Pencurian Modul BTS Lumpuhkan Sinyal, Rugi Rp 60 M

Author Image

Bagus

19 Juli 2026

Pencurian Modul BTS Lumpuhkan Sinyal, Rugi Rp 60 M

Satresmob Bareskrim Polri membongkar sindikat yang merampas perangkat modul BTS hingga jaringan seluler dan internet di Jakarta, Banten, serta Jawa Barat sempat lumpuh. Kerugian materiil operator diperkirakan Rp 60 miliar, sementara ribuan pelanggan kehilangan sinyal.

Menurut pantauan Optimaise News, aksi itu dimuluskan kolusi mantan teknisi, oknum internal vendor, dan penadah yang mengarahkan barang curian ke luar negeri. Dampaknya merambat ke aktivitas bisnis harian warga di tiga provinsi.

Modus Menyamar Teknisi Resmi dan Penggunaan Kendaraan Operasional

Eksekutor tiba di lokasi seolah petugas resmi dengan membawa perlengkapan kerja standar. Mereka memakai Toyota Avanza hitam agar kehadiran tidak mencurigakan warga sekitar.

Latar belakang teknis para pelaku kuat karena pernah bekerja di instalasi jaringan telekomunikasi. Sebagian bersekongkol dengan pegawai vendor yang masih aktif di lapangan.

“Para pelaku memanfaatkan pengetahuan dan akses yang mereka miliki sebagai mantan pekerja atau vendor instalasi jaringan. Dengan membawa peralatan kerja standar, mereka membongkar box modul BTS tanpa memicu kecurigaan warga sekitar,” kata Kombes Arsya Khadafi.

Pola serupa terungkap di Banten dengan kendaraan Daihatsu Sigra. Gabungan personel menemukan aksi di lima titik berbeda, lalu modul dijual ke penadah lokal di Kabupaten Lebak.

Dampak Langsung ke Ribuan Pelanggan serta Aktivitas Bisnis Harian

Dampak Langsung ke Ribuan Pelanggan serta Aktivitas Bisnis Harian

Komponen vital di tower yang dicuri membuat akses komunikasi putus di sejumlah kawasan. Ribuan pelanggan di tiga provinsi merasakan sinyal seluler maupun internet menghilang mendadak.

“Akibat ulah komplotan ini, kerugian materiil yang dialami pihak operator telekomunikasi diperkirakan menembus Rp 60 miliar,” ujar Kombes Arsya dalam keterangan, Jumat (17/7/2026).

Ia menekankan sisi nonmateriil justru lebih parah. “Kerugian immaterial yang jauh lebih besar juga dirasakan masyarakat akibat terputusnya akses komunikasi yang mengganggu aktivitas bisnis dan harian,” ucap dia.

Optimaise News mencatat blackout sementara itu mengganggu transaksi, komunikasi bisnis, dan kebutuhan harian warga. Operator menanggung biaya pemulihan perangkat sekaligus tekanan reputasi layanan.

Barang Bukti Disita dan Identitas Empat Tersangka Utama

Barang Bukti Disita dan Identitas Empat Tersangka Utama

Petugas mengamankan 38 unit modul BTS berbagai tipe, telepon genggam, identitas pelaku, serta kendaraan operasional. Barang sitaan itu memetakan rantai pencurian hingga penadahan.

Empat tersangka utama yang diamankan meliputi AN dan ASA sebagai eksekutor lapangan. RR adalah mantan teknisi instalasi yang membobol area Kalisari, Jakarta Timur, sedangkan GA berperan sebagai penadah sekaligus pengepul.

Pemeriksaan terhadap tersangka berinisial Adhia mengungkap aliran dana mencurigakan. Terdapat sebelas transfer lewat rekening bank dengan total puluhan juta rupiah ke rekening tersangka Ryan.

Jeratan Pasal Berlapis KUHP serta Pengejaran Empat DPO

Para tersangka diancam ketentuan pidana berlapis. Ancaman itu merujuk pasal pencurian dengan pemberatan (477 KUHP) dan pasal penadahan (591 KUHP).

Empat orang masih berstatus DPO dan terus dikejar. Termasuk di dalamnya penadah IG alias Kinoy di Kabupaten Lebak, Banten, bersama tiga pelaku lain di Jakarta.

Gabungan personel menyisir yurisdiksi Polresta Serang Kota usai laporan dari Polsek Taktakan. Di Banten saja, 15 unit modul berhasil diambil sebelum dijual ke penadah lokal.

Bareskrim menegaskan penelusuran berlanjut ke penadah di Karawang dan Lebak. Mereka memetakan rantai distribusi internasional yang diduga dikendalikan WNA Jason Zhang di Bangkok, Thailand.

“Sindikat ini dikendalikan oleh jaringan internasional. Modul BTS yang berhasil dicuri dikumpulkan oleh pengepul lalu dikirim ke luar negeri melalui jasa ekspedisi atas arahan seorang warga negara asing (WNA), Jason Zhang yang diduga berada di Bangkok, Thailand,” kata Arsya.

Peran Analisis CCTV dan Laporan Operator dalam Pengungkapan

Kasus terbuka setelah operator berulang kali kehilangan perangkat di lapangan. Laporan formal ke kepolisian menjadi pintu masuk penyidikan terpadu.

Rekaman CCTV dipadukan dengan pelacakan di lokasi kejadian. Dari situ polisi memetakan pola kedatangan, identitas kendaraan, dan jejak pelaku yang menyamar teknisi.

Hasil pemantauan Optimaise News menunjukan sinergi laporan korporasi dan forensik digital mempercepat penangkapan. Proses itu memutus rantai pencurian infrastruktur telekomunikasi di tiga provinsi.

FAQ

Berapa total kerugian operator telekomunikasi?

Kerugian materiil diperkirakan menembus Rp 60 miliar menurut keterangan Kasat Resmob Bareskrim Kombes Arsya Khadafi.

Wilayah mana saja yang kehilangan sinyal?

Ribuan pelanggan di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat terdampak hilangnya sinyal seluler maupun internet.

Siapa yang mengendalikan sindikat dari luar negeri?

Polisi menunjuk WNA Jason Zhang yang diduga berada di Bangkok, Thailand, sebagai pengarah pengiriman modul curian lewat jasa ekspedisi.

Berapa unit modul yang disita polisi?

Petugas mengamankan 38 unit modul BTS berbagai tipe, ditambah HP, identitas, dan kendaraan operasional.

Bagus
Redaktur Berita & Game

Bagus adalah redaktur berita Optimaise News. Meliput isu nasional, kriminal, dan game. Menyusun hard news dan berita umum dengan prioritas kejelasan siapa-apa-kapan-di mana, cocok untuk halaman beranda dan pembaca yang butuh ringkasan cepat.