Malang, Optimaise News – Bea Cukai Malang menuntaskan asistensi bagi dua perusahaan hasil tembakau yang baru memperoleh NPPBKC pada 22 dan 24 Juli. Langkah ini menempatkan pemahaman aturan cukai, pencatatan, serta pelaporan tepat waktu sebagai prioritas utama agar usaha mereka tetap sejalan dengan ketentuan.
Inti artikel
- Bea Cukai Malang menuntaskan asistensi bagi dua perusahaan hasil tembakau yang baru memperoleh NPPBKC pada 22 dan 24 Juli
- Kegiatan pertama digelar di CV Makmur Berkah Jaya pada Rabu 22 Juli
- Dua hari kemudian, Jumat 24 Juli, giliran PT Bintang Harmony yang menerima pendampingan serupa
Kepala Kantor Bea Cukai Malang Johan Pandores menjelaskan tujuan utama kegiatan tersebut kepada Optimaise News, yakni memberi pemahaman menyeluruh tentang ketentuan cukai bagi pelaku usaha baru. Tim petugas memastikan proses pencatatan dan pelaporan berjalan benar, tertib, serta sesuai jadwal agar risiko pelanggaran minimal sejak awal operasional.
Asistensi di CV Makmur Berkah Jaya dan PT Bintang Harmony
Kegiatan pertama digelar di CV Makmur Berkah Jaya pada Rabu 22 Juli. Dua hari kemudian, Jumat 24 Juli, giliran PT Bintang Harmony yang menerima pendampingan serupa. Kedua perusahaan merupakan penerima NPPBKC baru di bidang hasil tembakau sehingga memerlukan penyesuaian administratif yang cepat.
Petugas tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membuka ruang bagi manajemen perusahaan untuk memaparkan kendala operasional sehari-hari. Diskusi interaktif memungkinkan solusi disusun bersama, mulai dari alur dokumen hingga penjadwalan pelaporan bulanan.
Menurut Johan Pandores, tim memastikan seluruh pencatatan dan pelaporan mengacu pada ketentuan yang berlaku. Pendekatan ini mencegah kesalahan teknis yang sering muncul pada fase awal usaha berizin cukai.
Ruang Diskusi Kendala dan Solusi Praktis bagi UMKM

Bagi pelaku usaha skala menengah di Malang Raya, fase setelah memperoleh NPPBKC sering kali membingungkan. Formulasi laporan, validasi stok, hingga batas waktu setoran cukai membutuhkan kejelasan agar tidak berujung sanksi administratif.
Dalam asistensi tersebut, perusahaan diberi kesempatan menyampaikan hambatan nyata. Petugas merespons dengan arahan langkah demi langkah sehingga solusi tetap realistis bagi kapasitas internal masing-masing perusahaan.
Proses keseluruhan berjalan lancar berkat suasana diskusi dua arah. Petugas dan pihak perusahaan saling bertanya dan menjawab sehingga pemahaman tidak berhenti di level formal saja.
Johan menekankan bahwa Bea Cukai Malang siap mendampingi pelaku usaha baru hingga mereka terbiasa dengan ritme kepatuhan. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga iklim usaha yang sehat di wilayah kerja kantor.
Wujud Service Excellence yang Ramah dan Transparan
Kegiatan asistensi ini diposisikan sebagai wujud nyata service excellence. Petugas mengedepankan sikap ramah, solutif, dan transparan agar pengusaha merasa didukung, bukan sekadar diawasi.
Bagi pembaca Optimaise News yang bergerak di sektor tembakau, model pendampingan semacam ini memberi gambaran bahwa kepatuhan dapat dibangun lewat dialog, bukan hanya inspeksi. Pendekatan preventif tersebut diharapkan menekan potensi pelanggaran yang sering terjadi karena ketidaktahuan, bukan niat melanggar.
Dengan pencatatan yang tertib sejak hari pertama, perusahaan dapat fokus pada produksi dan distribusi tanpa khawatir tersandung administrasi. Hal ini relevan bagi UMKM yang sedang menyesuaikan kapasitas setelah memperoleh izin baru.







