Muhammad Al-Fatih Masuki Hagia Sophia Usai Taklukkan Konstantinopel

Muhammad Al-Fatih masuk Hagia Sophia 29 Mei 1453 usai taklukkan Konstantinopel. Renovasi masjid, wakaf, dan pelestarian mozaik lama diulas Optimaise News.

Author Image

Nurul

Muhammad Al-Fatih Masuki Hagia Sophia Usai Taklukkan Konstantinopel

– Sultan Muhammad Al-Fatih memasuki Hagia Sophia di Konstantinopel pada 29 Mei 1453 segera setelah kota itu jatuh lewat serangan maritim dan darat yang berlangsung dua minggu. Pemimpin muda ini, yang lahir 30 Maret 1432 di Edirne, naik tahta di usia 22 tahun menyusul wafat ayahnya Murad II pada 3 Februari 1451.

Inti artikel

  • Pemimpin muda ini, yang lahir 30 Maret 1432 di Edirne, naik tahta di usia 22 tahun menyusul wafat ayahnya Murad II pada 3 Februari 1451
  • Langkah tersebut menandai peralihan besar fungsi bangunan klasik yang selesai dibangun tahun 537 M di masa Kaisar Justinian I
  • Optimaise News merangkum kisah transformasi ikonik itu dari sudut pelestarian warisan dan status hukumnya

Langkah tersebut menandai peralihan besar fungsi bangunan klasik yang selesai dibangun tahun 537 M di masa Kaisar Justinian I. Optimaise News merangkum kisah transformasi ikonik itu dari sudut pelestarian warisan dan status hukumnya.

Kisah Muhammad Al-Fatih Memasuki Hagia Sophia Pascakemenangan

Setelah kemenangan, Al-Fatih memutuskan membeli Hagia Sophia lalu mewakafkannya sebagai milik negara Islam. Ia menambahkan mihrab, mimbar, serta empat menara agar bangunan cocok untuk ibadah Muslim tanpa merusak keaslian utamanya.

Mozaik Bunda Maria dan Kaisar Leo dibiarkan utuh sebagai bukti penghormatan terhadap seni lama. Ruang kubah utama berdiameter 31 meter dan tinggi 55 meter tetap dirawat dengan saksama agar keagungan arsitektur bertahan.

Keputusan itu mencerminkan strategi bijak penguasa Ottoman yang baru. Alih-alih menghancurkan simbol lama, ia mengubahnya menjadi pusat spiritual baru yang menggabungkan dua peradaban.

Hagia Sophia dan Penaklukan Konstantinopel oleh Al-Fatih

Hagia Sophia dan Penaklukan Konstantinopel oleh Al-Fatih
Ilustrasi Hagia Sophia dan Penaklukan Konstantinopel oleh Al-Fatih.

Hagia Sophia dan penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad Al-Fatih saling terkait erat lewat momen 29 Mei 1453. Serangan dua minggu mengakhiri masa panjang kota sebagai benteng Kekaisaran Bizantium dan membuka era Ottoman di kawasan itu.

Al-Fatih yang berusia sekitar 21 tahun saat peristiwa tersebut langsung meninjau struktur kubah raksasa. Ia memastikan diameter 31 meter dan tinggi 55 meter tetap aman sambil merencanakan renovasi kecil yang relevan untuk shalat berjamaah.

Pembangunan awal Hagia Sophia yang rampung 537 M di era Justinian I memberi fondasi kuat. Fakta ini memudahkan para arsitek Ottoman mempertahankan keutuhan tanpa perlu membangun ulang dari nol.

Status Hukum dan Fungsi Bangunan Sepanjang Abad

Status Hukum dan Fungsi Bangunan Sepanjang Abad
Ilustrasi Status Hukum dan Fungsi Bangunan Sepanjang Abad.

Bangunan berfungsi sebagai masjid 85 tahun hingga 1935 lalu dijadikan museum oleh Mustafa Kemal Atatürk. Perubahan itu mengubah akses publik menjadi semi-terbuka tanpa ritual ibadah resmi.

Status masjid aktif kembali sejak 2020 dengan dibuka untuk wisatawan di luar waktu sholat. Kebijakan baru ini memungkinkan peziarah dan turis menikmati keindahan mozaik sambil menghormati waktu salat.

Pembelian dan wakaf oleh Al-Fatih menjadi dasar legal yang masih dikutip sejarawan modern. Langkah itu menegaskan kepemilikan negara Islam atas situs yang sebelumnya merupakan katedral utama.

Tanya Jawab Seputar Transformasi Hagia Sophia
Kapan Muhammad Al-Fatih memasuki Hagia Sophia?
Ia memasuki bangunan tersebut pada 29 Mei 1453, hari yang sama dengan jatuhnya Konstantinopel setelah serangan dua minggu.
Apa saja yang ditambahkan saat diubah menjadi masjid?
Mihrab, mimbar, dan empat menara ditambahkan, sementara mozaik Bunda Maria serta Kaisar Leo tetap dipertahankan utuh.
Berapa ukuran kubah utama Hagia Sophia?
Kubah itu berdiameter 31 meter dengan tinggi 55 meter dan terus dipelihara sejak era Al-Fatih hingga kini.
Bagaimana statusnya sekarang?
Sejak 2020 bangunan kembali berstatus masjid dan terbuka bagi wisatawan di luar jadwal sholat, setelah sempat jadi museum sejak 1935.
Nurul
Redaktur Teknologi

Nurul adalah redaktur teknologi Optimaise News. Meliput gadget, laptop, handphone, spesifikasi, dan harga perangkat untuk pembaca yang banding-banding sebelum beli. Fokus pada fakta spek, rentang harga, dan konteks pemakaian (kerja, kuliah, gaming ringan).