Surabaya, Optimaise News – Sabtu, 8 Agustus 2026, satu jam penampilan Anggis Devaki di Atrium Tunjungan Plaza 3 memindahkan perhatian para mama dari booth dan aktivitas si kecil ke panggung MAMA Lime Green Day Fest 2026 Surabaya. Penutup festival itu dilengkapi pembagian kaos spesial dan harapan agar rangkaian serupa terus berlanjut.
Inti artikel
- Penutup festival itu dilengkapi pembagian kaos spesial dan harapan agar rangkaian serupa terus berlanjut
- Begitu Anggis naik panggung, area atrium langsung memusat
- Mama yang baru selesai bergerak mendekat; pengunjung lain di Tunjungan Plaza ikut larut
Optimaise News merangkum, set itu membuka dengan Menua Bersama, menutup dengan Dirimu Yang Dulu, lalu menyatukan pengunjung mall yang ikut bernyanyi serta merekam lewat ponsel.
Lagu Pembuka Menua Bersama hingga Dirimu Yang Dulu di Tunjungan Plaza
Begitu Anggis naik panggung, area atrium langsung memusat. Mama yang baru selesai bergerak mendekat; pengunjung lain di Tunjungan Plaza ikut larut.
Ia membuka dengan Menua Bersama. Suasana riuh, penonton ikut menyanyi, dan banyak yang mengabadikan momen lewat ponsel sepanjang satu jam penuh.
Puncak set diisi interaksi singkat lalu penutup Dirimu Yang Dulu. Momen itu menjadi klimaks hari yang sudah diisi aktivitas ibu-anak sejak pagi.
Aktivitas Mama dan Si Kecil Sebelum Panggung: Yoga hingga Catch The Lime

Sebelum lampu panggung menyala, peserta mengikuti Baby Wearing Dance, yoga, poundfit, product experience, edukasi food preparation, dan talkshow. Ritme itu merapatkan ikatan ibu-anak sambil tetap aktif di tengah atrium mall.
Booth interaktif menambah lalu lintas: product experience, photobooth, Catch The Lime, hingga peluang hadiah di doorprize. Setelah sesi itu usai, crowd secara alami berpindah ke area panggung begitu penampil utama hadir.
Pola beralih dari zona edukasi ke zona hiburan dalam satu ruang itulah yang membedakan suasana Surabaya: mama tidak meninggalkan venue, hanya memindahkan fokus dalam hitungan menit.
Kutipan Anggis soal Semangat Surabaya dan Harapan Lanjut Festival

Anggis mengaku senang menjadi bagian hari itu. “Seru banget. Hari ini super ramai, karena seperti biasa orang Surabaya selalu happy, seru, dan rame,” ujarnya kepada detikJatim, Sabtu (8/8/2026).
Ia menambahkan kesan personal. “Kesan pesannya hari ini seru banget. Jadi aku sangat happy banget. Aku harap acaranya bisa selalu continue,” tuturnya.
Dalam rangkuman Optimaise News, pernyataan itu menempatkan antusiasme lokal sebagai alasan ia ingin festival ini berulang, bukan sekadar penutup formal.
Respons Peserta Lokal Najwa serta Hadiah Kaos Spesial
Selain menyanyi, Anggis membagikan kaos spesial kepada penggemar di panggung. Interaksi singkat itu jarang digali lebih jauh di laporan lain, padahal menjadi jembatan antara set musik dan kenang-kenangan fisik yang dibawa pulang.
Najwa (25), peserta asal Surabaya, tetap menyaksikan hingga akhir. “Seru banget MAMA Lime Green Day Fest hari ini. Apalagi ditutup sama penampilan Anggis Devaki, makin pecah,” katanya.
Respons lokal itu sejalan dengan harapan Anggis soal kelanjutan: crowd yang sudah lelah beraktivitas tetap memilih menonton sampai lagu terakhir.
Konteks Rangkaian Sehat dari Bandung ke Surabaya
MAMA Lime Green Day Fest 2026 merupakan rangkaian launching cairan pencuci piring berbahan tumbuhan food grade pertama di Indonesia. Setelah Jakarta dan Bandung, Surabaya menjadi stop berikutnya di atrium mall yang sama padatnya.
Di Bandung, ibu-ibu mengikuti yoga dan poundfit, demo cuci buah, serta talkshow bersama ahli gizi Nurul Izzah S.Tr.Gz., dr. Shiela Stefani Sp.GK AIFO-K., dan newborn mom Dewi Paramita. Brand Manager MAMA Lime Marcellia Gunawan menekankan edukasi mencuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi. Amanda Rawles, yang mengaku germophobic, ikut meramaikan dan mencuci buah bareng di sana.
Penampilan Anggis di Surabaya melengkapi alur multi-kota itu: edukasi kebersihan dan gizi di siang hari, hiburan satu jam di malam, plus checklist booth yang bisa diulang di kota berikutnya.







