Respons cepat enam unit pemadam menghentikan kobaran di bekas timbunan sampah Sukmajaya, Kota Depok, pada Sabtu (18/7/2026) pukul 19.30 WIB. Operasi selesai sekitar pukul 21.34 WIB setelah petugas berjuang kurang lebih dua jam, dan dua orang di sekitar lokasi berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa maupun luka.
Api menyasar area sekitar 300–500 meter persegi. Menurut pantauan Optimaise News, kobaran tidak sempat menjalar ke permukiman, sehingga beberapa rumah semi permanen dengan nilai aset diperkirakan Rp 100 juta tetap aman.
Kronologi malam hari dan durasi operasi pemadaman
Insiden meletus malam hari di wilayah Sukmajaya. Petugas DPKP Depok segera mengerahkan enam unit untuk memadamkan api di objek berupa bekas timbunan sampah.
Pemadaman berlangsung sekitar dua jam. Status penanganan dinyatakan selesai pukul 21.34 WIB, menandakan api sudah dikendalikan sepenuhnya di lokasi.
Insiden ini muncul di tengah rentetan kobaran sejenis di wilayah sekitar Jabodetabek. Optimaise News mencatat, beberapa hari sebelumnya tumpukan sampah di TPA Cipayung Depok dan lokasi lain hingga Gunung Putri juga sempat dilalap api dalam rentang waktu berdekatan.
Dugaan pemicu dari aktivitas yang ditinggalkan

Pihak berwenang menduga kobaran bermula dari aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Api kemudian membesar hingga menutupi area ratusan meter persegi.
Penyelidikan lanjutan masih mengikuti pola serupa di lokasi lain. Di TPA Cipayung, misalnya, pejabat setempat sempat menyebut kemungkinan gas metana mempercepat penjalaran api, meski penyebab pasti kasus Sukmajaya masih merujuk pada aktivitas yang ditinggalkan.
Pola berulang di Depok hingga Bogor menegaskan risiko open dumping dan pembakaran liar. Kondisi itu menambah beban petugas setiap malam ketika cuaca dan akumulasi material mudah terbakar bertemu.
Proses evakuasi serta status korban

Fokus operasi tidak hanya memadamkan api, tetapi juga mengamankan orang di sekitar lokasi. Dua orang berhasil diselamatkan dari area yang berdekatan dengan kobaran.
Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka. Status tersebut dikonfirmasi setelah penanganan selesai dan area diamankan petugas.
Keberhasilan evakuasi menegaskan koordinasi di lapangan berjalan cepat. Rumah semi permanen di sekeliling lokasi juga terlindungi dari jalaran api berkat penempatan unit yang memadai.
Nilai aset yang berhasil dilindungi
Api tidak merambat ke permukiman warga. Sejumlah bangunan rumah semi permanen di sekitar bekas lahan tetap utuh berkat pembatasan kobaran oleh petugas.
Nilai aset yang terselamatkan diperkirakan mencapai sekitar Rp 100 juta. Angka itu menjadi indikator bahwa respons dini mencegah kerugian material lebih besar bagi warga di sekeliling titik api.
Perlindungan aset ini penting di kawasan padat. Bekas timbunan sampah yang berdekatan dengan hunian semi permanen selalu berisiko tinggi bila api tidak segera diisolasi.
Keterangan resmi pejabat DPKP Depok
Kepala Bidang Pengendalian Operasional Kebakaran dan Penyelamatan DPKP Depok, Tesy Haryanti, memberi keterangan pada Minggu (19/7/2026). Ia menegaskan objek yang terbakar.
“Objek bekas lahan sampah,” kata Tesy Haryanti.
Soal evakuasi, pejabat yang sama memastikan jumlah orang yang diselamatkan. Keterangan itu menutup spekulasi soal korban di lokasi.
“Jumlah korban yang diselamatkan 2 orang,” ujarnya.
Pernyataan resmi itu menjadi acuan media dan warga. Tidak ada indikasi jalaran ke kawasan hunian padat setelah operasi selesai.
FAQ
Kapan dan di mana kobaran terjadi?
Kejadian berlangsung Sabtu (18/7/2026) pukul 19.30 WIB di bekas timbunan sampah Sukmajaya, Kota Depok. Pemadaman dinyatakan selesai sekitar pukul 21.34 WIB.
Berapa orang yang dievakuasi dan apakah ada korban luka?
Dua orang di sekitar lokasi berhasil diselamatkan. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.
Apa dugaan pemicu api dan berapa luas area terdampak?
Diduga bermula dari pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan hingga api membesar. Area terdampak diperkirakan 300–500 meter persegi, dengan enam unit pemadam dikerahkan.
Apakah rumah warga rusak?
Api tidak sempat merambat ke permukiman. Rumah semi permanen di sekitar lokasi terselamatkan dengan nilai aset diperkirakan sekitar Rp 100 juta.







