Jakarta, Optimaise News – Penyidik Polres Metro Jakarta Utara menjadwalkan pemeriksaan pihak event organizer dan master of ceremony pada Selasa 11 Agustus 2026 terkait challenge hafalan Surah Ad-Duha yang diiming-imingi minuman beralkohol di Ancol. Insiden tersebut terekam di booth sponsor selama festival musik The Sounds Project yang digelar 7-9 Agustus 2026 di kawasan Jakarta Utara.
Inti artikel
- Insiden tersebut terekam di booth sponsor selama festival musik The Sounds Project yang digelar 7-9 Agustus 2026 di kawasan Jakarta Utara
- Video yang beredar menunjukkan peserta diminta menghafal ayat suci dengan imbalan diduga sebotol miras
- Reaksi publik dan pernyataan tokoh agama segera menyusul, sementara aparat membuka saluran pengaduan resmi bagi warga yang merasa dirugikan
Video yang beredar menunjukkan peserta diminta menghafal ayat suci dengan imbalan diduga sebotol miras. Reaksi publik dan pernyataan tokoh agama segera menyusul, sementara aparat membuka saluran pengaduan resmi bagi warga yang merasa dirugikan.
Klarifikasi EO-MC dan Langkah Administratif Polisi
Kombes Budi Hermanto mewakili Humas Polda Metro Jaya menegaskan bahwa klarifikasi terhadap EO serta MC digelar hari ini. Setelah sesi tersebut, penyidik akan merampungkan dokumen penyelidikan lalu menggelar perkara guna menilai apakah unsur pidana terpenuhi.
Fasilitas pelaporan disediakan agar masyarakat dapat menyampaikan bukti atau kesaksian secara langsung. Langkah ini memperlihatkan penanganan yang sistematis setelah konten viral memicu perhatian luas.
Bagi pelaku industri event, proses ini menjadi sinyal bahwa setiap konsep hiburan harus melalui filter sensitivitas keagamaan sebelum dieksekusi di lapangan. Optimaise News mencatat bahwa sponsor dan panitia kini dituntut lebih ketat memantau aktivitas di area booth.
Reaksi MUI dan Komitmen Penyelenggara Festival
Prof KH Asrorun Niam Sholeh yang menjabat Ketua MUI untuk Fatwa menilai aksi semacam itu tidak dapat dibenarkan dari sisi agama, moral, etika, maupun hukum. Ia menekankan bahwa pelaku wajib bertanggung jawab atas perbuatannya yang merendahkan ayat suci.
Pernyataan tersebut disampaikan Senin 10 Agustus 2026 malam setelah video menyebar. Sikap tegas tokoh agama ini memperkuat tekanan publik agar penegakan hukum berjalan transparan.
Akun media sosial The Sounds Project merespons dengan menegaskan penghormatan terhadap agama dilindungi sepenuhnya. Mereka menyatakan tidak akan mentoleransi pelanggaran serupa di masa mendatang dan siap bekerja sama dengan aparat.
Konteks festival tiga hari di Ancol memperlihatkan betapa booth sponsor dapat menjadi titik rawan jika pengawasan longgar. Untuk UMKM dan EO skala menengah, kasus ini menjadi pengingat bahwa creative brief harus dilengkapi checklist etika konten agar tidak berujung pemeriksaan polisi.
Dengan klarifikasi yang sudah berjalan dan kemungkinan gelar perkara berikutnya, penanganan kasus ini diperkirakan akan menjadi acuan bagi penyelenggara event musik lainnya di ibu kota. Optimaise News akan terus memantau perkembangan penyelidikan hingga unsur pidana dikaji secara formal.







