Waskita Perbaiki Tribun Kanjuruhan Usai Dispora Minta Vendor

Vendor Waskita mulai semen lantai tribun dan plafon bocor di Kanjuruhan. Dispora sudah bersurat ke PPK PU; status masih BASTO, belum BAST ke Pemkab.

Author Image

Dwi

Waskita Perbaiki Tribun Kanjuruhan Usai Dispora Minta Vendor

– Pekerja PT Waskita Karya sudah turun ke lapangan Stadion Kanjuruhan di Kepanjen, Kabupaten Malang, sejak awal pekan. Mereka memperkuat lantai tribun yang pecah dan mengelupas dengan semen, sekaligus menangani plafon bocor serta saluran air di atasnya.

Inti artikel

  • Pekerja PT Waskita Karya sudah turun ke lapangan Stadion Kanjuruhan di Kepanjen, Kabupaten Malang, sejak awal pekan
  • Mereka memperkuat lantai tribun yang pecah dan mengelupas dengan semen, sekaligus menangani plafon bocor serta saluran air di atasnya
  • Plt Kepala Dispora Kabupaten Malang Eko Margianto memastikan perbaikan vendor berjalan dan akan dilanjutkan

Plt Kepala Dispora Kabupaten Malang Eko Margianto memastikan perbaikan vendor berjalan dan akan dilanjutkan. Optimaise News mencatat status aset masih di bawah Kementerian Pekerjaan Umum: baru BASTO, belum BAST, sehingga tanggung jawab perbaikan tetap di pihak proyek dan kontraktor.

Tim Vendor Turun ke Tribun dan Plafon Sejak Awal Pekan

Menurut Eko, aksi fisik di stadion sudah berlangsung dua hari dan berlanjut sesuai jadwal vendor. “Ini ada perbaikan dari vendor (PT Waskita Karya). Sudah dua hari ini, dan lanjut terus sesuai informasi yang dari pihak vendor,” terang Eko Margianto.

Di detil lapangan yang dihimpun Optimaise News, lapisan lantai tribun yang mengelupas dikerok total dulu, baru dilapis ulang. Plafon yang ambrol atau bocor ikut dikerjakan. Project Manager KSO Waskita, Brantas Abipraya Vino Pramudya menargetkan titik rusak selesai maksimal tujuh hari agar area aman dipakai.

Pengerjaan dimulai Senin, 3 Agustus 2026, menyusul sorotan publik dan sidak DPRD. Fokus awal mencakup tribun ekonomi yang mengelupas serta plafon yang merembes air hujan.

Titik Rusak: Atap, Waterproof, Toilet Jamur, hingga Genangan Gate

Titik Rusak: Atap, Waterproof, Toilet Jamur, hingga Genangan Gate
Ilustrasi titik Rusak: Atap, Waterproof, Toilet Jamur, hingga Genangan Gate.

Dispora merinci sejumlah kerusakan pascarenovasi. Penutup atap bermasalah, beberapa plafon bocor, dan lapisan waterproof pada plat beton tribun penonton rusak hingga bocor. Keramik toilet berjamur, terutama di sektor tribun timur. Cat di Ruang Gudang VAR juga mengelupas.

Genangan muncul di pintu evakuasi dan gate tribun ekonomi karena floor drain tidak mampu membuang air hujan sepenuhnya. Air turun ke area akses. Saat hujan, petugas Dispora terpaksa mengepel berulang, menambah beban operasional harian meski aktivitas stadion belum dihentikan.

Urutan prioritas perbaikan di lapangan saat ini: lantai tribun, plafon dan drainase di atasnya, lalu titik basah di gate. Toilet berjamur dan cat gudang VAR menyusul dalam daftar yang dikembalikan ke vendor.

Surat Dispora ke PPK PU Mei 2025 dan Mei 2026

Kerusakan tidak baru. Eko menjelaskan pihaknya sudah bersurat ke Pejabat Pembuat Komitmen Kementerian PU sejak Mei 2025, saat proyek masih berjalan, lalu mengirim surat lagi pada Mei 2026. Temuan dikembalikan ke vendor karena stadion belum menjadi aset Pemkab.

Setelah konsultasi ke Kemendagri, surat diarahkan ke Kementerian PU. Respons di lapangan datang setelah temuan sidak ramai: Waskita menerjunkan tim ke tribun dan plafon. Timeline surat 2025, 2026 menunjukkan Dispora sudah melaporkan jauh sebelum viral, bukan sekadar reaksi sepekan terakhir.

BASTO Belum BAST: Siapa yang Masih Bertanggung Jawab

Eko menegaskan Stadion Kanjuruhan masih dalam kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum. Proses baru sampai Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO), belum Berita Acara Serah Terima (BAST). “Saat ini stadion Kanjuruhan baru BASTO belum ada BAST sehingga perbaikan masih menjadi kewenangan Kementerian PUPR,” tuturnya.

Artinya, selama BAST belum final, biaya dan tanggung jawab perbaikan fisik tetap di kontraktor dan kementerian, bukan anggaran harian Pemkab. Eko menunggu keputusan Kementerian PU: apakah stadion diserahkan sebagai aset Kabupaten Malang atau belum. Setelah BAST, pengelolaan dan pemeliharaan baru beralih penuh ke Pemkab.

Bagi penonton dan pendukung Arema, status ini menjelaskan kenapa genangan di gate masih dibersihkan petugas setempat, sementara perbaikan struktural dikerjakan vendor. Kesiapan pakai penuh tergantung selesainya perbaikan dan keputusan serah terima, bukan hanya jadwal pertandingan.

Sidak DPRD: Proyek Rp355 Miliar Belum Diserahkan ke Pemkab

Renovasi pasca tragedi 1 Oktober 2022 menelan sekitar Rp 355 miliar dari APBN. Bangunan dinilai sudah rusak sebelum serah terima resmi ke Pemkab Malang. Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang Zulham Akhmad Mubarok melakukan sidak dan menemukan lantai cor tribun retak, ubin mengelupas di bawah kursi, hingga risiko bagi kaki pengunjung.

“Ini kondisi Stadion Kanjuruhan, masih menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana, karena belum diserahkan kepada Pemkab Malang dari Kementerian PU,” kata Zulham. Ia menilai pengawasan longgar pada proyek yang baru selesai. Kementerian PUPR dan kontraktor merespons cepat temuan itu; perbaikan diarahkan ke titik yang sama dengan hasil sidak.

Ringkasnya: vendor sudah mengerjakan tribun dan plafon, Dispora punya jejak surat dua tahun, dan kunci hukum tetap BASTO versus BAST. Pembaca yang mengikuti kesiapan kandang Arema perlu memantau tenggat tujuh hari perbaikan serta keputusan serah terima aset dari kementerian.

Dwi
Redaktur Olahraga

Dwi adalah redaktur olahraga Optimaise News. Meliput sepak bola, basket, dan kompetisi internasional: skor, jadwal siaran, transfer, dan analisis pertandingan untuk pembaca Indonesia. Tulisan mengacu sumber pertandingan dan rilis resmi, disusun agar cepat dibaca di beranda dan Google Discover.