Sepakat 2026

Audiensi Hotel Harris sepakati Trans Jatim Koridor 2 Malang-Kepanjen 2026 tanpa tanggal pasti; paguyuban minta halte-feeder koridor 1 tuntas dulu, 14 bus.

Author Image

Dwi

– Pemerintah provinsi, daerah, dan paguyuban angkutan menyepakati Trans Jatim Koridor 2 rute Malang-Kepanjen beroperasi tahun 2026, tanpa menetapkan tanggal resmi. Kesepakatan itu lahir di rapat audiensi Hotel Harris, Senin 3 Agustus 2026, setelah paguyuban di luar pemerintah menahan laju peluncuran dengan syarat fasilitas koridor 1 dipenuhi dulu.

Inti artikel

  • Halte, feeder, dan integrasi angkot disebut prasyarat agar sopir tidak kehilangan pendapatan
  • Forum di Hotel Harris mempertemukan level provinsi, pemerintah daerah, dan paguyuban angkutan
  • Hasilnya jelas: operasional koridor 2 disepakati sepanjang 2026, tetapi penanggalan harian belum diumumkan

Halte, feeder, dan integrasi angkot disebut prasyarat agar sopir tidak kehilangan pendapatan. Catatan Optimaise News dari audiensi itu menempatkan 14 unit bus plus satu cadangan dengan titik awal Terminal Arjosari, sambil Pemprov menargetkan kesiapan menjelang Oktober.

Kesepakatan audiensi provinsi-daerah-paguyuban tanpa jadwal pasti

Forum di Hotel Harris mempertemukan level provinsi, pemerintah daerah, dan paguyuban angkutan. Hasilnya jelas: operasional koridor 2 disepakati sepanjang 2026, tetapi penanggalan harian belum diumumkan.

Keputusan itu memberi ruang konsolidasi trayek dan armada, sekaligus meredam desakan cepat launch. Bagi penumpang luar kota, kepastian tahun ini tetap berarti moda baru Malang Raya mendekat, meski jam operasi dan frekuensi masih menunggu finalisasi.

Syarat fasilitas halte dan feeder koridor 1 harus tuntas

Paguyuban di luar pemerintahan menekankan halte dan layanan feeder koridor 1 harus siap sebelum koridor 2 digas. Mereka khawatir peluncuran bertingkat tanpa fondasi sama akan memicu benturan di lapangan.

Sekretaris Organda Kota Malang, Purwono Tjokro Darsono, menilai sopir angkutan kota sedang berjuang memenuhi kebutuhan ekonomi. Bila fasilitas koridor 1 belum lengkap, pertanyaan wajar muncul: mengapa koridor 2 dipaksakan jalan lebih dulu.

Syarat itu menjadi benteng agar integrasi tidak hanya di atas kertas. Tanpa feeder yang jelas, penumpang dari permukiman sulit menjangkau halte utama, sementara angkot kehilangan penumpang di koridor yang sama.

Armada 14 unit plus cadangan berangkat dari Terminal Arjosari

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Jawa Timur, Ainur Rofiq, merinci armada operasional. “Sama seperti yang koridor 1, ada 14 unit beroperasi dan satu unit cadangan,” ujar Rofiq.

Terminal Arjosari dipilih sebagai titik keberangkatan karena menjadi pintu masuk warga luar daerah. “Karena banyak penumpang luar kota datang ke Arjosari, jadi berangkat dari sana,” terangnya.

Di jalur lain, data lain menyebut lintasan sekitar 40, 50 kilometer dan pembahasan rute masih longgar: apakah tembus Kepanjen atau berhenti di Gondanglegi. Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan rencana ke Kepanjen belum ia dengar secara final dan masih dibahas bersama Pemprov. Kepala UPT P3 LLAJ Dishub Jatim Karanglo, Binsar Siregar, menegaskan sinkronisasi dengan operator angkot lebih dulu diprioritaskan, sementara angkot digeser jadi pengumpan ke halte Trans Jatim.

