Bandung, Optimaise News – Gelandang Argentina Luciano Guaycochea alias Lucho mengakui sukacita Persib Bandung menembus final Piala Presiden 2026, sekaligus membuka fakta kelelahan ekstrem di ruang ganti. Setelah menang 2-1 atas Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa 4 Agustus 2026, Maung Bandung hanya punya jeda satu hari sebelum final lawan Persebaya Surabaya.
Inti artikel
- Usai laga semifinal, Lucho tidak menutup-nutupi kondisi skuad
- Ia menggambarkan suasana di ruang ganti yang jauh dari euforia semata
- Pernyataan itu muncul setelah babak kedua yang menuntut adaptasi ekstra
Pantauan Optimaise News dari keterangan di laman resmi klub, fokus skuad kini bergeser ke pemulihan fisik agar tetap kompetitif di partai puncak yang digelar tanpa penonton. Lucho menekankan pencapaian ini layak disyukuri, tapi energi pemain sudah terkuras habis akibat rangkaian laga berdekatan di fase pramusim.
Pengakuan Lucho soal energi terkuras di ruang ganti
Usai laga semifinal, Lucho tidak menutup-nutupi kondisi skuad. Ia menggambarkan suasana di ruang ganti yang jauh dari euforia semata. “Jika kalian semua bertanya kepada orang-orang yang berada di ruang ganti, saya tidak tahu bagaimana kami akan menjalani final nanti karena amat sangat lelah,” jelas Lucho.
Pernyataan itu muncul setelah babak kedua yang menuntut adaptasi ekstra. Jadwal turnamen yang rapat membuat pemulihan antar pertandingan hampir tidak ada. Bagi pembaca bobotbola, ini sinyal bahwa tiket final Persib datang dengan harga fisik yang mahal.
Dominasi babak pertama meski lapangan kering dan cuaca panas Bali
Lucho menilai Persib mampu mengendalikan tempo di babak pertama. Tim menekan Persija meski harus menyesuaikan diri dengan permukaan lapangan yang kering dan cuaca panas di Bali. Mantan pemain Perak FC itu menyebut adaptasi itu cukup menyulitkan, tapi struktur permainan masih terjaga.
Di lini tengah, Lucho bermain full time bersama Gakuto Notsuda dan Adam Alis untuk mengatur ritme. Kontribusi itu ikut membuka peluang gol pembuka. Namun intensitas mulai menurun tajam di babak kedua seiring energi yang terkuras.
Prioritas pemulihan fisik 24 jam menjelang final
Sekarang seluruh perhatian diarahkan ke pemulihan. Lucho menegaskan, “Kita harus lihat bagaimana kondisi semua orang. Saya harap, semuanya sehat. Kami akan berusaha memberikan penampilan yang terbaik di final dan tentu saja, kami pun senang bisa berada di final.”
Jeda hanya 24 jam di masa pramusim, saat kebugaran ideal belum sepenuhnya terbentuk, menambah risiko. Optimaise News mencatat bahwa prioritas ini langsung diutarakan usai jumpa pers yang juga dihadiri pelatih Igor Tolic. Tanpa pemulihan cepat, peluang tampil maksimal lawan Persebaya bisa tergerus.
Lawan Persebaya di Dipta tanpa penonton demi keamanan
Final Piala Presiden 2026 dijadwalkan Kamis 6 Agustus 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta yang sama. Lawan mereka Persebaya Surabaya. Penyelenggara merencanakan laga tanpa penonton dengan alasan keamanan.
Ketiadaan dukungan tribun menambah beban mental dan fisik. Skuad yang sudah lelah harus mengandalkan konsentrasi murni tanpa dorongan penonton. Sintesis timeline-nya jelas: semifinal padat Selasa malam, final Kamis, tanpa ruang napas yang memadai.
Kontribusi gol Barros-Sekulic yang bawa tiket final
Tiket final didapat lewat skor 2-1. Uilliam Barros membuka keunggulan menit 22 dari umpan Lucho, disusul Balsa Sekulic lewat penalti menit 28. Persija merespons lewat Kwon Chang-hoon di menit-menit akhir, sekitar menit 86 atau 88, tapi tidak cukup untuk membalikkan hasil.
Peran Lucho sebagai pemberi assist gol pembuka sekaligus pengatur ritme menegaskan kontribusi ganda. Ia ikut merasakan kelelahan yang sama dengan rekan setim. Bagi peluang final, pemulihan dalam waktu singkat menjadi penentu apakah sukacita lolos bisa diubah jadi performa yang layak di partai puncak.






