Mesin Pipil Jagung PLTS 650 Wp: 50 Kg/Jam untuk Petani Pasuruan

UPN Veteran Jatim serahkan mesin pipil jagung PLTS 650 Wp 50 kg/jam plus rak sensor ke petani Pasuruan 8/8/2026. Energi bersih atasi antrean pascapanen.

Author Image

Bagus

Mesin Pipil Jagung PLTS 650 Wp: 50 Kg/Jam untuk Petani Pasuruan

– Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur menyerahkan satu unit mesin pemipil jagung bertenaga surya berkapasitas 650 Wp kepada Kelompok Tani Bintang Timur pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Perangkat itu dilengkapi motor listrik 1,1 kW yang mampu memipil sekitar 50 kilogram jagung setiap jam, dilengkapi rak pengering ber-sensor kadar air di kawasan Cabean, Mulyorejo, Kraton, Pasuruan, Jawa Timur.

Inti artikel

  • Langkah ini menjadi jawaban praktis bagi petani yang kerap menunggu jasa pemipil keliling hingga panen tertunda
  • Ketua Kelompok Tani Bintang Timur mengaku dulu seluruh proses pemipilan bergantung pada jasa keliling
  • Antrian panjang membuat waktu panen molor dan risiko kerusakan biji naik

Langkah ini menjadi jawaban praktis bagi petani yang kerap menunggu jasa pemipil keliling hingga panen tertunda. Optimaise News mencatat program berjalan lewat Pengabdian kepada Masyarakat serta skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang dibiayai Ditjen Risbang lewat Hibah BIMA 2026, menekankan energi terbarukan langsung di ladang.

Mesin PLTS 650 Wp ganti antrean jasa keliling

Ketua Kelompok Tani Bintang Timur mengaku dulu seluruh proses pemipilan bergantung pada jasa keliling. Antrian panjang membuat waktu panen molor dan risiko kerusakan biji naik. Kini motor listrik 1,1 kW di mesin surya memberi kecepatan tetap 50 kilogram per jam tanpa menunggu giliran.

Rak pengering yang ikut diserahkan dilengkapi sensor kadar air. Petani dapat memantau kelembapan biji sebelum dijual ke pasar sehingga mutu lebih terjaga. Penyuluhan yang menyertai serah terima mencakup cara panen yang benar, teknik pemipilan, pemanfaatan energi terbarukan, serta pengendalian kadar air jagung.

Perubahan alur kerja ini diproyeksikan memangkas biaya jasa luar. Waktu tunggu yang sebelumnya menguras tenaga kini dialihkan ke penanganan lanjutan. Kelompok tani melihat peluang menaikkan volume olahan harian tanpa menambah tenaga kerja musiman.

Sinergi kampus desa dan tani jaga ketahanan pangan

Sinergi kampus desa dan tani jaga ketahanan pangan
Ilustrasi Sinergi kampus desa dan tani jaga ketahanan pangan.

Kepala Desa Mulyorejo menyampaikan apresiasi atas kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah desa, serta kelompok tani. Ia menilai penerapan teknologi tepat guna di tingkat dusun mampu mengangkat produktivitas sekaligus memperkuat posisi pangan lokal. Ucapan itu disampaikan saat kegiatan serah terima berlangsung.

Primasari Cahya Wardhani, S.Si., M.Sc., selaku Ketua Tim PkM, menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak berhenti di lahan tanam. Pengelolaan pascapanen yang rapi menentukan mutu akhir, biaya operasional, dan nilai jual. Ia berharap mesin surya plus rak ber-sensor mendorong ketiga aspek tersebut naik secara bersamaan.

Materi penyuluhan disusun agar anggota kelompok memahami rantai dari panen hingga pemasaran. Fokus diarahkan pada pengurangan susut hasil akibat kadar air yang tidak terkontrol. Petani diajak melihat energi surya bukan sekadar pengganti genset, melainkan penghematan jangka panjang.

Harapan kenaikan mutu kecepatan dan pendapatan

Ketua kelompok tani menyatakan optimisme yang jelas. Kualitas biji diharapkan lebih seragam karena proses pemipilan lebih cepat dan terukur. Kecepatan kerja naik tanpa bergantung cuaca atau ketersediaan operator luar. Pendapatan petani diperkirakan ikut bergerak seiring berkurangnya biaya jasa dan meningkatnya harga jual berkat mutu yang lebih baik.

Skema Hibah BIMA 2026 memberi ruang bagi tim kampus untuk membawa perangkat langsung ke petani. Model kemitraan semacam ini menempatkan inovasi di tengah sawah, bukan hanya di laboratorium. Petani menjadi pengguna sekaligus penguji teknologi secara real time.

Optimaise News melihat pola serupa berpotensi ditiru di sentra jagung lain di Jawa Timur. Kunci sukses terletak pada pelatihan singkat yang menyertai alat, bukan sekadar penyerahan unit. Ketika petani paham sensor kadar air dan cara merawat panel surya, manfaat bertahan lebih lama.

Tanya jawab singkat seputar mesin surya di ladang
Apa kapasitas dan daya mesin yang diserahkan?
Mesin pemipil jagung berbasis PLTS berkapasitas 650 Wp memakai motor listrik 1,1 kW dan mampu memipil sekitar 50 kilogram jagung per jam. Rak pengering ber-sensor kadar air ikut disertakan untuk menjaga mutu sebelum pemasaran.
Mengapa petani sebelumnya kesulitan pascapanen?
Kelompok tani sebelumnya mengandalkan jasa pemipil keliling. Antrean panjang membuat waktu panen terhambat. Mesin mandiri di dusun menghilangkan ketergantungan itu dan mempercepat alur kerja.
Bagus
Redaktur Berita & Game

Bagus adalah redaktur berita Optimaise News. Meliput isu nasional, kriminal, dan game. Menyusun hard news dan berita umum dengan prioritas kejelasan siapa-apa-kapan-di mana, cocok untuk halaman beranda dan pembaca yang butuh ringkasan cepat.