Ada juga skema origin-destination Arjosari, Hamid Rusdi, Talangagung dengan pembagian tujuh bus dari Arjosari, tujuh dari Talangagung, plus cadangan. Alternatif jalur lewat Jalan Ahmad Yani dan Jalan Raden Panji Suroso masih dikaji. Sintesis Optimaise News: angka 14 plus cadangan dari Dishub sejalan dengan pola koridor 1, sementara skema 15 unit split tujuh-tujuh menggambarkan kesiapan armada menjelang target Oktober yang digaungkan pejabat terkait HUT Pemprov.

Organda sambut bantuan feeder demi kesejahteraan sopir angkot

Organda Kota Malang menyambut positif rencana Pemprov menyiapkan anggaran feeder Trans Jatim di Kota Malang. Program itu diharapkan menopang pendapatan sopir sekaligus memperbaiki armada yang banyak terkendala legalitas.

Purwono menyebut informasi terbaru dari Dishub akan disalurkan ke pengusaha dan pengemudi, termasuk yang sempat keberatan. “Harapan kami teman-teman bisa menerima ini dengan baik. Intinya kan berkaitan dengan keberlangsungan teman-teman, supaya mereka tetap mendapatkan pendapatan yang layak dan bisa memberikan nafkah kepada keluarganya,” ujarnya.

Menurutnya, sekitar 80 persen armada masih bergelut dengan pajak mati, SIM tidak berlaku, atau persoalan administrasi lain. Ia berharap stimulus pemerintah membantu perbaikan legalitas agar angkot layak masuk skema feeder, bukan dibiarkan berbenah sendiri.

Risiko konflik jika koridor 2 jalan tanpa integrasi

Jika koridor 2 beroperasi sementara halte-feeder koridor 1 belum tuntas, sejumlah pihak memperingatkan potensi konflik ekonomi. Sopir angkot khawatir penumpang digeser ke bus besar tanpa kompensasi trayek yang adil.

Perwakilan sopir angkot jalur AG, Sonny Junaedi, menggambarkan tekanan di lapangan. “Koridor satu saja regulasinya belum selesai, kok tiba-tiba sudah ada koridor dua,” katanya. Ia meminta regulasi berpihak agar angkot tetap eksis dan tidak 100 persen dirugikan saat Trans Jatim mengambil penumpang di koridor berdekatan.

Target percepatan sebelum Oktober 2026, termasuk sebagai hadiah HUT ke-81 Pemprov, hanya aman bila audiensi berlanjut jadi komitmen tertulis: feeder jalan, halte siap, dan rerouting angkot Kota Malang selesai. Tanpa itu, kesepakatan tahun 2026 residual di janji, bukan di trayek harian warga.

FAQ
Kapan Trans Jatim Koridor 2 Malang-Kepanjen beroperasi?
Disepakati sepanjang tahun 2026 setelah audiensi 3 Agustus 2026 di Hotel Harris, tetapi tanggal harian resmi belum ditetapkan. Sejumlah pejabat menargetkan kesiapan menjelang Oktober.
Berapa armada dan di mana titik keberangkatan?
Ainur Rofiq menyebut 14 unit beroperasi plus satu cadangan, pola sama koridor 1. Titik awal Terminal Arjosari dipilih karena banyak penumpang luar kota tiba di sana.
Mengapa paguyuban menahan laju koridor 2?
Mereka menuntut halte dan feeder koridor 1 dipenuhi dulu agar sopir angkot tidak kehilangan nafkah dan konflik trayek bisa dihindari sebelum koridor baru digas.
Dwi
Redaktur Olahraga

Dwi adalah redaktur olahraga Optimaise News. Meliput sepak bola, basket, dan kompetisi internasional: skor, jadwal siaran, transfer, dan analisis pertandingan untuk pembaca Indonesia. Tulisan mengacu sumber pertandingan dan rilis resmi, disusun agar cepat dibaca di beranda dan Google Discover.