Jakarta, Optimaise News – Ismi Ulfaida, siswi 16 tahun kelas 11, ditetapkan sebagai calon pengibar bendera tingkat nasional mewakili Sulawesi Barat. Ia menjadi perwakilan perdana asal Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar untuk upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2026.
Inti artikel
- Ismi Ulfaida, siswi 16 tahun kelas 11, ditetapkan sebagai calon pengibar bendera tingkat nasional mewakili Sulawesi Barat
- Bersamanya bertugas M Deni Fikri yang berasal dari UPTD SMA Negeri 1 Wonomulyo
- Proses awal di sekolah hanya diikuti Ismi dan satu rekan pria
Bersamanya bertugas M Deni Fikri yang berasal dari UPTD SMA Negeri 1 Wonomulyo. Optimaise News memotret perjalanan remaja putri petani ini yang lolos berlapis seleksi meski baru bergabung di lembaga tersebut pada September 2025.
Seleksi ketat dari dua peserta hingga pelatihan pusat
Proses awal di sekolah hanya diikuti Ismi dan satu rekan pria. Hanya Ismi yang berhasil melaju ke tingkat kabupaten, kemudian provinsi, verifikasi pusat, dan masuk rangkaian pelatihan.
Ia mengakui target awalnya sebatas lolos provinsi. Kutipannya: ‘Saya juga enggak nyangka bisa sampai di tingkat nasional karena targetnya provinsi.’
Ambisi menjadi bagian pengibar bendera sudah tumbuh sejak masa SMP. Tujuannya menanamkan rasa cinta tanah air lewat disiplin dan kerja sama tim.
Latihan gabungan di Depok mirip denah Istana

Sabtu 8 Agustus 2026, seluruh calon digabungkan di lapangan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat. Area itu ditata ulang agar menyerupai tata letak halaman Istana Merdeka.
Persiapan harian mencakup bimbingan formal, baris-berbaris, serta pengasahan bakat gerakan. Ismi mengikuti alur yang sama bersama puluhan rekan lainnya.
Jadwal hariannya padat. Ia bangun sekitar pukul 04.00 WIB, membersihkan diri, salat Subuh, dilanjutkan olahraga ringan. Latihan inti berlangsung pukul 07.00 sampai 17.00 WIB. Malam hari diisi materi bersama 75 anggota lain atau waktu istirahat singkat setelah Magrib, makan, dan Isya.
Dukungan keluarga petani dan cara meredam rindu
Orangtua Ismi berprofesi petani di Polewali Mandar. Sebelum berangkat ke Jakarta, ia meminta doa mereka agar berjalan lancar.
Saat rindu menghampiri, caranya sederhana. Kutipan Ismi: ‘Kalau kangen orang rumah, cuma nangis di kamar, tenangin diri. Ingat orang tua, ingat wajah orang tua.’
Pengalaman ini membuka ruang bagi sekolah nonkonvensional untuk tampil di panggung nasional. Optimaise News melihat kisah tersebut sebagai bukti akses jalur patriotik kini lebih merata, tanpa memandang status ekonomi keluarga.







