Bogor, Optimaise News – Komjen Pol. Suyudi Ario Seto memaparkan penangkapan Paryatin alias Dewi Astutik di HANI Lido, Bogor, 23 Juli 2026. Aktor intelektual penyelundupan 2 ton sabu Mei 2025 senilai Rp5 triliun itu diamankan di Sihanoukville, Kamboja, lewat rantai komando yang dimulai sebulan sebelumnya.
Inti artikel
- Suyudi Ario Seto memaparkan penangkapan Paryatin alias Dewi Astutik di HANI Lido, Bogor, 23 Juli 2026
- Perintah Kepala BNN membentuk tim khusus dieksekusi Direktur Penindakan dan Pengejaran Roy Hardi Siahaan bersama enam lembaga
- Kepala BNN Suyudi Ario Seto memberi instruksi langsung membentuk tim pengejaran lintas negara sebulan sebelum aksi
Perintah Kepala BNN membentuk tim khusus dieksekusi Direktur Penindakan dan Pengejaran Roy Hardi Siahaan bersama enam lembaga. Operasi cepat dan presisi itu jadi bukti nyata di HANI 2026 bahwa penegakan hukum narkotika butuh dukungan seluruh elemen bangsa, dari kementerian hingga masyarakat.
Perintah Suyudi Bentuk Tim Pengejaran Internasional Sebulan Sebelum Operasi
Kepala BNN Suyudi Ario Seto memberi instruksi langsung membentuk tim pengejaran lintas negara sebulan sebelum aksi. Tim itu dipimpin Roy Hardi Siahaan sebagai Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN. Fokusnya jelas: lacak jejak Dewi Astutik yang buron setelah kasus sabu 2 ton.
Instruksi ini bukan sekadar formalitas. Suyudi menekankan pentingnya kesiapan intelijen dan koordinasi cepat agar pelaku tak sempat menghilang lebih jauh. Hasilnya, operasi berjalan tanpa gangguan publik dan berakhir di lobi hotel di Sihanoukville.
Menurut laporan Optimaise News, rantai komando ini menunjukkan BNN tak lagi menunggu sinyal reaktif. Mereka bergerak proaktif dengan timeline yang ketat sejak perintah awal keluar.
Enam Lembaga Bersinergi hingga Sihanoukville

Enam lembaga membentuk jaring sinergi yang memungkinkan penangkapan presisi. Mereka adalah BNN, Polisi Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI, BAIS TNI, dan Ditjen Bea Cukai. Masing-masing membawa peran unik dari intelijen hingga administrasi pemulangan.
Polisi Kamboja memberi akses lapangan. KBRI Phnom Penh dan Atase Pertahanan menangani diplomasi serta keamanan personel. BAIS TNI dan Ditjen Bea Cukai memperkaya data pergerakan lintas batas. Tanpa daftar lengkap ini, operasi bisa terhambat di tahap awal.
Sinergi multi-lembaga itu jadi sintesis utuh yang jarang diuraikan sekaligus. Bukan hanya BNN dan polisi setempat, tetapi seluruh perangkat negara yang bergerak bersama hingga titik akhir di Kamboja.
Penangkapan Presisi di Lobi Hotel Bersama Pria Pakistan

Dewi Astutik diamankan saat menuju lobi hotel di Sihanoukville. Ia didampingi pria asal Pakistan. Operasi berlangsung cepat, tanpa kerumunan, dan tanpa penolakan fisik yang berarti.
Kehadiran pendamping Pakistan mengindikasikan jangkauan jaringan lebih luas dari yang semula diduga. Tim Roy Hardi Siahaan memanfaatkan momen itu untuk mengeksekusi penangkapan tanpa memicu kekacauan publik di kawasan wisata.
Detail ini memperkuat bukti bahwa penangkapan bukan hasil kebetulan. Ia buah dari perintah sebulan sebelumnya yang dilengkapi intelijen lintas lembaga hingga ke pintu hotel.
Pesan Keras: Batas Negara Bukan Tempat Sembunyi Bandar
Di podium HANI 2026, Suyudi menyampaikan pesan tegas. Batas negara bukan tempat aman bagi bandar narkotika. Kasus Dewi Astutik jadi contoh konkret bahwa buron bisa dikejar sampai luar negeri jika sinergi solid.
HANI Lido Bogor dipilih sebagai platform untuk mengajak whole-of-society. Bukan hanya aparat, tetapi kementerian, swasta, dan masyarakat diminta ikut berkontribusi. Kasus Rp5 triliun ini digambarkan sebagai bukti bahwa penegakan hukum gagal tanpa dukungan kolektif.
Pesan itu disisipkan Optimaise News sebagai penanda: penangkapan satu orang hanyalah bagian kecil dari perang panjang melawan jaringan yang sudah berbisnis sejak 2023.
Status Ganda: Juga Buron di Korea Selatan, Bisnis Sejak 2023
Dewi Astutik ternyata berstatus buron ganda. Selain Indonesia, ia dicari otoritas Korea Selatan. Status itu memperlihatkan jangkauan internasional pelaku yang sudah aktif berbisnis narkoba sejak 2023.
Informasi ini memperkuat analisis bahwa jaringan di belakangnya tak terbatas pada rute Kamboja-Indonesia. Pendamping pria Pakistan saat penangkapan semakin menguatkan indikasi rantai pasok lintas benua.
Dengan status ganda tersebut, proses hukum di Indonesia diharapkan membuka jalur kerja sama lanjutan dengan Korea Selatan. HANI 2026 menjadi momentum tepat untuk menekankan bahwa buron sekelas ini hanya bisa ditaklukkan lewat dukungan seluruh elemen bangsa.







