Jakarta, Optimaise News – Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin melantik Saiful Bahri Siregar sebagai Direktur Penyidikan Jampidsus pada Selasa 11 Agustus 2026 di Aula Lantai 11 Gedung Utama Kejaksaan Agung. Momen itu sekaligus menandai rotasi eselon II yang membawa Syarief Sulaeman Nahdi pindah ke posisi Direktur III di bidang intelijen setelah sebelumnya memimpin penyidikan khusus.
Inti artikel
- Burhanuddin menekankan evaluasi internal di setiap satuan kerja
- Tujuannya memetakan kekuatan serta celah agar strategi penanganan bisa dirakit secara utuh, bukan sektoral
- Ia meminta jajaran eselon II tidak menunggu lama untuk memahami tugas, fungsi, dan kewenangan yang baru diemban
Dalam sambutan, pimpinan Kejaksaan menyampaikan pesan tegas agar pejabat baru segera menguasai peran masing-masing supaya kebijakan penegakan hukum nasional berjalan seragam, konsisten, dan bermutu. Optimaise News merangkum arahan ini sebagai sinyal kepastian bagi publik dan pelaku usaha yang menanti penanganan perkara lebih terkoordinasi.
Arahan evaluasi satuan kerja setelah pelantikan
Burhanuddin menekankan evaluasi internal di setiap satuan kerja. Tujuannya memetakan kekuatan serta celah agar strategi penanganan bisa dirakit secara utuh, bukan sektoral.
Ia meminta jajaran eselon II tidak menunggu lama untuk memahami tugas, fungsi, dan kewenangan yang baru diemban. Hanya dengan penguasaan cepat, perumusan kebijakan di tingkat pusat dan daerah bisa selaras.
Sinergi lintas bidang juga digarisbawahi. Komunikasi terbuka dinilai krusial supaya tumpang tindih kewenangan berkurang dan penyelesaian perkara berjalan lebih cepat.
Pesan Jaksa Agung ke Direktur Penyidikan Jampidsus Baru Saiful Bahri Siregar tentang good governance
Kepada pejabat yang baru dilantik, termasuk Saiful Bahri Siregar di jajaran penyidikan tindak pidana khusus, Burhanuddin berharap dukungan penuh terhadap kebijakan strategis lembaga. Pedomannya tetap tata kelola pemerintahan yang baik.
Ia menggambarkan jabatan seperti matahari yang pasti terbenam. Namun cahaya pengabdian, kata dia, harus tetap menyala. Langkah yang bernilai ibadah dan amanah diharapkan membawa berkah bagi institusi maupun masyarakat.
Rotasi ini menempatkan beberapa pejabat lain di posisi kunci. Siswanto mengisi sekretaris di jajaran pidana militer. Supardi menjadi sekretaris Badan Pemulihan Aset. Sufari menjabat Inspektur II di bidang pengawasan, sementara Sila Haholongan mengisi sekretaris di bidang perdata dan tata usaha negara.
Di unit pendidikan, Jehezkiel Devy Sudarso dipercaya memimpin Pusdiklat teknis dan fungsional Badiklat. Bernadeta Maria Erna Elastiyani serta I Gde Ngurah Sriada mengisi posisi inspektur di jajaran pengawasan. Susunan ini memperlihatkan penataan yang menyasar pembinaan, intelijen, aset, hingga pengawasan sekaligus.
Dampak rotasi bagi konsistensi penegakan hukum
Bagi pelaku UMKM dan investor yang kerap memantau kepastian hukum, pesan pimpinan Kejaksaan menandakan arah yang lebih terukur. Evaluasi kekuatan dan kelemahan tiap unit diharapkan mencegah tumpang tindih penanganan perkara yang selama ini memperlambat kepastian.
Ketika komunikasi antarbidang diperkuat, alur investigasi hingga pemulihan aset berpeluang lebih rapi. Publik mendapatkan sinyal bahwa jajaran eselon II dituntut menghasilkan penanganan yang sama kualitasnya di seluruh wilayah.
Saiful Bahri Siregar masuk di posisi kritis karena penyidikan perkara khusus kerap menjadi sorotan. Sementara Syarief Sulaeman Nahdi membawa pengalaman serupa ke bidang intelijen, sehingga transfer pengetahuan internal diharapkan tetap terjaga.







